Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hiburan

5 Rekomendasi Mie Ayam Khas Jogja, Kuah Kental yang Berbeda dengan Daerah Lain

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
26 April 2023
A A
mie ayam khas jogja mojok.co

Ilustrasi mie ayam (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Mie ayam khas Jogja punya cita rasa yang manis. Keunikan lainnya adalah kuahnya yang pekat dan kental. Jenis mie ayam yang jarang kamu temui di daerah lain.

Jogja memang punya banyak destinasi kuliner. Wisatawan yang datang kemari punya banyak pilihan untuk memanjakan lidah. Meski, hampir semua kuliner khasnya lekat dengan cita rasa manisnya. Beberapa yang populer di antaranya gudeg dan bakpia.

Mie ayam memang jenis kuliner yang identik dengan Jogja. Jika bicara kuliner ini, Wonogiri, Bangka, sampai Jakarta memang lebih populer. Namun di kota ini, tetap ada jenis mie merakyat dengan ciri khas yang kuat.

Sejarahnya berawal dari sosok bernama Tumini pemilik Mie Ayam Bu Tumini yang cabang utamanya  terletak di utara Terminal Giwangan. Warung ini sudah eksis sejak 1990. Banyak orang menyebut bahwa warung ini menjadi cikal bakal gagrak mie ayam sari rasa jati ayu dengan kuah kental dan cita rasa manisnya yang kuat.

Eko Supriyanto (44), anak dari Bu Tumini mengungkap kalau ibunya membuat resep mie ayam yang memang sesuai dengan karakter kuliner Jogja. Keluarga pembuat mie ini berasal dari Jatiayu, Gunungkidul.

“Ya kalau bicara Jogja kan gudeg ya. Gudeg kan dikenal manis juga rasanya. Nah kita ingin buat yang manis, agar cocok sama lidah orang sini,” jelas Eko saat Mojok wawancara.

Awalnya warung mie ayam khas Jogja ini mengutamakan rasa manis saja. Sedangkan proses pembuatan kuah sehingga menjadi kental seperti sekarang berkembang perlahan.

Mie ayam Bu Tumini, salah satu mie ayam di Jogja.
Kuah kental Mie Ayam Bu Tumini yang khas Jogja (Hammam Izzuddin/Mojok.co)

Kuah kental itu berasal dari potongan sawi hijau dengan labu siam yang melalui proses penghalusan dan pencampuran. Olahan itu menghasilkan serat yang lebih kental dari kuah pada umumnya.

Rasanya pun unik, menjadikannya mie ayam khas Jogja yang jarang ditemukan di daerah lain. Karakternya lantas mendapat sebutan gagrak Sari Rasa Jatiayu. Mojok merangkum tujuh lima warung mie ayam dengan ciri khas semacam ini.

#1 Mie Ayam Bu Tumini

Popularitas warung Bu Tumini berkembang pesat sehingga terdapat setidaknya empat cabang hingga saat ini. Tersebar di beberapa penjuru Jogja.

Eko Supriyanto, anak pertama Bu Tumini mengelola cabang Mie Ayam Tumini Junior di Tridadi, Sleman. Eka Noviawati, anak kedua mengelola cabang utama Mie Ayam Bu Tumini Sari Rasa Jatiayu di utara Terminal Giwangan.

Kemudian anak ketiga mengelola Mie Ayam Bu Tumini 2 yang terletak satu kilometer di selatan cabang pertama. Terakhir, terdapat cabang lain Mie Ayam Bu Tumini 2 Maguwoharjo yang dikelola oleh saudara. Keempat cabang ini punya cita rasa yang identik namun masing-masing memberikan inovasi berbeda.

#2 Mie Ayam Bakso As-Sidiq

Berbeda dengan Mie Ayam Bu Tumini, warung ini juga menyediakan menu bakso. Lokasinya terletak di Jalan Segoroyoso, Pungkuran, Pleret, Bantul. Pelanggan bisa mencicipi mie ayam dengan kuah kental bercita rasa manis gurih di sini. Ternyata, pemilik warung ini merupakan kakak dari Bu Tumini.

#3 Mie Ayam Andini

Seperti sebelumnya, Mie Ayam Andini juga masih tergolong saudara dengan pemrakarsa gagrak Sari Rasa Jatiayu. Pemiliknya merupakan adik bungsu dari Bu Tumini.

Iklan

Warungnya terletak di Jalan Imogiri Barat KM 5, Bangunharjo, Sewon, Bantul. Mie Ayam Andini menyajikan cita rasa mie ayam khas Jogja berkuah kental dengan rasa yang manis. Variasinya pun beragam, mulai dari mie ayam bakso, ceker, hingga sosis.

