Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hiburan

Film Inang Perkenalkan Kesialan Mitos Rebo Wekasan pada Generasi Z

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
23 Oktober 2022
A A
film inang tentang mitos rebo wekasan mojok.co

Film Inang. (IG @filminang)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Dunia perfilman Indonesia kembali dimeriahkan dengan film baru berjudul “Inang”. Film karya sutradara Fajar Nugros ini dibintangi Naysila Mirdad dan Dimas Anggara bercerita tentang mitos Rebo Wekasan. Inang, yang sudah tayang di bioskop, disebut berbeda dari film bergenre thriller horor lainnya yang banyak menghiasi layar bioskop Indonesia.

Film Inang yang hingga kini sudah ditonton lebih dari 700 ribu orang selama sepekan terakhir. Film ini tidak menjual jump scare adegan berdarah-darah dan hantu. Namun justru membawa pesan kekuatan perempuan di tengah mitos Rebo Wekasan.

Rebo Wekasan merupakan Rabu terakhir di bulan Sapar dalam kalender Jawa. Dalam beberapa kepercayaan, akan ada banyak petaka yang terjadi sehingga disebut dengan hari sial.

Bukan tanpa alasan Nugros memilih mitos tersebut sebagai background filmnya. Mitos Jawa tentang kesialan yang tak banyak lagi diketahui generasi Z itu coba dikenalkan kembali oleh sutradara asal Yogyakarta tersebut.

“Saya dulu masih mengalami dawuh (perintah-red) Sultan (Sri Sultan HB X-Raja Keraton Yogyakarta) untuk nyayur (memasak-red) lodeh untuk menolak bala. Nah saya ingin respon, apakah anak-anak sekarang milenial dan gen Z masih percaya hal-hal seperti itu,” papar Fajar dalam diskusi film Inang di Alun-alun Utara, Sabtu (22/10/2022) malam.

Inang menceritakan kisah Wulan yang diperankan Naysila Mirdad, perempuan hamil yang harus berjuang melawan kekuatan jahat yang ingin mengambil alih kehidupan bayinya dalam mitos Rebo Wekasan. Fajar sengaja memilih cerita Inang atau ibu dan perempuan sebagai inti cerita untuk memperlihatkan sejauh lingkungan memperlakukan mereka.

Fajar mempertanyakan apakah perempuan di kota-kota besar sudah mendapatkan keberpihakan atau kesetaraan. Sebab dalam banyak tayangan film horor, sosok perempuan sering digambarkan tak berdaya dan mendapatkan keadilan saat hidup dan baru balas dendam saat mereka sudah mati.

“Namun di film ini, wulan yang mencoba memberontak dan melakukan perlawanan saat dia masih hidup dengan kekuataannya, bukan saat sudah meninggal. Naysila cocok untuk membintangi film inang ini karena sudah punya pengalaman yang teraniaya,” tandasnya.

Sementara Naysila Mirdad mengaku antusias bisa membintangi film Inang. Film horor yang menjadi pengalaman pertamanya tersebut membuatnya belajar banyak hal. Apalagi Nay-sapaan Naysila adalah orang yang penakut seperti halnya Dimas Anggara yang berperan sebagai Bergas dalam film tersebut.

“Seru banget sih, tapi kami di lokasi sama-sama penakut semua termasuk Dimas (dimas anggara-red) dan [fajar] Nugros juga. Ini genre yang baru untukku. Ya kami bareng-bareng terus di set. Seru sih,” ungkapnya.

Naysila menambahkan, dalam film ini dia bisa belajar mengumpat. Hal yang tak pernah dilakukannya di banyak sinetron yang dibintanginya.

Berperan sebagai perempuan yang tengah mengandung, Nay pun harus belajar banyak hal. Termasuk gestur dan cara jalan perempuan hamil.

“Di film ini akhirnya belajar ngomong [umpatan],” paparnya.

Hal senada disampaikan Dimas yang mengaku memiliki pengalaman baru bermain film horor. Dia merasa mendapatkan pengalaman menyeramkan meski bermain di film tersebut.

Iklan

“Kalau horor-horor, saya mencoba menghindari [meski bermain di film horor], takutnya kepikiran,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Perfect Strangers dan Malapetaka karena Handphone

Terakhir diperbarui pada 26 Oktober 2022 oleh

Tags: film hororfilm inangfilm indonesiarebo wekasan
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Na Willa, film anak yang obati inner child
Seni

‘Na Willa’, Merangkul Inner Child dan Kebutuhan akan Film Anak dari Muaknya Komodifikasi Ketakutan

27 Maret 2026
Sinefil.MOJOK.co
Urban

Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

9 Februari 2026
Film "Surat untuk Masa Mudaku" tayang di Netflix. MOJOK.CO
Catatan

Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi

5 Februari 2026
Film Tukar Takdir Nggak Sekadar Adegan Mesra Nicholas Saputra dan Adhisty Zara dalam Mobil! Mojok.co
Pojokan

Film Tukar Takdir Nggak Sekadar Adegan Mesra Nicholas Saputra dan Adhisty Zara!

8 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran” MOJOK.CO

Tiga Kali Gagal Seleksi CPNS, Pas Sudah Diterima Jadi ASN Malah Tersiksa karena Makan “Gaji Buta”

7 April 2026
Kerja WFH untuk ASN bukan solusi. MOJOK.CO

WFH 1 Hari dalam Seminggu Cuma Bikin Pekerja Boncos dan Nggak Produktif, Lalu Di Mana Efisiensi Pemakaian Energinya?

6 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO

Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Salatiga Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup

6 April 2026
Lulusan farmasi PTS Jogja foto keluarga

Lulusan Farmasi PTS Jogja Bayar Mahal untuk Wisuda, tapi Gagal Foto Keluarga karena Ayah Harus Dirawat di Rumah Sakit Jiwa

7 April 2026
Innova Reborn: Mobil Keluarga yang Paling Punya Adab (Wikimedia Commons)

Ketika Bapak Semakin Ngotot Membeli Innova Reborn untuk Jadi Mobil Keluarga, Anak-anaknya Khawatir Hidup di Desa Jadi Cibiran Tetangga

4 April 2026
Kuliah soshum di PTN merasa gagal karena tak jadi wong untuk orang tua

Lulusan Soshum Merasa Gagal Jadi “Orang”, Kuliah di PTN Terbaik tapi Belum Bisa Penuhi Ekspektasi Orang Tua

6 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.