Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Bendera PDIP Dibakar Bersama Bendera PKI saat Aksi Demo, PDIP Siap Tempuh Jalur Hukum

Redaksi oleh Redaksi
25 Juni 2020
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Selain membakar bendera PKI, massa aksi juga membakar bendera PDI Perjuangan.

Berdemonstrasi dengan membakar bendera PKI saat ini tentu saja tak pernah menjadi masalah (walau boleh jadi benderanya dijahit sendiri, nyablon sendiri, trus dibakar sendiri juga), sebab memang sampai saat ini, PKI masih menjadi partai yang terlarang. Membakar benderanya atau logonya boleh jadi malah dianggap sebagai aksi yang heroik.

Namun kalau membakar bendera partai lain yang jelas-jelas masih ada, sah, bahkan menjadi partai terbesar di negeri ini, maka tentu saja itu menjadi perkara yang tidak main-main dan layak untuk diperkarakan.

Itulah yang terjadi dalam aksi demonstrasi menolak Rancangan Undang-Undangan Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di depan gedung DPR pada Kamis, 25 Juni 2020 lalu.

Aksi demonstrasi yang melibatkan beberapa organisasi massa seperti Front Pembela Islam (FPI), Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti-Komunis ternyata diwarnai aksi pembakaran bendera PDI Perjuangan.

Massa yang dalam tuntutan aksinya itu mendesak agar pemerintah dan DPR mencabut RUU HIP karena dinilai ramah terhadap paham komunis tersebut awalnya membakar bendera palu arit sebagai bagian dari aksi.

“Bakar bakar bakar PKI, bakar PKI sekarang juga,” teriak massa aksi saat aksi pembakaran bendera palu arut tersebur.

Namun entah bagaimana ceritanya, berdasarkan rekaman video yang beredar di media massa, muncul juga bendera PDI Perjuangan yang kebetulan warnanya sama-sama merah yang ternyata ikut dibakar.

Koordinator aksi tolak RUU HIP, Edy Mulyadi kepada CNN Indonesia mengatakan bahwa aksi pembakaran bendera PDI Perjuangan tersebut tidak diduga dan tidak direncanakan oleh panitia.

“Pembakaran bendera PDIP itu accident, karena saat saya di panggung juga saya bilang kita bakar bendera PKI. Saya cuma menilai sebagai spontanitas aksi massa aja. Jadi tidak dipersiapkan panitia sama sekali,” terang Edy.

Senada dengan Edy, juru bicara Persaudaraan Alumni 212 Haikal Hassan juga menyatakan bahwa pihaknya tak pernah mengagendakan pembakaran bendera PDI Perjuangan. Pihaknya kini sedang mengusut aksi pembakaran tersebut karena dikhawatirkan pembakaran bendera PDI Perjuangan dilakukan oleh penyusup yang ingin mengadu domba dan memperkeruh suasana.

“Lagi diusut juga. Takutnya ada penyusup yang suka adu domba,” terang Haikal.

Sementara itu, pihak PDI Perjuangan menyatakan akan menempuh jalur hukum atas aksi pembakaran bendera PDI Perjuangan.

“PDI Perjuangan dengan tegas menempuh jalan hukum,” terang Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. “Mari kedepankan proses hukum dan seluruh kader-kader PDI Perjuangan diinstruksikan agar tidak terprovokasi.”

Iklan

Nah, kan. Panjang jadinya.

Lagian bakar kok ya bakar bendera. Bakar itu mbok ya jagung, umbi-umbian, marsmallow, atau sotong sekalian. Biar pas demo bubar, bisa langsung disantap. Kan enak. Tuntutan tersampaikan, pulang dalam keadaan kenyang.

bendera pdi

Terakhir diperbarui pada 15 Maret 2021 oleh

Tags: bendera pdipPKI
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Ini Bukan Perkara Sunni vs Syiah, PKI Belapati dengan Iran karena Senasib sebagai Negeri Anti-imperialisme Amerika MOJOK.CO
Esai

Ini Bukan Perkara Sunni vs Syiah, PKI Belapati dengan Iran karena Senasib sebagai Negeri Anti-imperialisme Amerika

11 Maret 2026
PKI dan Politik Ingatan: Dari Demonisasi hingga Penghapusan Sejarah
Video

PKI dan Politik Ingatan: Dari Demonisasi hingga Penghapusan Sejarah

27 September 2025
bti, petani, tani.MOJOK.CO
Ragam

Rumus “3S-4J-4H” Wajib Dijalankan Pemerintah Kalau Mau Petani di Indonesia Maju

28 Januari 2025
Seputar Peristiwa 65 yang Tak Mungkin Ada di Buku Sejarah MOJOK.CO
Esai

Seputar Peristiwa 65 yang Tak Mungkin Ada di Buku Sejarah

30 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa Pariwisata UGM Jogja belajar dari kepala suku di Raja Ampat, lebih dari ilmu kuliah

Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata

13 Maret 2026
Pendidikan karakter Sunan Ampel di Pesantren Ampeldenta Surabaya melalui halal food dan halal living MOJOK.CO

Rasa Sanga (6): Melalui Halal Food dan Halal Living, Sunan Ampel Membentuk Karakter Generasi Islam Berkualitas

13 Maret 2026
Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran

Saya Tak Sudi Mudik dengan Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak

15 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
Kucing peliharaan anak kos Jogja

Anak Kos Jogja Pilih Hidup Miskin demi Hidupi Kucing, Lebih dari Setengah Gaji Habis untuk Piaraan

11 Maret 2026
Ilustrasi mudik lebaran, perumahan.MOJOK.co

Enaknya Lebaran di Perumahan Kota yang Tak Dirasakan Pemudik di Desa, Dianggap Kesepian padahal Lebih Tenang

11 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.