Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Haryadi Suyuti Diangkut KPK, Baliho di Balkot Dicopot

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
3 Juni 2022
A A
baliho haryadi suyuti mojok.co

Baliho mantan Walkot Yogyakarta yang tersandung kasus suap, Haryadi Suyuti diturunkan di Balaikota Yogyakarta, Jumat (03/06/2022).(yvesta ayu/mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Mantan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti baru saja ditangkap oleh KPK. Sehari setelah penangkapannya baliho bergambar dirinya di Balai Kota Yogyakarta diturunkan.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak hanya menangkap mantan Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti dalam dugaan korupsi apartemen di Yogyakarta, Kamis (02/06/2022). Dua kepala dinas (kadinas) juga ikut diamankan dan dibawa KPK ke Jakarta, yakni Kadinas Pekerjaan Umum (PU), Muh. Nur Faiq dan Kadinas Penanaman Modal dan Perijinan, Nur Widhi.

Dikabarkan empat pejabat lain pun ikut diciduk dalam penangkapan Haryadi Suyuti. Namun Pemkot Yogyakarta belum memberikan keterangan resmi terkait keempat pejabat tersebut.

Yang menarik saat Haryadi Suyuti ditangkap KPK, baliho besar bergambar dirinya di Balaikota Yogyakarta juga diturunkan pada Jumat (03/0602022). Meski sebenarnya tidak terkait penangkapan Haryadi, momen penurunan baliho tersebut membuat sejumlah warga datang untuk menonton.

Pasca penangkapan Haryadi Suyuti, KPK sudah menyegel sejumlah ruangan. Diantaranya dua ruangan yang berada di ruang walikota. Selain itu dua ruang milik Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berada di lingkungan Pemkot Yogyakarta serta rumah dinas Walikota Yogyakarta.

ruangan haryadi suyuti mojok.co
Ruangan Walikota Yogyakarta disegel KPK, Jumat (03/06/2022). (yvesta ayu/mojok.co)

Penjabat (Pj) Walikota Yogyakarta, Sumadi di kantor Walikota Yogyakarta, Jumat (03/06/2022) mengungkapkan pihaknya sudah mengecek sejumlah nama pejabat yang ikut dibawa KPK ke Jakarta. Selain Kadinas PU serta Kadinas Penanaman Modal dan Perijinan, satu kepala bidang (kabid) Penanaman Modal dan Perijinan serta manan asisten pribadi Haryadi Suyuti.

“ASN ada empat orang, dua kepala dinas, satu kepala bidang sub Koordinator penanaman modal, dan satu staf di penanaman modal (yang dibawa KPK),” jelasnya.

Sumadi menyatakan, sebagai Pj dia mengikuti aturan dan proses hukum. Karenanya Sumadi mempersilahkan penegak hukum melalukan mekanisme dan aturan yang berlaku.

Terkait dugaan suap apartemen, Sumadi belum mendapatkan informasi secara jelas. Pihaknya masih menunggu penjelaskan dari penegak hukum.

“(Dugaan suap) izin apartemen belum tahu. Belum ada informasi. Makanya nanti penjelasan penegak hukum KPK itu seperti apa saya nggak ngerti,” tandasnya.

Meski sejumlah ruang OPD disegel dan tidak ada pejabatnya, Sumadi memastikan pelayanan publik tetap berjalan seperti biasanya. Agar pelayanan tidak stagnan, nantinya akan ditunjuk pelaksana harian (Plh).

“Kami menunggu mekanisme (hukum), ketentuannya kan baru 1×24 jam. Kalau memang ada misalnya harus menyelesaikan persoalan itu ya nanti kami (angkat plh) agar pelayanan tidak stagnan, untuk melayani masyarakat terbaik,” paparnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA KPK Tangkap Mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti dan kabar terbaru lainnya di KILAS.

 

Iklan

 

Terakhir diperbarui pada 3 Juni 2022 oleh

Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

buka usaha di desa, pengusaha.MOJOK.CO
Urban

Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan”

10 April 2026
Nasib WNI kerja di Arab Saudi pakai visa umrah. MOJOK.CO
Sehari-hari

Ironi WNI Kerja di Arab Saudi: Melihat Teman Senasib yang “Pekok” Nggak Mau Pulang ke Tanah Air dan Nekat Melanggar Visa

9 April 2026
Mahasiswa muak dengan KKN di desa. Mending magang saja MOJOK.CO
Edumojok

Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu dan Tak Dibutuhkan Warga

9 April 2026
Gagal seleksi CPNS (PNS ASN) pilih nikmati hidup dengan mancing MOJOK.CO
Sehari-hari

Gagal Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Dicap Tak Punya Masa Depan tapi Malah Hidup Tenang

9 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jurusan Antropologi Unair selamatkan saya usai ditolak UGM. MOJOK.CO

Ditolak UGM Jalur Undangan, Antropologi Unair Selamatkan Saya untuk Tetap Kuliah di Kampus Bergengsi dan Kerja di Bali

6 April 2026
Mahasiswa Jogja nugas di coffee shop

Nugas di Kafe Dianggap Buang-buat Duit, padahal Bikin Mahasiswa Jogja Lebih Tenang dan Produktif

6 April 2026
perumahan, tinggal di desa, desa mojok.co

Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

8 April 2026
Kuliah soshum di PTN merasa gagal karena tak jadi wong untuk orang tua

Lulusan Soshum Merasa Gagal Jadi “Orang”, Kuliah di PTN Terbaik tapi Belum Bisa Penuhi Ekspektasi Orang Tua

6 April 2026
Mahasiswa KKN di desa

KKN Itu Menyenangkan, yang Bikin Muak adalah Teman yang Jadi Beban Kelompok dan Warga Desa yang “Toxic”

9 April 2026
Saya Setuju Orang Jakarta Tajir Tak Betah Slow Living di Desa (Unsplash)

Orang Tajir Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa karena Menolak Srawung Itu Omong Kosong Kebanyakan Gagal Betah karena Ulahnya Sendiri

7 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.