Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

5 Oleh-oleh Khas Semarang yang Bisa Jadi Alternatif selain Bandeng Presto dan Lumpia

Kenia Intan oleh Kenia Intan
30 Juli 2023
A A
oleh-oleh khas semarang mojok.co

Ilustrasi kiriman oleh-oleh (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Oleh-oleh khas Semarang tidak hanya bandeng presto dan lumpia lho sebenarnya. Banyak jajanan lain yang murah dan rasanya tidak kalah lezat yang bisa kamu bawa sebagai ‘buah tangan’ untuk keluarga di rumah. 

Semarang memang terkenal dengan kulinernya yang beragam dan unik. Bandeng presto dan lumpia jadi top of mind ketika kamu ingin membeli oleh-oleh khas Semarang. Tapi sebenarnya ada banyak lho panganan lain yang bisa jadi buah tangan selain dua makanan tersebut. Apa saja? nah Mojok sudah merangkumnya untuk kalian, berikut ini daftarnya.  

Moaci

Moaci adalah jajanan Semarang yang terbuat dari tepung ketan berisi kacang tumbuk dicampur gula atau karamel. Moaci original berbentuk bulat kecil-kecil dengan taburan wijen di luarnya mirip seperti onde-onde. Teksturnya kenyal ketika digigit. Rasanya cenderung manis dan gurih. Seiring berjalannya waktu muncul variasi isian moaci seperti durian, strawberry, coklat, pandan dan talas.

Di Semarang terdapat merek moaci yang terkenal yakni Moaci Gemini Semarang yang sudah ada sejak 1985. Harga satu dusnya dipatok Rp27.000 hingga Rp80.000. 

Wingko babat

Wingko babat hampir bisa ditemui di setiap sudut Kota Semarang. Jajanan tradisional ini terbuat dari tepung beras ketan, kelapa muda, dan gula pasir. Perpaduan bahan-bahan itu menciptakan rasa gurih-gurih manis ketika wingko masuk dalam mulut. Aroma kelapa dan teksturnya yang empuk dan legit menambah kelezatannya. 

Ada beberapa wingko babat terkenal di Semarang seperti Wingko Babat pratama, Wingko Babat Pak Moel, Wingko Babat Candra, Wingko Babat NN Meniko, Wingko Babad Cap Kereta Api, dan Wingko Babat Sdr Sugito. Harga wingko babat ini beragam tergantung merek dan varian rasanya, tapi rata-rata dijual Rp15.000 hingga Rp25.000 untuk 20 potong. 

Roti ganjel rel

Roti ganjel rel adalah panganan khas Semarang yang ada sejak masa kolonial Belanda. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat roti ini ada tepung gaplek, gula jawa, dan beragam rempah di Indonesia. Roti ini memiliki cita rasa manis dengan aroma rempah-rempah yang sedap.

Saat ini roti ganjel rel bisa ditemukan di pasar-pasar tradisional, di antaranya Pasar Johar dan Waroeng Samawis. Harganya cukup terjangkau antara Rp24.000 hingga Rp37.000 tergantung ukurannya. 

Tumpi

Tumpi adalah rempeyek atau peyek yang terbuat dari adonan tepung, bumbu, dan kacang-kacangan. Uniknya peyek tumpi menggunakan kacang hijau sebagai pengganti kacang tanah yang banyak digunakan di rempeyek lainnya. Rasanya yang gurih dan bertekstur renyah menjadi andalan peyek Tumpi. Jajanan ini bisa diperoleh di pusat jajanan oleh-oleh atau pasar tradisional yang ada di Semarang. Harganya  sekitar Rp20.000 per 250 gram. 

Kue sarang madu

Kue sarang madu cocok untuk kalian yang gemar camilan renyah dan manis. Panganan yang aslinya berasal dari Pati, Jawa Tengah itu berbahan dasar santan dan tepung beras. Di bagian atas kue biasanya diolesi gula merah. Oleh karenanya, kue ini cenderung renyah, gurih, dan manis ketika digigit.

Kue Sarang Madu dijual seharga Rp10.000 sebungkus. Biasanya kue ini dijual di di pusat oleh-oleh ataupun pasar tradisional di Semarang.

Penulis: Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA 6 Kuliner Hidden Gem di Semarang yang Wajib Dicoba

Terakhir diperbarui pada 31 Juli 2023 oleh

Tags: oleh-oleh khas semarangoleh-oleh semarangSemarang
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Gotong royong atasi tumpukan sampah Kota Semarang MOJOK.CO
Kilas

Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

16 Januari 2026
Kisah Bu Ngatimah, pekerja serabutan yang iuran BPJS Ketenagakerjaan miliknya ditanggung ASN Kota Semarang MOJOK.CO
Kilas

Kisah Bu Ngatimah: Pekerja Serabutan di Semarang dapat Fasilitas BPJS Ketenagakerjaan, Iurannya Ditanggung ASN

7 Januari 2026
Kota Semarang coba tak sekadar melawan air untuk atasi banjir MOJOK.CO
Kilas

Kota Semarang Coba Tak Sekadar Melawan Air untuk Atasi Banjir, Tapi Pakai Cara Fisika dan Wanti-wanti Kelalaian Sosial

5 Januari 2026
Refleksi Agustina Wilujeng atas penghargaan yang diborong Kota Semarang sepanjang 2025 MOJOK.CO
Kilas

Refleksi atas Penghargaan yang Diborong Semarang di 2025, Harus Hadir dan Beri Dampak Nyata ke Warga

2 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

InJourney salurkan bantuan pascabencana Sumatra. MOJOK.CO

Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM

17 Januari 2026
Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa. MOJOK.CO

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

12 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas, Pemutar Ekonomi Bangsa MOJOK.CO

Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas Abadi yang Menolak Fitur Keselamatan demi Memutar Ekonomi Bangsa

13 Januari 2026
Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah

Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah

12 Januari 2026
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.