Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Anies Baswedan Disambut Sebagai ‘Gubernur Indonesia’ oleh Panitia Reuni 212

Redaksi oleh Redaksi
2 Desember 2019
A A
Anies Baswedan Disambut Sebagai ‘Gubernur Indonesia’ oleh Panitia Reuni 212

Anies Baswedan Disambut Sebagai ‘Gubernur Indonesia’ oleh Panitia Reuni 212

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – “Selamat datang Bapak Anies Baswedan, Gubernur Indonesia.” Begitu sambutan panitia Reuni 212 ke Gubernur Jakarta ini. Waw, Indonesia otw jadi provinsi nih.

Dalam acara Reuni 212 episode ketiga, beberapa tokoh politik ikut hadir menyemarakkan acara. Dari Wakil Ketua MPR sekaligus politisi PKS, Hidayat Nur Wahid, ada juga Mardani Ali Sera, dan juga anggota DPR RI sekaligus elite Partai Gerindra, Fadli Zon.

Massa sebenarnya sudah tampak berkumpul sejak pukul 03.00 dini hari. Usai melaksakan salat tahajud bersama dilanjutkan dengan salat subuh berjamaah dan zikir, Reuni 212 episode ketiga ini dilanjutkan dengan pembacaan doa dan menyanyi lagu “Indonesia Raya”.

Acara kemudian dilanjutkan di Lapangan Silang Monas. Nah, di tempat inilah muncul peristiwa unik. Terutama ketika Anies Baswedan dipersilakan untuk memberi sambutan pembawa acara Reuni 212 menyeletuk “jabatan baru” bagi Gubernur DKI Jakarta ini.

“Selamat datang Bapak Anies Baswedan, Gubernur Indonesia.”

“Bapak Gubernur Indonesia. Sebelum 2024 mimpin Indonesia beneran, beliau harus tetap megang Jakarta. Takbir! Bapak Haji Anies Baswedan. Alhamdulillah beliau hadir di tengah-tengah kita,” lanjut panitia pembawa acara.

Waw, Indonesia otw jadi provinsi cuy.

Dalam sambutannya sendiri, Anies merasa bahwa dirinya bersyukur bahwa untuk keempat kalinya acara 212 dilaksanakan, semua berjalan dengan lancar dan damai.

“Monas menjadi tempat di mana semua berkumpul di mana, di lapangan besar ini dikirimkan pesan bahwa jumlah bisa banyak ratusan ribu berkumpul. Dari seluruh penjuru ketika sampai di tempat ini pesan yang dikirimkan adalah semua hadir. Mengirim pesan damai, aman, dan meneduhkan bagi semua,” kata Anies Baswedan.

Begitu Anies Baswedan menyebut “ratusan ribu”, tentu saja itung-itungan itu langsung dikoreksi oleh beberapa peserta.

Maklum, sebutan “ratusan ribu” itu kesannya seperti mengecilkan jumlah klaim massa yang hadir. Meskipun kalau secara perhitungan ilmiah, massa yang hadir hanya mencapai ribuan orang.

“Jutaan jumlahnya ya? Jutaan tuh katanya,” sambung Anies Baswedan seolah mengalah setelah dikoreksi oleh beberapa peserta Reuni 212 di sekitarnya.

Hal yang membuktikan bahwa tekanan massa pun bisa mengendorkan tekanan logika.

Lah gimana? Yang bilang ini mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Tentu saja pernyataanya soal jumlah massa perlu hati-hati kalau nggak mau kena bully. Meski di sisi lain, bisa jadi Anies ingin memberi contoh, bagaimana pelajaran soal budaya mengalah dalam menghadapi desakan massa.

Iklan

Hm, benar-benar contoh Gubernur Indonesia yang baik.

Oh, iya, karena sudah disambut sebagai “Gubernur Indonesia” gimana kalau setiap 2 Desember 2019 ditetapkan saja sebagai hari libur nasional aja sekalian? Dimulai dari hari ini juga boleh kok, Pak. Plis. (D/F)

Fakta-Fakta Reuni 212 Infografik
Fakta-Fakta Reuni 212 Infografik

BACA JUGA Halo Jokower, Serangan Kalian ke Anies Baswedan Bisa Jadi Bumerang atau tulisan rubrik KILAS lainnya.

Terakhir diperbarui pada 2 Desember 2019 oleh

Tags: 212Anies Baswedanmonasreuni 212
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Prabowo Itu Pura-pura Goblok dan Anies Masuk Perangkap MOJOK.CO
Aktual

Prabowo Itu Pura-pura Goblok dan Anies Masuk Perangkap

8 Januari 2024
Anies Baswedan.MOJOK.CO
Aktual

Teka-teki Kematian Harun Al-Rasyid yang Jadi Sorotan Anies Baswedan saat Debat Capres

12 Desember 2023
Debat Capres 2024 11 Panelis dari UIN, UGM, dan Universitas Terkemuka Lainnya Siap Uji Ketangkasan Capres
Politik

Debat Capres 2024: 11 Panelis dari UIN, UGM, dan Universitas Terkemuka Lainnya Siap Uji Ketangkasan Capres

12 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa muak dengan KKN di desa. Mending magang saja MOJOK.CO

Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang

8 April 2026
Vario 160 Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Honda MOJOK.CO

Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan

3 April 2026
Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer MOJOK.CO

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

7 April 2026
Ambisi beli mobil sebelum usia 30. Setelah terbeli Suzuki Ertiga tetap tidak bisa senangkan orang tua dan jadi pembelian sia-sia MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia

3 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO

Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Salatiga Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup

6 April 2026
Sumbangan pernikahan di desa, jebakan yang menjerat dan membuat warga menderita MOJOK.CO

Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”

8 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.