Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hukum

Jadi Pelaku Pembunuhan, Fans Ferdy Sambo dan Bharada E Malah Bermunculan di Medsos

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
7 November 2022
A A
fans ferdy sambo mojok.co

Ilustras sidang Ferdy Sambo. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Belakangan muncul fenomena fans Ferdy Sambo dan Bharada E di media sosial. Video-video dua terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Joshua Hutabarat ini kerap mendulang reaksi positif di TikTok.

Video-video yang banyak beredar tersebut berisi pesan semangat hingga kekaguman pada kedua sosok ini. Salah satu contohnya terlihat di unggahan akun TikTok @zeldidion yang menayangkan cuplikan-cuplikan senyuman Sambo sebelum terjerat kasus pembunuhan berencana ini.

“Manis banget senyumannya Pak. Kapan bisa senyum seperti ini lagi. Semangat terus Pak,” tulis @zeldidion dalam keterangan video yang diunggah Minggu (6/11) lalu.

Pada kolom komentar unggahan yang ditonton lebih dari 10 ribu kali tersebut juga terlihat banyak ungkapan dukungan dan pujian. Mulai dari dukungan agar kasus cepat selesai hingga pujian tentang paras Sambo yang tampan.

Ada pula akun yang menyandingkan cuplikan Sambo berjalan di sidang etik Polri dengan video Ariel Noah dengan pose berjalan yang serupa. Unggahan akun TikTok @notfound2.2 itu bahkan mendapat lebih dari empat juta penayangan.

“Lebih senang sama Pak Sambo, benar-benar mafia legend kereen,” tulis salah satu komentar di video tersebut.

Serupa, terdakwa lainnya yakni Bharada E alias Richard Eliezer juga mendapat banyak dukungan. Bahkan ada beberapa akun yang melabeli “Fans Bharada E”. Salah satunya akun @amorra455 yang banyak menayangkan cuplikan Richard selama persidangan.

Pada unggahan-unggahan tersebut, kolom komentar ramai dibanjiri pujian pada terdakwa. Mulai dari pujian tentang ketampanan hingga kesabaran dalam mengikuti proses persidangan.

Fenomena kemunculan dukungan dan perhatian terhadap terdakwa kasus pembunuhan seperti kemunculan fans Ferdy Sambo memang beberapa kali terjadi di berbagai belahan dunia. Ted Bundy Kasus pembunuhan berantai di Amerika Serikat tahun 70-an jadi salah satu contohnya.

Lelaki yang membunuh lebih dari 30 perempuan itu justru banyak mendapat dukungan saat menjalani persidangan. Ted Bundy mendapat simpati salah satunya karena ketampanan yang ia miliki.

Selain itu, belum lama ini juga terjadi fenomena serupa setelah Netflix merilis serial dokumenter berjudul “Monster: The Jeffrey Dahmer Story”. Serial yang dirilis akhir September lalu tersebut mendulang banyak perhatian penonton dari seluruh dunia.

Namun yang membuat heran, ternyata banyak dari penonton yang justru menggemari sosok pelaku pembunuhan yang diperankan oleh aktor Evan Peters. Hal ini membuat kreator serial tersebut mengaku bingung.

Ian Brennan, seorang penulis skenario yang terlibat dalam pembuatan “Monster: The Jeffrey Dahmer Story” mengaku tidak menyangka adanya basis-basis fans yang muncul setelah tayangan itu rilis.

“Itu menyeramkan. [Saya belum lihat fannya] Tapi itu gila,” ujar Brennan menanggapi informasi kemunculan penggemar Dahmer di media sosial, seperti diberitakan Page Six.

Iklan

Brennan menjelaskan bahwa pihak kreator berusaha menampilkan sosok Dahmer seobjektif mungkin, Menggambarkan betapa kejam sosok tersebut sebagai pembunuh berantai yang juga kanibal. Namun ia tidak menyangka bahwa itu justru mendatangkan simpati pada pembunuh yang melakukan sebagian besar kejahatannya pada rentang 1987-1991.

“Saya rasa kami menunjukkan kisah seorang manusia. Dia adalah manusia kejam dan juga monster yang sangat mengerikan,” kata Brennan.

“Kami berusaha menampilkan potret itu dengan seobjektif mungkin. Kami telah menyelesaikan pekerjaan rumah kami,” imbuhnya.

Penulis: Hammam Izzudin
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Ferdy Sambo Kena Pasal Pembunuhan Berencana

Terakhir diperbarui pada 7 November 2022 oleh

Tags: bharada eferdy sambotiktok
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Open Donasi Bodong Mengeksploitasi Kemiskinan MOJOK.CO
Catatan

Gara-Gara Kapitalisme, Kita Lebih Mudah Nyawer Gift TikTok atau Berdonasi Online daripada Membantu Tetangga yang Susah

22 Januari 2026
Gawai adalah Candu: Cerita Mereka yang Mengalami Brain Rot karena Terlalu Banyak Menonton Konten TikTok.MOJOK.CO
Mendalam

Gawai adalah Candu: Cerita Mereka yang Mengalami Pembusukan Otak karena Terlalu Banyak Menonton Konten TikTok

3 Juli 2025
Ragam

Selamat Datang, Post-Truth: Era di Mana Influencer Problematik Promotor Judol Lebih Dipercaya Ketimbang Ahlinya Ahli

30 Oktober 2024
Live Streaming TikTok Menggiurkan, tapi Menyimpan Kepahitan dan Sisi Gelap MOJOK.CO
Konter

Live Streaming TikTok Menggiurkan, tapi Menyimpan Kepahitan dan Sisi Gelap

4 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT MOJOK.CO

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT

2 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen yang Nggak Perlu Ngomongin Toleransi MOJOK.CO

Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen Kok Nggak Ngomongin Toleransi

2 Februari 2026
blok m jakarta selatan.mojok.co

Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign

5 Februari 2026
Toko musik analog, Dcell Jogja Store. MOJOK.CO

Juru Selamat “Walkman” di Bantul yang Menolak Punah Musik Analog

2 Februari 2026
Sesi mengerikan kehidupan di desa: orang tua nelangsa karena masih hidup tapi anak-anak (ahli waris) sudah berebut pembagian warisan MOJOK.CO

Nelangsa Orang Tua di Desa: Diabaikan Anak di Masa Renta tapi Warisan Diperebutkan, Ortu Sehat Didoakan Cepat Meninggal

3 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.