Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Jadi Ketua Umum PDIP Sejak 1999, Megawati Ingin Pensiun dari Dunia Politik

Redaksi oleh Redaksi
16 November 2018
A A
megawati
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dari seluruh ketua umum partai yang berlaga di Pilpres 2019 mendatang, Megawati adalah ketua umum dengan masa jabatan paling lama. Megawati tercatat sudah menjadi ketua umum PDI Perjuangan sejak tahun pertama partai berlogo banteng tersebut berdiri di awal 1999 (bahkan kalau dihitung sejak masih bernama PDI, Megawati sudah menjadi ketua umum sejak 1993), yang mana artinya ia sudah menjabat selama 19 tahun.

Megawati memang selalu menjadi pilihan utama dalam pemilihan ketua umum di PDIP. Megawati terpilih menjadi ketua dalam empat periode pemilihan ketua umum. Jabatannya di masa periode yang keempat ini akan berakhir 2020 mendatang.

Iklan

Nah, setelah masa kepemimpinannya berakhir tahun depan, Megawati agaknya tidak akan menjadi ketua umum lagi. Hal tersebut dikatakan langsung oleh Megawati yang mengisyaratkan sudah ingin pensiun dari dunia politik.

“Memang saya kalau dilihat, perjalanan politik sudah cukup lama. Saya ketum parpol paling senior sekian lama belum diganti-ganti, padahal saya sudah lama berharap diganti,” ujar Megawati dalam pidatonya saat membuka sekolah calon anggota legislatif tingkat DPR di Kantor DPP PDIP, Kamis 15 November kemarin.

Megawati mengaku heran dengan para kader PDIP yang seakan tak pernah bosan memilih dirinya sebagai ketua umum.

“Saya kan ketua umum partai, enggak bosan-bosan ya orang milih saya,” ujar Megawati. “Kadang kalau kumpul dengan ketua umum saya malu sendiri karena umur saya plus 17,” lanjutnya yang langsung disambut dengan gelak tawa seluruh hadirin yang hadir.

Saat ini, selain berstatus menjadi ketua umum PDIP, Megawati juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau (BPIP).

Megawati mengatakan bahwa dirinya sudah terlalu renta untuk bekerja, namun dirinya tak bisa menolak kala dirinya mendapatkan tugas dari presiden sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP yang urusannya menyangkut ideologi negara.

“Padahal umur saya sudah 70 plus. Tapi hari ini malah ditambahi tugas ideologi Pancasila,” canda Megawati. 

Nah, setelah Megawati mengatakan ingin segera pensiun dati dunia politik, lantas kira-kira, siapakah yang kelak bakal terpilih menjadi Ketua Umum PDIP? Apakah Jokowi? Atau apakah malah Puan Maharani?

Entahlah, namun yang jelas, sekarang memang sudah saatnya bagi para kader PDIP untuk menyanyikan lagu Elpamas yang legendaris itu, dengan sedikit perubahan konteks, tentu saja:

Bu Mega sudahlah, engkau sudah terlihat lelah, o ya…
Bu Mega sudahlah, kami mampu untuk bekerja, o ya…

Bu Megaaaa…

megawati

Terakhir diperbarui pada 16 November 2018 oleh

Tags: Megawatipdippilpres
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Pakar UGM nilai, ikap Megawati atas retret: menjaga kewibawaan PDIP MOJOK.CO
Kabar

Ketundukan Kepala Daerah pada Megawati: Marwah PDIP hingga Efek Retret yang Belum Tampak Hasilnya

22 Februari 2025
Hasto Wardoyo pilih urus sampah di Kota Jogja di tengah ketidakpastian instruksi retret Megawati untuk kader PDIP MOJOK.CO
Kabar

Urus 1.600 Ton Sampah Kota Jogja di Tengah “Drama”

21 Februari 2025
Menanti keputusan Megawati yang belum pasti di DPD PDIP Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) MOJOK.CO
Kabar

Suasana Serba Tak Pasti di Kantor DPD PDIP DIY Menanti Kepastian Megawati

21 Februari 2025
Solo Fighter PDIP vs Keroyokan di Kandang Banteng, Pilkada 2024.MOJOK.CO
Kabar

Solo Fighter vs Keroyokan di Kandang Banteng, Benarkah Jateng Tak “Merah” Lagi? 

29 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Percepatan sertifikasi tanah wakaf di Jawa Tengah (Jateng): kesadaran pentingnya tanah dengan sertifikat MOJOK.CO

Kesadaran Sertifikasi Tanah Wakaf Warga Jateng Tertinggi Nasional, Karena Sertifikat Tempat Ibadah Penting agar Tak Jadi Masalah

16 Juni 2026
kambing yang tergencet dan gagal dalam upaya perlindungan hewan. MOJOK.CO

Ekspor Hewan Ternak Jarak Jauh Sama dengan Menyiksa Hewan Secara Perlahan hingga Mati

15 Juni 2026
Menunggu Jogja Punya Sirkuit Balap Motor Permanen MOJOK.CO

Lahirkan Pembalap Kelas Dunia, Tapi Jogja Tak Punya Sirkuit Balap Permanen

15 Juni 2026
Cuti haid: hak pekerja perempuan saat menstruasi tapi diabaikan perusahaan MOJOK.CO

Cuti Haid Jadi Hak Penting Pekerja Perempuan yang Disepelekan Perusahaan: Izinnya Ribet dengan Ancaman SP, Nyeri Mens Dicap Lebay

15 Juni 2026
Bagi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Dahlan Iskan, iklim investasi di Jateng sangat cocok bagi pengusaha untuk investasi MOJOK.CO

Iklim Investasi di Jawa Tengah Menarik Hati, Bikin Puluhan Pengusaha Melirik untuk Kolaborasi

19 Juni 2026
Orang desa tidak mengenal konsep pensiun dan menua dengan tenang (slow living). Itu hanya konsep orang kota MOJOK.CO

Pensiun Ala Orang Desa Tak Seperti Bayangan Orang Kota: Bukan karena Rencana Slow Living tapi Dipaksa Keadaan Getir

19 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.