Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Roket Kim Jong-un dan Murka Para Pecinta One Piece

Ilham Ibrahim oleh Ilham Ibrahim
8 Februari 2016
A A
Roket Kim Jong Un dan Murka Para Pecinta One Piece

Roket Kim Jong Un dan Murka Para Pecinta One Piece

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Assalamualaikum, Bapak Kim Jong-un ….

Perkenalkan, nama saya Ilham Ibrahim dari Swiss van Java, Garut. Saya jelas bukan siapa-siapa di mata Bapak. Negarawan bukan, tokoh internasional juga bukan, agamawan apalagi. Saya hanya seorang mahasiswa yang sedang mencari sesuap ilmu di kota paling romantis, Jogjakarta. Meski Bapak pastinya belum kenal saya, tapi saya tahu kok siapa Bapak. Bahkan, meskipun negara pimpinan Bapak, Korea Utara, adalah negara yang konon paling tertutup di dunia, saya juga bisa menebak dengan presisi apa warna sempak yang setiap malam Jumat Kliwon Anda kenakan. Bapak tidak percaya? Sama, saya sendiri juga tidak.

Iklan

Baiklah, Pak, demi mempersingkat durasi, saya tak akan berbasa-basi. Dalam surat yang niatnya saya terjemahkan juga ke dalam bahasa Swahili ini, saya hendak membincang soal isu Korea Utara yang diduga telah meluncurkan roket Kwangmyong 4 sebagai uji coba rudal balistik. Ada tiga hal pokok yang ingin saya sampaikan kepada Bapak terkait isu tersebut.

I

Bapak Kim yang saya hormati,

Saya sempat membayangkan bagaimana dampak dari semua asumsi dan dugaan tersebut. Barangkali Korea Utara tambah dikecam dunia, tambah dikucilkan seperti anak tiri, juga tambah dibuli habis-habisan oleh Amerika Serikat dan para kompatriotnya. Segenap haters Bapak tentunya juga akan bertambah banyak, seperti orang miskin di negara saya yang konon haibat ini: Indonesia.

Saya jadi bertanya-tanya, apa Bapak kuat hidup dalam tekanan seperti itu? Kalau Bapak kuat, apa rakyat Korea Utara juga sanggup? Hidup dengan berkalang benci dari khalayak ramai, dipergunjingkan kanan-kiri, digosipkan dengan isu-isu miring, diwaspadai seperti moncong senapan selama bertahun-tahun tentu bukan hidup yang menyenangkan. Kecuali semua rakyat Bapak, termasuk Bapak sendiri, punya gejala ke-Jonru-Jonru-an. Itu sih soal lain.

Kalau saya tidak salah nih, Pak, pendanaan militer Korea Utara konon besarnya mencapai sepertiga dari pendapatan negara, yang mana jadinya menguras kebutuhan investasi dan konsumsi masyarakat. Duh, saya kok jadi kasihan dengan mereka. Dulu Korea Utara memang bisa cengar-cengir karena masih ada Uni Soviet. Makan ditraktir, berobat dibayarin, sekolahan dibikinin. Lah, sekarang? Memang Bapak berani nyenggol Vladimir Putin yang hobi menunggangi beruang dan berburu elang itu? Harusnya Bapak mikir, dengan sikap keras kepala Bapak, kemungkinan besar investor tidak mau lagi bekerja sama dengan Korea Utara. Termasuk Rusia. Kalau sudah (miskin) begitu, nanti negara Bapak bisa masuk ke dalam kategori 7 Negara terdhuafa versi On The Spot, lho.

Bapak sudah siap?

II

Bapak Kim yang saya banggakan,

Saya dan jutaan orang di dunia lain sebetulnya telah berusaha untuk tidak berpikir bahwa rudal yang diluncurkan Korea Utara bermaksud sebagai propaganda, namun kami terlanjur ber-suudzon berjamaah. Mungkin kami telah kemakan pemberitaan mainstream betapa Korea Utara adalah sebuah ladang penuh teror kebengisan. Dan citra Bapak sebagai penebar sensasi seperti Farhat Abbas juga sepertinya telah terlanjur melekat di benak kami. Tolonglah, Pak, berubah sikap, deh. Cukup si Farhat itu saja yang mendapatkan rezeki dengan berjualan kontroversi, Anda mah jangan, Pak.

Jauh lebih penting dari itu semua, Pak, citra komunisme yang selama ini telah rusak, akan tambah hancur lagi, Pak. Yah, walaupun Korea Utara sebetulnya lebih tepat disebut sebagai negara totalitarian, sih. Juche, kalau dalam istilah kakek Anda, Kim Il Sung. Tapi ‘kan pemberitaan arus utama sering sengaja memukul rata soal perbedaan antar ideologi ini. Oleh karena itulah, Pak, suatu hari nanti bukan tak mungkin jualan komunisme akan dianggap teroris, seperti halnya jualan Islamic State. Coba pikir kesana deh, tolong.

Pihak Korea Utara memang telah menyangkal bahwa peluncuran roket ini tak lebih dari upaya peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi, tapi masyarakat mana percaya? Media-media di seluruh dunia menggambarkan peluncuran tersebut sebagai era dimulainya Perang Dingin jilid dua. Agak lebay sih, memang. Tapi, jika memang betul nantinya Perang Dingin kembali meletus seperti tahun 50-an antara Amerika Serikat dan Uni Soviet, kecurigaan antar negara akan tambah menjadi-jadi. Jujur saja, saya belum rela tewas karena menjadi korban senjata pemusnah massal, Pak. Rasanya kok kurang syahid gimana gitu.

