Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Amien Rais Diminta Mundur dari Partai oleh Sejumlah Pendiri PAN

Redaksi oleh Redaksi
27 Desember 2018
A A
amien rais
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Menjelang Pilpres 2019 yang hanya tinggal beberapa bulan ini, Partai Amanat Nasional (PAN) justru dilanda gejolak yang hebat dalam tubuh partai. Setelah sebelumnya beberapa kader PAN memutuskan “membelot” dengan mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, kini muncul gejolak baru dalam bentuk permintaan agar Amien Rais mundur dari jabatan Ketua Dewan Kehormatan PAN.

Tak tanggung-tanggung, yang meminta Amien Rais agar mundur dari jabatannya di PAN adalah sejumlah tokoh penting yang merupakan perintis dan pendiri PAN.

Permintaan agar Amien Rais mundur tersebut disampaikan melalui surat terbuka atas nama lima tokoh pendiri PAN, yakni Abdillah Toha, Albert Hasibuan, Goenawan Mohamad, Toeti Heraty, dan Zumrotin.

Goenawan Mohamad saat dimintai konfirmasi terkait dengan surat tersebut membenarkan bahwa dirinya bersama empat orang lainnyalah yang menandatangani surat terbuka tersebut.

Dalam isi surat tersebut, kelima pendiri PAN memberikan saran agar Amien Rais mundur dari jabatannya sebagai Ketua Dewan kehormatan karena manuver-manuver politik Amien Rais sudah dianggap sudah tak sejalan dengan prinsip-prinsip awal pendirian partai.

Amien Rais dinilai kerap memperkeruh suasana politik Indonesia melalui berbagai pernyataan-pernyataan kontroversialnya. Amien Rais juga dianggap telah menjadikan agama sebagai alat politik untuk mencapai kekuasaan.

Selain itu, Amien juga dinilai terkesan berat untuk menyerahkan kepemimpinan PAN kepada generasi berikutnya.

“Atas dasar pertimbangan semua itu, kami sebagai bagian dari pendiri PAN yang bersama saudara saat itu meyakini prinsip-prinsip yang akan kita perjuangkan bersama, menyampaikan surat terbuka ini sebagai pengingat dari sesama kawan. Untuk itu barangkali sudah saatnya Saudara mengundurkan diri dari kiprah politik praktis sehari-hari, menyerahkan PAN sepenuhnya ke tangan generasi penerus, dan menempatkan diri Saudara sebagai penjaga moral dan keadaban bangsa serta memberikan arah jangka panjang bagi kesejahteraan dan kemajuan negeri kita.” begitu isi penggalan surat terbuka tersebut.

Sementara itu, pihak PAN sendiri menuding lima pendiri PAN yang menyuarakan surat terbuka tersebut sebagai pendukung Jokowi, sehingga saran untuk Amien Rais agar mundur dari jabatannya di kepartaian itu dianggap sebatas karena perbedaan pilihan politik belaka.

“Kan ada kecenderungan yang tanda tangan itu pro-Jokowi semua itu. Yang tanda tangan itu rasanya punya kecenderungan pilihan politiknya di pemilu berbeda dengan Pak Amien,” ujar Waketum PAN Viva Yoga Mauladi.

Ah, urusan politik mah bodo amat. Tapi jujur, kelihatannya Amien Rais memang cocoknya sudah pensiun. Sudah nggak cocok duduk di kepartaian, cocoknya duduk di ruang tamu sambil  membacakan dongeng anak ntuk cucu-cucunya. Bertamasya ke taman-taman dekat rumah sambil menikmati segarnya udara pagi dan mendengarkan lagu Elpamas melalui headset:

“Pak tua sudahlaaaah…
“Engkau sudah terlihat lelah, oh ya…
“Pak tua sudahlah…
“Kami mampu untuk bekerja, oh ya…

amien rais

Terakhir diperbarui pada 27 Desember 2018 oleh

Tags: Amien Raispan
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kilas Balik Muhammadiyah yang Tegas Tolak Tambang di Era Amien Rais
Video

Kilas Balik Muhammadiyah yang Tegas Tolak Tambang di Era Amien Rais

10 September 2024
Sebelum PAN Jadi “Partai Artis Nasional”, Sudah Ada PKI yang Sukses Besar Usung Seniman MOJOK.CO
Kotak Suara

Sebelum PAN Jadi “Partai Artis Nasional”, Sudah Ada PKI yang Sukses Besar Usung Seniman 

11 Oktober 2023
Mengusung 17 Artis Jadi Caleg, PAN itu Partai Artis Nasional? MOJOK.CO
Kotak Suara

Mengusung 17 Artis Jadi Caleg, PAN itu Partai Artis Nasional? 

28 Agustus 2023
golkar pan prabowo mojok.co
Kotak Suara

Golkar-PAN-PKB Dukung Prabowo, Benarkah karena Hilang Kepercayaan terhadap Ganjar?

15 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gen Z pilih soft living daripada slow living

Soft Living, Gaya Hidup Gen Z yang Memilih Menyerah tapi Tenang ketimbang Mengejar Mimpi “Besar” Tak Pasti

22 April 2026
Aksi tanam 100 pohon gayam di sekitar Candi Borobudur, Magelang. MOJOK.CO

Hubungan Istimewa di Balik Pohon Gayam sebagai “Tanaman Peneduh” dan Candi Borobudur

23 April 2026
Orang Desa Nggak Cocok Jadi PNS Jika Tak Punya Ilmu Menjilat Atasan. MOJOK.CO

PNS Tinggalkan Suasana Slow Living di Desa karena Muak dengan Teman Kantor yang Suka Menjilat Atasan, Ujungnya Malah Bernasib Lebih Buruk

17 April 2026
Tidak bisa jadi PNS/ASN kalau tidak mau terima gaji buta sebagai CPNS

PNS Dianggap Pekerjaan Mapan karena Bisa Makan Gaji “Buta”, tapi Aslinya Mengoyak Hati Nurani

16 April 2026
Kebusukan Mahasiswa FH UI Membuka Luka Lama Para Penyintas, Tak Ada yang Lebih Aman dari “Rahim” seorang Ibu bagi Korban Kekerasan Seksual MOJOK.CO

Bayangkan Kalau Korban adalah Ibumu, Itu Nasihat Paling Nggak Guna bagi Pelaku Kekerasan Seksual

19 April 2026
Pasang WiFi IndiHome di kos. MOJOK.CO

Penyesalan Pasang WiFi di Kos: Dipalak Mahasiswa yang Kerjanya Main Game Online Ramai-ramai dan Ibu Kos yang Seenaknya Sendiri

22 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.