Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Aksi 22 Mei: 442 Perusuh Ditangkap, Honornya Rp300 Ribu per Hari

Redaksi oleh Redaksi
24 Mei 2019
A A
Aksi 22 Mei: 442 Perusuh Ditangkap, Honornya Rp300 Ribu per Hari
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Hingga Kamis (23/5) malam, polisi sudah mengamankan terduga perusuh di aksi 22 Mei. Per hari, masing-masing mendapatkan honor Rp300 ribu rupiah. Lumayan?

Ada dua perkembangan yang terjadi dalam satu hari terkait aksi 22 Mei. Kamis (23/5) pagi, Polres Jakarta Barat sudah mengamankan 183 orang yang diduga bertindak sebagai provokator dalam aksi 22 Mei di fly over Slipi.

Kombes Hengki Haryadi, Kapolres Jakarta Barat, menegaskan bahwa para perusuh di aksi 22 Mei  itu bukan santri. “Yang demo kemarin ada yang ngakunya santri, apakah santri? Kita lihat tampang-tampangnya,” cetus Kombes Hengki.

Kombes Hengki juga menyampaikan bahwa yang diamankan mayoritas berasal dari luar daerah seperti dari Kupang, NTT, Lombok, NTB, Banten dan lain-lain. Ketika diamankan, beberapa di antaranya mulutnya bau alkohol. “Ada beberapa orang yang kami amankan, rata-rata mulutnya bau alkohol.”

“Alat bukti yang kami sita adalah bambu runcing, kemudian besi pemukul, alat senjata tajam, katapel, dan busurnya juga kami peroleh. Petasan ini 24 jam nggak pernah habis. Ini sudah disiapkan di setiap gang untuk melakukan penyerangan kepada pihak polisi, kemudian bom molotov sudah disiapkan juga. Ini bukan buat menyampaikan pendapat di muka umum, bukan. Ini memang untuk membuat kerusuhan,” tambah Kombes Hengki.

Bergeser ke Kamis malam, jumlah terduga perusuh di aksi 22 Mei sudah bertambah menjadi 442 orang. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen, Mohammad Iqbal, menyampaikannya secara langsung.

Para pelaku ditangkap di sejumah tempat. Mulai dari sekitar Kantor Bawaslu, Patung Kuda, Sarinah, Slipi, Menteng, dan Petamburan. Mohammad Iqbal mengatakan, pelaku ditangkap polisi karena terbukti melakukan perusakan dan pembakaran kendaraan di asrama Polri Petamburan, depan Kantor Bawaslu RI, dan di depan Stasiun Gambir.

Selain informasi bertambahnya jumlah terduga perusuh, Mohammad Iqbal menjelaskan bahwa demo aksi dibagi menjadi dua segmen. Pertama, demo yang berlangsung damai dan sifatnya spontan. Kedua, datangnya sejumlah massa yang disusupkan ke dalam massa demo damai untuk membuat kacau situasi.

“Jadi, pada aksi 22 Mei itu ada dua segmen. Pertama, massa peserta aksi damai yang spontanitas. Kedua, massa perusuh yang sengaja menyusup untuk membuat rusuh,” ungkap Mohammad Iqbal. Per hari, para perusuh ini mendapat honor Rp300 ribu.

Polisi menduga ada dua kelompok yang menunggangi aksi tempo hari. Kelompok pertama adalah simpatisan ISIS. Kedua, kelompok yang memiliki senjata api.

“Mereka ini perusuh. Ini dibedakan kelompok aksi damai,” kata Iqbal. Berdasarkan pengakuan perusuh yang ditangkap, ada kelompok yang memang sudah menyiapkan senjata api. Bahkan, mereka juga melengkapi diri dengan peredam.

“Kami sudah melakukan proses BAP terhadap beberapa orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kemarin sudah juga diamankan enam tersangka yang juga membawa dua senpi. Yang pertama tadi Senpi laras panjang, yang kedua, laras pendek,” kata Iqbal.

Kelompok senjata api ini memiliki target untuk membuat kerusuhan di aksi 22 Mei. Selain itu, tujuannya untuk menciptakan martir atau pahlawan sehingga memicu kemarahan masyarakat terhadap aparat.

(yms)

Iklan

Infografik Aksi 22 Mei: 442 Perusuh Ditangkap, Honornya Rp300 Ribu per Hari

Terakhir diperbarui pada 23 Mei 2019 oleh

Tags: aksi 22 MeibawaslukpuPemilu 2019perusuh
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Video

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan Langgar Aturan Kampanye, Cuma Kena Sanksi Teguran?

7 Maret 2024
kpps bantul.MOJOK.CO
Ragam

Curhat Petugas KPPS Bantul, Gaji Sehari Lumayan tapi Hadapi Saksi Galak dan Tekanan di TPS Lebih Menantang  

11 Februari 2024
Rantis Maung, Spesifikasi Tunggangan Prabowo Gibran ke KPU (foto kompas.com:Nirmala Maulana A)
Politik

Rantis Maung Mengantar Prabowo dan Gibran ke KPU, Ini Spesifikasi Kendaraan Buatan Pindad Itu

25 Oktober 2023
Partai Baru Tidak Bisa Ikut Menyumbang Dana Kampanye MOJOK.CO
Kotak Suara

KPU Ingatkan Partai Baru Tidak Bisa Ikut Menyumbang Dana Kampanye Capres dan Cawapres

13 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gen Z dapat THR saat Lebaran

3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan

18 Maret 2026
Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

16 Maret 2026
merantau, karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO

Kebahagiaan Semu Gaji 5 Juta di Jakarta: Dianggap “Sultan” di Desa, Padahal Kelaparan dan Menderita di Kota

15 Maret 2026
Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali MOJOK.CO

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

17 Maret 2026
Selalu royal ke teman saat butuh bantuan karena kesusahan. Giliran diri sendiri hidup susah eh diacuhkan pertemanan MOJOK.CO

Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

17 Maret 2026
Mudik Lebaran mepet dari Jogja dengan kereta demi kumpul keluarga

Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

19 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.