Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Ekonomi

Jutaan Pengguna Jalan Tol Jadi Alasan Luhut Naikan Tiket Candi Borobudur

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
9 Juni 2022
A A
Borobudur

Wisatawan melintas di pelataran candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (7/6/2022). ANTARA FOTO/Anis Efizudin.tom.

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengkhawatirkan kemungkinan jutaan wisatawan memadati Candi Borobudur setiap tahunnya. Hal itu menjadi salah satu alasan penetapan kenaikan harga tiket cagar budaya ini.

Kekhawatiran tersebut dikarenakan adanya proyek jalan tol yang akan melintasi wilayah Borobudur. Ia mengestimasi keberadaan jalan tol tersebut membuat 26 juta pengguna jalan  lewat setiap tahunnya. Sebagian dari pengendara yang lewat itu berpotensi mampir ke candi umat Buddha ini.

“Jadi dengan kita buka jalan tol sekarang, itu satu tahun akan masuk 26 juta orang, berapa juta bisa masuk ke Borobudur,” tegas Luhut pada rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Kamis (9/6) dilansir dari Antara.

Luhut menekankan bahwa kebijakan penyesuaian harga tersebut didasarkan pada studi mendalam yang telah dilakukan dengan berbagai pihak.

“Jadi mengenai Borobudur, kita bikin studi komprehensif dengan UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) di situ, dan angka itu keluar. Tapi karena ribut semua, kita tunda itu,” paparnya.

Pada rapat tersebut Luhut juga menekankan bahwa kenaikan harga tiker Borobudur ini didasari pentingnya pembatasan maksimal 1.200 pengunjung sehari berdasarkan saran UNESCO. Candi Borobudur disebut telah mengalami penurunan ketinggian dan kerusakan di sejumlah titik.

Luhut memberikan gambaran bahwa belakangan, setelah penyekatan aktivitas karena Covid-19 dilonggarkan, penginapan di wilayah Bobobudur sudah dipenuhi wisatawan. Sehingga ke depan, kemungkinan kenaikan pengunjung akan semakin tinggi.

Selain itu yang tak kalah penting terkait keperluan revitalisasi cagar budaya ini. Luhut menyebut bahwa kenaikan harga tiket masuk Borobudur juga dipertimbangkan untuk kemungkinan tersebut.

Setelah penetapan harga tiket ini rencananya pemerintah juga hendak mengatasi persoalan sampah yag menumpuk di daerah Borobudur. Dalam rapat tersebut, Luhut juga mengeluhkan banyaknya sampah yang berserakan dan menyebabkan bau tak sedap di area tempat wisata itu.

Luhut Binsar Panjaitan banyak terlibat dalam polemik kenaikan harga tiket Borobudur lantaran Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi juga memiliki fungsi untuk mengkoordinasikan sektor pariwisata.

Usulan kenaikan harga sebesar Rp750 ribu per orang ini akan diterapkan pada wisatawan domestik. Sedangkan bagi wisatawan mancanegara, harga yang tiket yang diusulkan sebesar 100 dollar AS per orang dewasa.

Sehari sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memang telah sepakat untuk menunda rencana kenaikan harga tiket masuk Candi Borobudur. Hal ini dilakukan setelah rencana ini menuai pro dan kontra di kalangan publik.

Tarif tersebut dirasa terlalu mahal bagi banyak kalangan. Salah satu tanggapan yang muncul berasal dari pemuka agama Budha, Bikkhu Sri Pannyavaro Mathera yang menganggap harga tiket sebesar Rp750 ribu memberatkan bagi banyak kalangan.

“Rakyat kecil (umat Buddha pedesaan yang berada cukup banyak di Jawa Tengah) sampai meninggal dunia pun tentu tidak akan mampu naik ke atas candi untuk melakukan ‘puja’ atau ‘pradaksina’ karena harus membayar biaya yang sangat mahal baginya,” tulisnya dalam keterangan resmi yang diunggah Media Komunikasi Sangha Theravada Indonesia.

Iklan

Bikkhu Sri Pannyavaro sepakat dengan pembatasan kuota dan rela jika umat Buddha harus mengantre ke Borobudur demi menyalamatkan bangunan candi dalam jangka panjang. Tapi ia menyayangkan jika harus dengan membayar tiket dengan nominal yang disebutkan tadi.

“Biarlah umat Buddha sabar memanti antrian bisa naik ke atas candi kita sendiri. Seperti halnya saudara-saudara Muslim yang juga sabar memanti antrian naik haji sampai beberapa tahun,” lanjutnya dalam keterangan tertulis.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

Terakhir diperbarui pada 9 Juni 2022 oleh

Tags: borobudurBuddhaLuhut Binsar Panjaitan
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Pamong cerita di Borobudur ikuti pelatihan hospitality. MOJOK.CO
Hiburan

Kemampuan Wajib yang Dimiliki Pamong Cerita agar Pengalaman Wisatawan Jadi Bermakna

16 Desember 2025
borobudur.MOJOK.CO
Hiburan

Borobudur Moon Hadirkan Indonesia Keroncong Festival 2025, Rayakan Serenade Nusantara di Candi Borobudur

15 Desember 2025
Kehidupan penuh ketidakpastian di balik hiruk-pikik wisatawan di kawasan Candi Borobubdur, Magelang MOJOK.CO
Catatan

Di Balik Hiruk-Pikuk Wisata Candi Borobudur Magelang: Wisatawan Bersenang-senang, Warga Setempat Hidup dalam “Kepiluan”

27 Agustus 2025
Festival Dolanan di Borobudur: Komitman Pemprov Jateng libatkan anak dalam pembangunan MOJOK.CO
Kilas

Komitmen Pemorov Jateng: Suara Anak-anak Jadi Pertimbangan Kebijakan untuk Pembangunan Ramah Anak

13 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dosen Profesi Nelangsa, Gaji Kalah sama Ngajar Anak SD (Unsplash)

Gelap Masa Depan Dosen, Lulusan S2 Jogja Mending Ngajar Anak SD di Surabaya yang Lebih Menjanjikan dari sisi Gaji

12 Januari 2026
Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026
kekerasan kepada siswa.MOJOK.CO

Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 

15 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.