Pentingnya Punya Oximeter di Rumah dan Hati-hati dengan Apliksi ‘Blood Level’ di Smartphone
Pentingnya Punya Oximeter di Rumah dan Hati-hati dengan Apliksi ‘Blood Level’ di Smartphone

Pentingnya Punya Oximeter di Rumah dan Hati-hati dengan Aplikasi ‘Blood Level’ di Smartphone

MOJOK.COSaat ini, harga oximeter antara Rp100 sampai Rp150 ribu. Murah, tapi juga mahal untuk sebagian orang. Padahal, ini barang penting untuk dimiliki.

Masa pandemi Covid-19 di dunia mengubah banyak hal nyaris di seluruh sendi kehidupan manusia. Muncul penerapan new normal di hidup sehari-hari, hingga dipaksanya kaum awam untuk makin melek dengan istilah-istilah medis.

Salah satu yang mencuri perhatian tentu adalah istilah kadar oksigen dalam darah atau yang akrab disebut saturasi oksigen. Sejak mewabahnya virus corona, saturasi oksigen dan cara mengeceknya mendadak jadi informasi baru yang wajib dipahami awam. Saya, salah satunya.

Sejak awal pandemi di Maret 2020, istilah happy hypoxia begitu populer di media sosial dan seolah jadi hantu yang ditakuti pasien corona. Bagaimana tidak, kita yang kelihatannya segar bugar alias pasien OTG (Orang Tanpa Gejala), ternyata diam-diam bisa bablas karena tingkat saturasi oksigen yang mendadak drop.


Mengikuti populernya istilah happy hypoxia dan ancaman yang dibawanya, alat bernama oximeter pun mendadak laris di pasaran. Dibanderol di harga Rp100-Rp250 ribu per satuannya, oximeter menjelma jadi alat wajib untuk pelengkap alat P3K di rumah bersama termometer.

Namun, karena harga oximeter yang tak cukup murah bagi sebagian warga, aplikasi dengan fungsi serupa, yakni untuk menghitung saturasi oksigen pun mulai naik daun. Di Android dan iPhone, aplikasi sejenis ini bertebaran mulai dari CarePlix Vitals, MFine, hingga Ezvitals. Tapi, valid tidak angka yang disajikan aplikasi ini?

Baca juga:  iPhone 6s & iOS15, Combo Terbaik Buat Ngetawain Hape Android

Hati-hati dengan aplikasi blood level selain oximeter!

Jawabnya ternyata tidak, kawan-kawan. Dilansir dari situs The Verge, meski menggunakan teknologi di smartphone dan ditopang dengan sistem di aplikasi terkait, nyatanya, membaca kadar oksigen dalam darah tak semudah seperti yang ditampilkan di aplikasi!

Oximeter masih menjadi alat acuan utama. Jadi, alat mungil ini punya sinar infrared yang menangkap gerak hemoglobin dalam tubuh yang kemudian terbaca hasilnya melalui layar.

Bahkan, oximeter, sependek yang saya tahu, juga tak 100% akurat. Namun, angka akurasinya jauh lebih bisa dipercaya daripada angka di aplikasi terkait saturasi oksigen.

Saya pribadi, yang kebetulan sedang menjalani isolasi mandiri bersama istri karena positif Covid-19, cukup rutin mengecek saturasi oksigen dengan oximeter.

Tiap 6 jam sekali, kami memantau angkanya. Sebab, meski masih relatif muda dan tidak punya komorbid, kami berhadapan dengan virus baru yang sudah bermutasi dan memiliki banyak varian yang punya beragam cara mengacak-acak sistem pertahanan tubuh.

Saya tahu ini kondisi yang tidak ideal secara finansial, tapi kalau kalian punya uang lebih, segera sisihkan untuk pengadaan oximeter di rumah.

Sebab ya, cara satu-satunya dan yang paling aman saat ini untuk memantau saturasi oksigen hanya oximeter. Selain nyaris tidak ada artikel medis yang mengonfirmasi keakuratan aplikasi dalam mengecek level saturasi oksigen, cara lain mengecek kadar oksigen dalam darah juga tak cukup praktis dilakukan di masa kini. Ingat, faskes kita di dalam negeri bisa disebut nyaris kolaps dan banyak nakes yang mulai bertumbangan.

Baca juga:  Tips Belanja di Tengah Pandemi Corona: Utamakan Kebutuhan Pokok

Ya, memang ada cara langsung untuk mengecek kadar oksigen dalam darah, yakni tes analisis gas darah. Pemeriksaan ini akurat untuk melihat besarnya kadar oksigen dan karbon dioksida di pembuluh darah arteri. Selain itu, tes ini juga bisa menakar kadar keasaman darah.

Tes ini dapat melihat seberapa efektif kinerja paru-paru dalam membawa oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Cara cek saturasi oksigen dengan tes analisis gas darah dilakukan dengan mengambil sedikit sampel darah dari pembuluh darah arteri di pergelangan tangan atau selangkangan.

Tes ini hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Setelah diambil dari tubuh, sampel darah dianalisis di mesin khusus. Hasil tes analisis gas darah diukur dalam satuan milimeter merkuri (mmHg).

Jadi ya udah, mumpung ini awal bulan, sisihkan gaji atau pendapatan harian kalian untuk sebisa mungkin sedia oximeter di rumah. Dengan endless wave of covid yang tiada henti di Indonesia, ini salah satu cara paling bijak yang bisa kita lakukan sembari tetap di rumah saja dan berharap pandemi lekas usai.

Salam sehat!

BACA JUGA Shopee Food Bikin Grab dan Gojek Merinding: Menanti Perang Diskon yang Manjain Konsumen dan artikel lainnya di rubrik KONTER.