Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Bola Api Berekor Melintas di Langit Jogja, Berkaitan dengan Hal Mistis?

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
16 September 2023
A A
Bola Api Berekor Melintas di Langit Jogja, Berkaitan dengan Hal Mistis? MOJOK.CO

Ilustrasi bola api yang melintas di langit Jogja. (Alexander Andrews on Unsplash.com)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Fenomena bola api berekor melintas di langit Yogyakarta baru saja terjadi pada Kamis (14/09/2023) malam sekitar pukul 23:15 WIB. Tak hanya di Yogyakarta, lintasan bola api tersebut juga terlihat ke daerah lain seperti Garut, Cimahi dan Klaten. 

Fenomena tersebut bahkan terekam video amatir sehingga ramai menjadi perbincangan di sosial media (sosmed) beberapa hari terakhir. Bahkan ada yang menghubungkan dengan hal mistis. 

Masyarakat ada yang menilai bola tersebut adalah banaspati, sosok hantu atau roh jahat dalam bentuk bola api yang bisa membakar manusia yang mengusiknya. Banaspati juga memiliki penergerian sebagai kiriman santet untuk menyerang seseorang. 

Kejadian munculnya bola api itu pun mendapatkan tanggapan dari Indonesia Space Science Society (ISSS). Direktur ISSS, Venzha Christ menyampaikan, alih-alih berkaitan dengan hal mistis, bola api yang terlihat di langit tersebut merupakan komet yang jatuh ke bumi.

“Semalam itu adalah meteor yang sering disebut sebagai meteor terang. Banyak kemungkinan objek ini  bertabrakan dan masuk ke atmosfer bumi. Ini adalah kejadian yang relatif umum karena jumlahnya sangat banyak,” paparnya kepada wartawan, Jumat (15/09/2023).

Bola api berekor bukan sampah antariksa

Menurut seniman space art tersebut, ia yakin bola api tersebut meteor alih-alih space debris atau sampah antariksa yang memasuki atmosfer bumi. Sebab tidak ada peta dan laporan yang muncul hingga saat ini terkait sampah antariksa. 

Berbeda dengan bola api yang penyebabnya meteor, mudah untuk memantau keberadaan sampah antariksa. Ii karena sampah antariksa merupakan objek buatan manusia dan berada di orbit bumi sehingga tercatat secara detail.

“Sampah antariksa tidak lagi berfungsi atau berguna. Tapi objek [yang terlihat kamis] semalam itu sebutannya juga fireball,” tandasnya.

Bola api meteor atau banaspati di langit Jogja.
Tangkapan layar dari bola api yang melintas di langit Jogja, pada Kamis (14/9/2023) (Twitter @g_pmks)

Lebih mudah mendeteksi sampah antariksa

Orang Indonesia pertama yang mengikuti simulasi hidup di Mars dalam program kolaborasi NASA, SpaceX, NHK Japan, Sony Corporation, MUSK Foundation (Elon Musk Foundation) di Mars Desert Research Station (MDRS) Utah, Amerika Serikat ini menambahkan, ada perbedaan visual antara sampah antariksa dan meteor. 

Walaupun keduanya bisa sangat mirip dan tampak seperti bola api atau benda terang yang jatuh, ada beberapa perbedaan dalam cara mereka muncul. Venzha memastikan lebih mudah untuk mendeteksi dan memprediksi objek buatan manusia daripada meteor. 

“Ini karena perilaku objek buatan manusia dapat diprediksi dengan lebih baik karena orbitnya yang diketahui dan bisa mengawasinya,” jelasnya.

Objek tak berfungsi

Venzha menambahkan, sampah antariksa terdiri dari obyek yang tidak lagi berfungsi dengan baik atau tidak berguna. Di antaranya satelit yang sudah tidak aktif atau bagian-bagian roket. 

Sedangkan bola api meteor yang merupakan meteoroid, asteroid, atau komet yang terbakar ketika memasuki atmosfer Bumi lebih sulit untuk mendeteksinya. 

“Saat sampah antariksa ini mengalami fragmentasi atau ledakan, ia dapat menghasilkan awan partikel kecil yang berpotensi merusak karena ukurannya yang sangat kecil. Bahaya lainnya adalah kemungkinan tumbukan dengan satelit yang masih aktif,” imbuhnya.

Iklan

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Teror Banaspati Saat Menunggu Pompa Irigasi di Sawah

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

 

Terakhir diperbarui pada 16 September 2023 oleh

Tags: banaspatibola apimeteor
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

sepak bola api
Liputan

Merayakan Hari Kemenangan dengan Sepak Bola Api

3 Mei 2022
banaspati
Malam Jumat

Teror Banaspati Saat Menunggu Pompa Irigasi di Sawah

20 September 2018
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jogja City Mall, Sleman bikin orang nyasar. MOJOK.CO

Megahnya Jogja City Mall Bergaya Romawi dengan Filosofi Keberuntungan, Nyatanya Makin Menyesatkan Orang “Buta Arah” Seperti Saya

3 Februari 2026
Tinggal di perumahan lebih bisa slow living dan frugal living ketimbang di desa MOJOK.CO

Salah Kaprah Soal Tinggal di Perumahan, Padahal Lebih Slow Living-Frugal Living Tanpa Dibebani Tetangga ketimbang di Desa

30 Januari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
blok m jakarta selatan.mojok.co

Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign

5 Februari 2026
Cara Pamit Megadeth Agak Cringe, Tapi Jadi Eulogi Manis Buat Menutup Perjalanan Empat Dekade di Skena Thrash Metal.MOJOK.CO

Album “Pamitan” Megadeth Jadi Eulogi Manis dan Tetap Agresif, Meskipun Agak Cringe

30 Januari 2026
Hanya Orang “Tidak Waras” yang Mau Beli Suzuki APV MOJOK.CO

Misteri Adik Saya yang Berakal Sehat dan Mengerti Dunia Otomotif, tapi Rela Menebus Suzuki APV yang Isinya Begitu Mengenaskan

5 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.