Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Konter

Pentingnya Punya Oximeter di Rumah dan Hati-hati dengan Aplikasi ‘Blood Level’ di Smartphone

Isidorus Rio Turangga Budi Satria oleh Isidorus Rio Turangga Budi Satria
2 Juli 2021
A A
Pentingnya Punya Oximeter di Rumah dan Hati-hati dengan Apliksi ‘Blood Level’ di Smartphone

Pentingnya Punya Oximeter di Rumah dan Hati-hati dengan Apliksi ‘Blood Level’ di Smartphone

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Saat ini, harga oximeter antara Rp100 sampai Rp150 ribu. Murah, tapi juga mahal untuk sebagian orang. Padahal, ini barang penting untuk dimiliki.

Masa pandemi Covid-19 di dunia mengubah banyak hal nyaris di seluruh sendi kehidupan manusia. Muncul penerapan new normal di hidup sehari-hari, hingga dipaksanya kaum awam untuk makin melek dengan istilah-istilah medis.

Salah satu yang mencuri perhatian tentu adalah istilah kadar oksigen dalam darah atau yang akrab disebut saturasi oksigen. Sejak mewabahnya virus corona, saturasi oksigen dan cara mengeceknya mendadak jadi informasi baru yang wajib dipahami awam. Saya, salah satunya.

Sejak awal pandemi di Maret 2020, istilah happy hypoxia begitu populer di media sosial dan seolah jadi hantu yang ditakuti pasien corona. Bagaimana tidak, kita yang kelihatannya segar bugar alias pasien OTG (Orang Tanpa Gejala), ternyata diam-diam bisa bablas karena tingkat saturasi oksigen yang mendadak drop.

Mengikuti populernya istilah happy hypoxia dan ancaman yang dibawanya, alat bernama oximeter pun mendadak laris di pasaran. Dibanderol di harga Rp100-Rp250 ribu per satuannya, oximeter menjelma jadi alat wajib untuk pelengkap alat P3K di rumah bersama termometer.

Namun, karena harga oximeter yang tak cukup murah bagi sebagian warga, aplikasi dengan fungsi serupa, yakni untuk menghitung saturasi oksigen pun mulai naik daun. Di Android dan iPhone, aplikasi sejenis ini bertebaran mulai dari CarePlix Vitals, MFine, hingga Ezvitals. Tapi, valid tidak angka yang disajikan aplikasi ini?

Hati-hati dengan aplikasi blood level selain oximeter!

Jawabnya ternyata tidak, kawan-kawan. Dilansir dari situs The Verge, meski menggunakan teknologi di smartphone dan ditopang dengan sistem di aplikasi terkait, nyatanya, membaca kadar oksigen dalam darah tak semudah seperti yang ditampilkan di aplikasi!

Oximeter masih menjadi alat acuan utama. Jadi, alat mungil ini punya sinar infrared yang menangkap gerak hemoglobin dalam tubuh yang kemudian terbaca hasilnya melalui layar.

Bahkan, oximeter, sependek yang saya tahu, juga tak 100% akurat. Namun, angka akurasinya jauh lebih bisa dipercaya daripada angka di aplikasi terkait saturasi oksigen.

Saya pribadi, yang kebetulan sedang menjalani isolasi mandiri bersama istri karena positif Covid-19, cukup rutin mengecek saturasi oksigen dengan oximeter.

Tiap 6 jam sekali, kami memantau angkanya. Sebab, meski masih relatif muda dan tidak punya komorbid, kami berhadapan dengan virus baru yang sudah bermutasi dan memiliki banyak varian yang punya beragam cara mengacak-acak sistem pertahanan tubuh.

Saya tahu ini kondisi yang tidak ideal secara finansial, tapi kalau kalian punya uang lebih, segera sisihkan untuk pengadaan oximeter di rumah.

Sebab ya, cara satu-satunya dan yang paling aman saat ini untuk memantau saturasi oksigen hanya oximeter. Selain nyaris tidak ada artikel medis yang mengonfirmasi keakuratan aplikasi dalam mengecek level saturasi oksigen, cara lain mengecek kadar oksigen dalam darah juga tak cukup praktis dilakukan di masa kini. Ingat, faskes kita di dalam negeri bisa disebut nyaris kolaps dan banyak nakes yang mulai bertumbangan.

