Wonosobo siap membuat sejarah baru melalui sebuah acara kolaborasi lintas komunitas. Mengusung nama NOISE SPEED KILLA, acara ini secara khusus dirancang untuk mempertemukan dentuman musik heavy rock dengan estetika dunia motor kustom dalam satu ruang pertunjukan yang sama.
Gelaran ini dijadwalkan akan menghentak Le Coffee Wonosobo pada hari Sabtu, 5 Juli 2026.
Acara berskala nasional ini lahir dari inisiatif dua pihak, yakni Rise of the Deadtown dan Ranggas Motorcycle.
View this post on Instagram
Rise of the Deadtown dikenal sebagai kolektif musik yang selama ini menjadi tulang punggung ekosistem pertunjukan musik lokal di Wonosobo. Mereka bergerak dengan keyakinan penuh bahwa kota tersebut layak mendapatkan tontonan yang lebih dari sekadar hiburan biasa.
Di sisi lain, Ranggas Motorcycle merupakan wadah bagi anak-anak muda yang menaruh kecintaan mendalam pada mesin, besi tua, dan motor kustom. Bagi komunitas Ranggas, motor bukanlah sekadar alat transportasi, melainkan identitas, gaya hidup, dan ruang di mana seni dapat menyatu dengan mesin.
Pertemuan dua entitas beda fokus ini melahirkan sebuah perayaan meriah yang tidak hanya berisi panggung musik. NOISE SPEED KILLA akan memanjakan para pengunjungnya dengan rangkaian acara pendukung yang padat.
Beberapa agenda yang telah disiapkan antara lain:
- Pameran ragam motor kustom.
- Pertunjukan live music.
- Berbagai program kreatif lainnya.
Sebagai daya tarik utama, penyelenggara mendatangkan Jangar, unit heavy/stoner rock asal Denpasar, Bali. Kehadiran Jangar sangat relevan dengan konsep acara ini, mengingat band tersebut lahir dan tumbuh besar dari rahim komunitas motor kustom legendaris di Bali, yakni NK13 (Naskleng 13).
Lewat deretan lagu dari album “Jelang Malam”, Jangar tidak sekadar menyajikan musik keras, tetapi juga membawakan narasi kuat tentang persahabatan, kebebasan di jalanan, dan kebanggaan berkendara.
Mereka saat ini memiliki basis penggemar yang sangat luas, menjangkau dari builder motor di garasi-garasi kecil hingga komunitas besar di berbagai kota di Indonesia.
Selain Jangar, penyelenggara juga akan menampilkan line up local heroes Wonosobo. Antara lain unit hardcore Gamma Blaster, Mayak, dan trio heavy-rock Takabur.

Membawa pesan mandiri dan dampak ekonomi lokal Wonosobo
Bagi skena lokal, NOISE SPEED KILLA membawa pesan yang jauh lebih besar daripada sekadar acara akhir pekan. Selama ini, Wonosobo jarang dilirik sebagai tujuan tur oleh band-band skala nasional akibat minimnya dukungan infrastruktur industri kreatif dan kurangnya perhatian.
Menghadapi tantangan tersebut, acara ini hadir sebagai sebuah pernyataan sikap yang tegas bahwa para pelaku kreatif Wonosobo mampu bergerak mandiri tanpa harus diam menunggu.
Dari sisi perputaran uang, acara ini juga dirancang untuk memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi daerah. Dengan menargetkan kedatangan 1.000 hingga 2.000 pengunjung dari berbagai penjuru wilayah, sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Wonosobo diproyeksikan akan mendapat keuntungan besar.
Pihak penyelenggara memastikan bahwa pelaku usaha kuliner, pengrajin tangan, hingga para penjual merchandise akan merasakan manfaat penghasilan langsung dari ramainya pengunjung acara ini.
Lebih dari itu, kesuksesan gelaran NOISE SPEED KILLA ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi kolektif-kolektif kreatif lain di daerah tersebut. Acara ini juga didorong menjadi pembuktian kepada pemerintah daerah setempat bahwa industri kreatif di Wonosobo itu nyata, terus hidup, dan sangat siap untuk tumbuh sejajar dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia.
Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Muchamad Aly Reza
BACA JUGA: Babi, Anjing, dan Pink Floyd Versi Cadas yang Lahir dalam Wujud Perempuan Bernama Gabriëlle














