Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Iuran BPJS Kesehatan Fiks Naik Dua Kali Lipat per 1 September 2019

Redaksi oleh Redaksi
30 Agustus 2019
A A
BPJS naik MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Iuran BPJS Kesehatan akan naik dua kali lipat per 1 September 2019. Kenaikan ini diharapkan bisa memangkas defisit BPJS yang tahun ini diperkirakan mencapai Rp32 triliun.

Gonjang-ganjing defisit BPJS Kesehatan selama bertahun-tahun akhirnya dipuncaki dengan solusi yang klise tapi efektif: menaikkan iuran. Pada 2014 defisit BPJS Kesehatan “cuma” Rp1,9 triliun. Pada 2015, naik jadi Rp9,4 triliun. Pada 2016, defisit mengecil menjadi Rp6,4 triliun. Namun, pada 2017 melonjak tajam menjadi Rp13,8 triliun. Pada 2018, naik lagi menjadi Rp19,4 triliun.

Wajar jika pemerintah butuh solusi efektif dan paling cepat terasa dampaknya. Sebab, Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani sudah bilang, 2019 ini potensi kerugian BPJS berpotensi naik menjadi Rp32,8 triliun. Salah satu penyebab defisit BPJS Kesehatan ialah karena peserta mandiri banyak yang menunggak pembayaran.

Total peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), demikian nama program yang dikelola BPJS Kesehatan, saat ini 223 juta orang. Rinciannya:

  1. peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari APBN 96,5 juta orang,
  2. peserta PBI dari APBD 37,3 juta orang,
  3. peserta berstatus Pegawai Penerima Upah (PPU) pemerintah 17,1 juta orang,
  4. PPU badan usaha dari swasta maupun BUMN sebanyak 34,1 juta orang,
  5. Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) 32,5 juta orang.

Selain peserta kategori poin ke-5, iuran peserta BPJS Kesehatan tertib dibayarkan karena pakai model potong gaji setiap bulannya. Sebagian beban iuran ditanggung oleh pemberi kerja dan sebagian oleh peserta itu sendiri.

Sri Mulyani sendiri sudah memberikan saran paling sederhana sebagai usaha memangkas defisit. Solusinya ada pada BPJS Kesehatan sendiri yang punya wewenang, hak, dan kekuasaan untuk melakukan “eksekusi”. Sederhananya, BPJS harus berani menagih peserta dengan cara agak keras. Jangan hanya manja ketika defisit, langsung memohon ditalangi oleh Kementerian Keuangan.

Seharusnya BPJS Kesehatan tidak khawatir melakukan aksi tidak populer dengan menagih iuran BPJS. Keberadaan asuransi kesehatan ini sudah terbukti sangat membantu masyarakat Indonesia mendapatkan layanan kesehatan. Toh, bagi mereka yang tidak mampu, pemerintah masih akan membantu menyubsidi iuran bulanannya. Jadi, buat kamu semua yang mampu, jangan sampai lupa membayar iuran BPJS.

Keputusan menaikkan iuran JKN-KIS sudah pasti dilakukan dan tinggal menunggu legalitas dari pemerintah. “Itu sudah kami naikkan, segera akan keluar perpresnya. Hitungan seperti yang disampaikan Ibu Menteri (Keuangan) pada saat di DPR kemarin,” kata Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, seperti dikutip CNN Indonesia.

Berikut nominal iuran JKN-KIS pasca kenaikan yang dijadwalkan akan dimulai pada 1 September 2019:

Kelas III, dari Rp25.500 menjadi Rp42.000.

Kelas II, dari Rp59.000 menjadi Rp110.000.

Kelas I, dari 80.000 menjadi Rp160.000.

(yms)

BPJS Naik MOJOK.CO

BACA JUGA Defisit BPJS Itu karena Kita Malas atau Nggak Rela Bayar? atau artikel lainnya dari rubrik KILAS.

Terakhir diperbarui pada 30 Agustus 2019 oleh

Tags: asuransiBPJS naikiuran BPJSsri mulyani
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Jangan Cuma Beli Emas, Perak Juga Bisa Jadi “Senjata Rahasia” Saat Dunia Sedang Tidak Baik-Baik Saja.MOJOK.CO

Jangan Cuma Beli Emas, Perak Juga Bisa Jadi “Senjata Rahasia” Saat Dunia Sedang Tidak Baik-Baik Saja

29 Januari 2026
Purbaya Hendak Selamatkan Petani, tapi Malah Dijegal (Rokok Indonesia:Ekosaint)

Niat Mulia Purbaya Mencegah Kematian Industri Tembakau Malah Dihalangi, Sementara Aksi Premanisme Sri Mulyani Memeras Keringat Petani Dibela

1 Oktober 2025
Sebaiknya Kita Berhenti Menganggap Guru Itu Profesi Mulia, agar Mereka Bisa Digaji Jauh Lebih Layak

Sebaiknya Kita Berhenti Menganggap Guru Itu Profesi Mulia, agar Mereka Bisa Digaji Jauh Lebih Layak

4 September 2025
sri mulyani, guru beban negara.MOJOK.CO

Video Sri Mulyani soal “Guru Beban Negara” Memang Hoaks, tapi Isinya adalah Fakta

21 Agustus 2025
Sekolah Kedinasan Disuapi Anggaran 104 Triliun. Negara Gila! MOJOK.CO

Bukti Indonesia Udah Gila: Sekolah Kedinasan Dapat Anggaran 104 Triliun, ketika Sekolah Formal dengan 62 Juta Pelajar Cuma Dapat Nasi Bungkus

9 Juli 2025
Tarif Pajak 0,5% Cara Negara Membunuh Pedagang Kecil MOJOK.CO

Tarif Pajak 0,5 persen Perlahan Membunuh Pedagang Kecil yang Selama Ini Sudah Menopang Ekonomi Negara, Masih Juga Digerogoti

28 Juni 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Kelebihan Daikin sebagai AC terbaik untuk hunian modern dengan listrik terbatas MOJOK.CO

Daikin Multi-S, Pilihan AC Terbaik untuk Rumah Hemat Energi

15 Agustus 2026
InJourney Bangun Rumah Layak Huni bagi Warga Kalasan, Wujud Kepedulian kepada Warga di Sekitar Destinasi Wisata.MOJOK.CO

InJourney Bangun Rumah Layak Huni bagi Warga Kalasan, Wujud Kepedulian kepada Warga di Sekitar Destinasi Wisata

18 Agustus 2026
Lulus S3 dan Jadi Peneliti, Hidup Saya Malah Bergantung pada Honor Riset yang Tak Kunjung Cair MOJOK.CO

Lulus S3 dan Jadi Peneliti, Hidup Saya Malah Bergantung pada Honor Riset yang Tak Kunjung Cair

19 Agustus 2026
Grup WhatsApp keluarga, tempat menghakimi hidup orang lain (Unsplash)

Grup WhatsApp keluarga bukan tempat silaturahmi, tapi sumber stres baru ketika berubah menjadi ruang sidang untuk menghakimi hidup orang lain

18 Agustus 2026
Saat adik saya jadi korban bullying (perundungan) di sekolah, pihak guru malah menganggapnya masalah biasa MOJOK.CO

Melabrak Guru usai Adik Jadi Korban Bullying di Sekolah hingga Cedera: Saya Justru Menerima Jawaban Memuakkan

18 Agustus 2026
ilustrasi - pekerja (Ega Fansuri/Mojok.co)

Pelarian Laki-laki Burnout usai Dihantam Pekerjaan tapi Dipaksa Kuat karena Tuntutan Kepala Keluarga Ideal

20 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.