Ya, memang ada cara langsung untuk mengecek kadar oksigen dalam darah, yakni tes analisis gas darah. Pemeriksaan ini akurat untuk melihat besarnya kadar oksigen dan karbon dioksida di pembuluh darah arteri. Selain itu, tes ini juga bisa menakar kadar keasaman darah.

Iklan

Tes ini dapat melihat seberapa efektif kinerja paru-paru dalam membawa oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Cara cek saturasi oksigen dengan tes analisis gas darah dilakukan dengan mengambil sedikit sampel darah dari pembuluh darah arteri di pergelangan tangan atau selangkangan.

Tes ini hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Setelah diambil dari tubuh, sampel darah dianalisis di mesin khusus. Hasil tes analisis gas darah diukur dalam satuan milimeter merkuri (mmHg).

Jadi ya udah, mumpung ini awal bulan, sisihkan gaji atau pendapatan harian kalian untuk sebisa mungkin sedia oximeter di rumah. Dengan endless wave of covid yang tiada henti di Indonesia, ini salah satu cara paling bijak yang bisa kita lakukan sembari tetap di rumah saja dan berharap pandemi lekas usai.

Salam sehat!

BACA JUGA Shopee Food Bikin Grab dan Gojek Merinding: Menanti Perang Diskon yang Manjain Konsumen dan artikel lainnya di rubrik KONTER.

Terakhir diperbarui pada 7 Juli 2021 oleh

Tags: aplikasi blood levelcovid deltaCOVID-19oximetersaturasi darahsmartphone
Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Dulu nulis bola. Sekarang nulis tekno.

Artikel Terkait

Z sarjana ekonomi di Undip. MOJOK.CO
Kampus

Apesnya Punya Nama Aneh “Z”: Takut Ditodong Tiba-tiba Saat Kuliah, Kini Malah Jadi Anak Emas Dosen di Undip

27 November 2025
Naik Kereta Api di Jogja Tak Harus Gunakan Masker Lagi. MOJOK.CO
Kilas

Naik Kereta Api di Jogja Tak Harus Gunakan Masker Lagi

13 Juni 2023
Kritik untuk Jogja Sebuah Cinta yang Tidak akan Kita Menangkan MOJOK.CO
Esai

Kritik untuk Jogja: Sebuah Cinta yang Tidak akan Kita Menangkan

7 Juni 2023
KTR Malioboro.MOJOK.CO
Kilas

Kasus Covid-19 di DIY Meningkat Tajam, Segera Vaksinasi Masyarakat Berisiko Tinggi

2 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jurusan kuliah di perguruan tinggi yang kerap disepelekan tapi jangan dihapus karena relevan. Ada ilmu komunikasi, sejarah, dakwah, dan manajemen MOJOK.CO

4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun

27 April 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, akan beri pendampingan korban daycare Little Aresha dan akan lakukan sweeping MOJOK.CO

Sweeping Daycare di Kota Yogyakarta, Langkah Emergency yang Harus Dilakukan agar Kasus Serupa Little Aresha Tak Terulang

27 April 2026
YUHU. Rilis Single Baru “Bertemu Di Sini”, Definisi Rindu Itu Bersifat Universal.MOJOK.CO

YUHU. Rilis Single Baru “Bertemu Di Sini”: Definisi Rindu Itu Bersifat Universal

28 April 2026
Keresahan Ibu-Ibu Usai Terbongkarnya Kasus Daycare Little Aresha: Gaji Ortu Semungil itu Harus Berhadapan dengan Absennya Negara dan Sesama WNI Jahat MOJOK.CO

Keresahan Ibu-Ibu Usai Terbongkarnya Kasus Daycare Little Aresha: Gaji Ortu Semungil itu Harus Berhadapan dengan Absennya Negara dan Sesama WNI Jahat

27 April 2026
Minyak wangi cap lang lebih bagus dari FreshCare. MOJOK.CO

Anak Usia 30-an Tak Ingin FOMO Pakai FreshCare, Setia Pakai Minyak Angin Cap Lang meski Diejek “Bau Lansia”

27 April 2026
Suzuki Satria FU, motor yang pernah bikin penunggangnya merasa paling tampan tapi kini memalukan MOJOK.CO

Suzuki Satria FU: Dulu Motor yang Bikin Tampan dan Idaman Pasangan, Tapi Kini Terasa Jamet dan Memalukan

22 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.