#4 Mie Ayam Dek Fazza

Warung ini terletak jauh dari keramaian, tepatnya di tengah desa Bangunharjo, Sewon, Bantul. Sekitarnya merupakan hamparan persawahan.

Pemilik warung ini, Tri (32) ternyata juga mantan karyawan di Mie Ayam Bu Tumini. Lelaki asli Solo itu bekerja di sana sejak 2004 hingga 2018. Sebelum akhirnya mencoba peruntungan membuka usaha sendiri dengan karakter cita rasa yang serupa.

Seporsi mie di sini punya ukurang yang cukup besar. Harganya pun terjangkau. Sehingga tak heran, meski lokasinya sedikit jauh dari keramaian, namun tetap ramai.

#5 Mie Ayam Jati Roso Dek Kenan

Bu Tumini bukan hanya terkenal dengan cita rasanya yang khas, namun juga melahirkan banyak pedagang mie ayam yang tersebar di Jogja. Selain Dek Fazza, warung Mie Ayam Jati Roso Dek Kenan yang terletak di Kasihan, Bantul juga milik mantan karyawan Bu Tumini.

Cita rasanya juga serupa. Namun dengan beberapa inovasi yang dikembangkan sendiri oleh pemiliknya.

Selain lima warung di atas, masih banyak lagi penjual mie ayam khas Jogja. Sebagian di antara para penjual itu merupakan kerabat atau mantan karyawan yang pernah belajar di Mie Ayam Bu Tumini. Namun banyak juga yang tidak ada kaitannya tetapi turut mempopulerkan cita rasa manis dan kental yang sudah eksis sejak 90-an.

Penulis: Hammam Izzudin
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Pempek Masuk 5 Besar Seafood Terbaik, Resto Ini Jadi Rekomendasi dan artikel menarik lainnya di rubrik Kilas

Terakhir diperbarui pada 26 April 2023 oleh

Tags: bu tuminikhas jogjamie ayam
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Mie ayam surabaya untuk quality time. MOJOK.CO
Urban

Makan Mie Ayam, “Quality Time” Orang Surabaya dan Balas Dendam Terbaik untuk Melampiaskan Getirnya Hidup

25 Februari 2026
mie ayam Surabaya. MOJOK.CO
Catatan

Mie Ayam Surabaya Buatan Pak Man, Tempat Saya “Berobat” setelah Lelah di Perantauan meski Pedagangnya Pendiam

20 Februari 2026
Potensi Sebenarnya Gudeg Jogja Dibunuh oleh Branding Wisata (Unsplash)
Pojokan

Potensi Besar Gudeg Jogja Mati karena Branding Makanan Khas Jogja yang Cuma Dikenal Sebagai Makanan Serba Manis

23 Januari 2026
Ilustrasi Mie Ayam di Jogja, Penawar Kesepian dan Siksaan Kemiskinan (Unsplash)
Pojokan

Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam

19 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

KIP Kuliah di Jogja.MOJOK.CO

Ironi Penerima KIP Kuliah di Jogja: Uang Beasiswa Habis Buat Bayar Utang Keluarga, Rela Makan Rp20 Ribu per Hari Demi Tak Putus Kuliah

27 Februari 2026
Yang paling berat dari mudik lebaran ke kampung halaman bukan pertanyaan kapan nikah atau dibandingkan di momen halal bihalal reuni keluarga, tapi menyadari orang tua makin renta dan apa yang terjadi setelahnya MOJOK.CO

Hal Paling Berat dari Mudik Bukan Pertanyaan atau Dibandingkan di Reuni Keluarga, Tapi Ortu Makin Renta dan Situasi Setelahnya

27 Februari 2026
Membenci tradisi tukar uang alias penukaran uang baru menjelang lebaran untuk bagi-bagi THR MOJOK.CO

Tak Ikut Tukar Uang Baru buat THR ke Saudara karena Tradisi Toxic: Pilih Jadi Pelit, Dibacotin tapi Bahagia karena Aman Finansial

3 Maret 2026
Mudik ke desa pakai motor setelah bertahun-tahun merantau di kota seperti Jakarta jadi simbol perantau gagal MOJOK.CO

Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga

26 Februari 2026
Honda Scoopy Jual Tampang Bikin Malu, Mending Supra X 125

Honda Scoopy yang Cuma Jual Tampang Seharusnya Malu kepada Supra X 125 yang Tampangnya Biasa Saja, tapi Mesinnya Luar Biasa

28 Februari 2026
Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali

27 Februari 2026

Video Terbaru

Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

28 Februari 2026
Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.