Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Banyak Tokoh dan Organisasi Nasional Menuntut agar Pilkada Serentak Ditunda

Redaksi oleh Redaksi
21 September 2020
A A
pilkada serentak
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pandemi belum juga mereda, pilkada serentak dikhawatirkan bakal menjadi klaster baru. Banyak tokoh dan organisasi mendesak agar pilkada serentak ditunda. 

Jika mengacu pada jadwal yang sudah ditetapkan, pilkada serentak rencananya bakal diselenggarakan pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang. Kendati demikian, kepastian waktu pelaksaan pilkada serentak tahun ini masih sangat bisa berubah mengingat tekanan untuk menunda pelaksanaan pilkada kian hari kian besar. Hal ini seiring dengan kondisi pandemi corona di Indonesia yang semakin memburuk dan belum menunjukkan tanda-tanda bakal mereda.

Ada banyak faktor yang memperkuat tekanan untuk menunda pilkada serentak. Banyak bakal calon pasangan yang dinyatakan positif corona. Per tanggal 9 September 2020 lalu, setidaknya ada 60 calon yang dinyatakan positif corona.

Tak hanya itu, Ketua KPU Pusat dan dua komisionernya juga dinyatakan positif corona.

Kasus-kasus pelanggaran protokol kesehatan dalam rangkaian kegiatan pilkada juga masih banyak terjadi, utamanya saat pendaftaran bakal pasangan calon ke KPU daerah.

Pelanggaran protokol tersebut diprediksi bakal terus berlanjut nanti di masa kampanye atau saat pelaksanaan pencoblosan. Maka, tak heran jika kemudian pilkada serentak dikhawatirkan bakal menjadi klaster corona baru di level nasional.

Satu per satu tokoh dan organisasi nasional pun bersuara untuk mendukung penundaan pelaksanaan pilkada serentak.

Mantan wakil presiden Jusuf Kalla pada Sabtu, 19 September 2020 lalu sempat menyarankan agar pilkada serentak ditunda pelaksanaannya.

“Kalau ternyata sulit dan ternyata sudah untuk mencegah perkumpulan orang hanya 50 sesuai aturan yang dikeluarkan oleh masing-masing gubernur, lebih manfaat ke masyarakat itu bisa ditunda pilkada,” terang Jusuf Kalla. “Saya sarankan ditunda dulu.”

Hal senada juga diungkapkan oleh beberapa tokoh nasional lain seperti ahli politik UGM Abdul Gaffar Karim dan juga aktivis Islam moderat Ulil Abshar Abdalla.

Di level organisasi pun tak jauh berbeda. Nahdlatul Ulama sudah mengeluarkan surat resmi untuk meminta KPU agar menunda pilkada serentak.

“Meminta kepada Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia, pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk menunda pelaksanaan tahapan pilkada serentak tahun 2020 hingga tahap darurat kesehatan terlewati. Pelaksanaan pilkada, sungguh pun dengan protokol kesehatan yang diperketat, sulit terhindar dari konsentrasi orang dalam jumlah banyak dalam seluruh tahapannya,” ujar Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj.

Sementara Muhammadiyah, walau belum ada pembahasan di level pusat, namun di level daerah, sudah ada beberapa pengurus wilayah yang menyarankan agar pilkada serentak ditunda.

Dukungan untuk menunda pilkada serentak juga datang dari Komnas HAM. Lembaga ini bahkan sudah menyuarakan tentang penundaan pilkada serentak sejak lama.

Iklan

“Dengan belum terkendalinya penyebaran Covid-19 bahkan jauh dari kata berakhir saat ini, maka penundaan tahapan pilkada memiliki landasan yuridis yang kuat,” kata Komisioner Komnas HAM Hairansyah.

Yah, memang perputaran uang dan ekonomi di lingkaran pengusaha spanduk dan kaos adalah hal yang penting, namun tentu saja kesehatan dan nyawa masyarakat jauh lebih penting.

pilkada ditunda

BACA JUGA 243 dari 687 Bakal Pasangan Calon Pilkada 2020 Melanggar Protokol Kesehatan Saat Mendaftar atau artikel Kilas lainnya.

Terakhir diperbarui pada 21 September 2020 oleh

Tags: coronakpupilkada serentak
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

kpps bantul.MOJOK.CO
Ragam

Curhat Petugas KPPS Bantul, Gaji Sehari Lumayan tapi Hadapi Saksi Galak dan Tekanan di TPS Lebih Menantang  

11 Februari 2024
Rantis Maung, Spesifikasi Tunggangan Prabowo Gibran ke KPU (foto kompas.com:Nirmala Maulana A)
Politik

Rantis Maung Mengantar Prabowo dan Gibran ke KPU, Ini Spesifikasi Kendaraan Buatan Pindad Itu

25 Oktober 2023
Partai Baru Tidak Bisa Ikut Menyumbang Dana Kampanye MOJOK.CO
Kotak Suara

KPU Ingatkan Partai Baru Tidak Bisa Ikut Menyumbang Dana Kampanye Capres dan Cawapres

13 Oktober 2023
bacaleg mojok.co
Kotak Suara

Masa Perbaikan Berakhir, Ada Parpol yang Ganti Bakal Caleg

13 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

iphone 11, jasa sewa iphone jogja.MOJOK.CO

User iPhone 11 Dicap Kuno dan Aneh karena Tak Mau Upgrade, Pilih Dihina Miskin daripada Pusing Dikejar Pinjol

14 Maret 2026
Pemuda Kediri Nekat kerja di luar negeri (Selandia Baru) sebagai Tukang Cukur. MOJOK.CO

Pemuda Kediri Nekat ke Selandia Baru sebagai Tukang Cukur usai Putus Cinta dan Ditolak Ratusan Lamaran Kerja

10 Maret 2026
Mudik Lebaran naik bus murah berujung menyesal. MOJOK.CO

Habiskan Waktu 78 Jam di Bus untuk Mudik Berujung Kapok dan Frustrasi: Harus Tahan Bau Badan, BAB, hingga “Ditakuti” Teman Sebangku

11 Maret 2026
Lebaran, mudik, s2.MOJOK.CO

Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah

13 Maret 2026
Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Orang "Gagal" yang Dihina Hidupnya, Buktikan Bisa Lolos CPNS hingga PNS. MOJOK.CO

Dulu Kerap Dihina, Ditolak Kampus Top hingga Nyaris DO dan Beasiswa Dicabut, Kini Buktikan Bisa Lolos Seleksi CPNS

10 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.