III

Bapak Kim yang saya cintai,

Inti dari surat saya sebetulnya ada di poin nomor tiga ini, Pak. Jadi, surat ini saya tulis niatnya sebagai penyambung lidah anime lovers di Indonesia, terutama para pecinta komik One Piece. Terus terang saja ya, Pak, kami semua merasa kecewa berat dengan ulah Bapak yang meluncurkan roket Kwangmyong 4 itu. Sebab, roket itu sempat melewati wilayah Pulau Okinawa di Jepang, hingga membuat pemerintah mereka berang. Lalu apa hubungannya dengan kami?

Itu artinya, kemungkinan kami tak bisa lagi mengunduh komik dan film terbaru One Piece karena Jepang akan memperketat keamanan (jaringan internet) mereka!

Iklan

Sebelumnya kami sudah cukup sakit hati dengan sikap si kampret Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang melarang seluruh tayangan One Piece di televisi lokal karena alasan yang lebih cocok dikemukakan di Abad Pertengahan. Kini Bapak menambah lebar luka kami. Untuk One Piece edisi minggu ini saja sampai di-delay karena ulah negaramu, Pak. Besok-besok bisa jadi aksesnya tertutup total. Ketahuilah, Pak, ada jutaan pasang mata di dunia ini (mungkin juga di Korea Utara) yang begitu menyukai One Piece. Saya peringatkan: Bapak jangan sampai membuat kami murka.

Maka, melalui surat ini, saya meminta Bapak Kim Jong-Un untuk melakukan jumpa pers dan meminta maaf secara terbuka kepada para pecinta One Piece di seluruh dunia yang telah dirugikan oleh Anda. Saya tunggu 24 jam dari sekarang. Jika Bapak tetap tidak menggubrisnya, saya akan lapor ke RT setempat.

Terakhir diperbarui pada 8 September 2017 oleh

Tags: anime loverskim jong unkorea utaraone pieceroket
Ilham Ibrahim

Ilham Ibrahim

Artikel Terkait

Bendera One Piece Berkibar Bukan karena Makar, tapi karena Rakyat Hanya Ingin Tertawa dan Bahagia Bersama Nika one piece live action

Trailer One Piece Live Action Season 2 Rilis di Saat Indonesia Sedang Gencar-gencarnya Merazia Bendera Mugiwara, Sindiran Paling Keras dan Kocak dari Dunia

11 Agustus 2025
Ketika One Piece Dilarang, Bendera Merah Putih Makin Terkoyak MOJOK.CO

Sikap Penguasa Melarang Pengibaran Bendera atau Melukis Mural One Piece Justru Semakin Mengoyak Kedaulatan Bendera Merah Putih

9 Agustus 2025
Bendera One Piece Berkibar Bukan karena Makar, tapi karena Rakyat Hanya Ingin Tertawa dan Bahagia Bersama Nika one piece live action

Bendera One Piece Dirazia Itu Aneh, Masak Negara Takut sama Simbol Tokoh Kartun?

6 Agustus 2025
One Piece Penyelamat dari Kemalangan Menjadi Orang Indonesia MOJOK.CO

Salah Satu Alasan Saya Bertahan Hidup Sebagai Orang Indonesia Adalah Menunggu One Piece Tamat

5 Agustus 2025
Bendera One Piece Berkibar Bukan karena Makar, tapi karena Rakyat Hanya Ingin Tertawa dan Bahagia Bersama Nika one piece live action

Bendera One Piece Berkibar Bukan karena Makar, tapi karena Rakyat Hanya Ingin Tertawa dan Bahagia Bersama Nika

2 Agustus 2025
Membantah Stigma Buruk Tentang Penyuka Anime alias Wibu MOJOK.CO

Membantah Stigma Buruk tentang Wibu: Dari Waifu, Nolep, hingga Nggak Intelek

25 November 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Shifana, pemain Timnas U-16 Indonesia dibayangi pemain Yordania, Alma Odai di pertandingan semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026. Indonesia menang dengan skor 3-0 di laga semifinal, Jumat (21/8).

Timnas Putri U-16 Indonesia Bungkam Yordania 3-0, Thailand Menanti di Final Srikandi Merdeka Cup

22 Agustus 2026
Mengenal konsep Green al-Maun dan jihad ekologi dari masjid untuk menjaga lingkungan MOJOK.CO

Dakwah Tauhid Lingkungan dari Masjid, Mempertanyakan Keimanan dari Kesadaran Menjaga Alam

26 Agustus 2026
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)sebagaimana terjadi di Kalimantan tidak bisa direduksi sekadar memadamkan api, ada gambut yang rusak MOJOK.CO

Karhutla Terus Berulang karena Pihak Berwenang Cukup Puas Padamkan Api, Akar Masalah Tereduksi

24 Agustus 2026
Jangan remehkan antrean Stasiun Lempuyangan, Jogja, di jam pagi untuk keberangkatan Kereta Api (KA) Ekonomi Sri Tanjung MOJOK.CO

Antrean Pagi Stasiun Lempuyangan Jogja Selalu “Keos” dan Bikin Tegang, Datang Lebih Awal Tak Jadi Solusi

21 Agustus 2026
Peserta dalam ajang Klaten International Motocross di Sirkuit Bokong Semar, kawasan Rowo Jombor. MOJOK.CO

Anak Muda Asal Jawa Barat Kalahkan Crosser dari Australia di Ajang Klaten International Motocross

25 Agustus 2026
fotografer wisuda

Suka Duka Fotografer Wisuda: Senang Mengabadikan Momen Bahagia Tapi Sial Karena ‘Harga Teman’

23 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.