Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Instagram Uji Coba Hapus Fitur Like, Banyak Manfaat atau Mudaratnya?

Haris Firmansyah oleh Haris Firmansyah
15 November 2019
A A
instagram hapus fitur like manfaat selebgram endorse

instagram hapus fitur like manfaat selebgram endorse

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Instagram sedang mengujicobakan penghapusan fitur like. Mojok coba menghitung kebijakan ini lebih banyak manfaat atau mudaratnya.

Sebelumnya Instagram menghapus tab aktivitas “Following” sehingga pengguna jadi tidak tahu temannya like foto selebgram seksi mana lagi hari ini. Fitur ini memang banyak mudaratnya karena bikin orang kepo, bahkan dapat menimbulkan drama di kalangan orang yang berpacaran. Pengguna pun merasa terancam privasinya karena takut diintai mata-mata. Mau like foto ini-itu yang “berbahaya” harus mikir-mikir dulu, gimana kalau dilihat mama-papa?

Iklan

Kini Instagram mulai kepikiran menghapus jumlah likes pada foto dan video. Selama ini orang-orang sibuk mencari hati di media sosial sampai lupa untuk mencari hati yang nyata di kehidupan sosial. Sejumlah pengguna yang tawakal dan qanaah pun menyambut hangat kabar ini.

Namun, tentu saja ada pihak yang dirugikan dari menghilangnya jumlah like. Soalnya nanti nggak bisa pamer. Ditambah para influencer dan selebriti media sosial merasa terancam dengan kebijakan tersebut. Lantaran bakal berpengaruh kepada periuk nasi mereka. Selama ini tawaran kerja sama dan perjanjian dengan pengiklan menjadikan like sebagai indikator keberhasilan sebuah promosi produk.

Sebenarnya, influencer nggak perlu khawatir. Pengiklan pastinya bisa menyesuaikan brief postingan berbayar dengan kondisi terkini media sosial. Mungkin nanti influencer jadi sedikit repot karena harus melakukan tangkapan layar jumlah likes yang hanya bisa dilihat oleh diri sendiri, lalu menyetorkannya ke klien.

Menghilangnya jumlah like ini disebut-sebut baik untuk kesehatan mental para pengguna media sosial. Nantinya pengguna hanya fokus dengan konten, bukan like semata. Banyak like, tidak jemawa. Nggak ada yang nge-like, tidak tumbang.

Dengan ini, penyedia jasa yang menjual angka-angka like bakalan tidak relevan lagi. Usaha yang tidak sehat ini bakal tidak dibutuhkan. Penjual like mesti cari usaha lain. Atau fokus jual follower yang bisa digolongkan human trafficking di dunia siber itu.

Terus, akun-akun motivasi juga nggak perlu bikin caption yang bernada haus like, seperti, “Kalau kamu berharap ibumu bisa naik haji, tap 2 kali foto ini.” Ya kali, modal like foto Instagram doang bisa membeli nomor porsi keberangkatan haji untuk orang tua. Motivasi macam apa itu. Yang bener kan berhenti menghabiskan waktu dengan scroll-scroll Instagram, lalu menghadapi dunia nyata dan kerja.

Selama ini, jika ada lomba atau giveaway yang penilaiannya berdasarkan jumlah like, pesertanya jadi pontang-panting karena harus minta bantuan like ke teman-temannya. Kini, metode lomba seperti itu bakalan tidak berlaku. Semuanya dinilai berdasarkan kualitas konten. Banzai!

Jika sudah tidak ada jumlah like, tapi Instagram masih terasa toxic juga, berarti kolom komentar juga mesti ditutup. Biar netizen tidak sembarangan komentari hidup orang. Kalau masih mengganggu kesehatan mental juga mungkin memang Instagramnya yang mesti ditutup.

Eh, tapi dua hari kemudian, dibuka lagi. Ini Instagram atau Ria Ricis?

BACA JUGA 3 Kemungkinan Arab Saudi Butuh Mencekal Habib Rizieq atau komentar lain di rubrik POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 15 November 2019 oleh

Tags: fitur likeInstagramselebgram
Haris Firmansyah

Haris Firmansyah

Pegawai Bank Ibukota. Selain suka ngitung uang juga suka ngitung kata.

Artikel Terkait

Zero post di Instagram cara hidup tenang Gen Z. MOJOK.CO
Urban

Gen Z Lebih Tenang Tanpa Feed Instagram (Zero Post), Aslinya Bukan Misterius Cuma Capek Mengejar Validasi dan Ingin Melindungi Diri

7 Mei 2026
Stigma yang Membuat Saya Menderita: Menikah dengan Bule adalah Jalur Cepat Jadi Seleb Medsos MOJOK.CO
Esai

Stigma yang Membuat Saya Menderita: Menikah dengan Bule adalah Jalur Cepat Jadi Seleb Medsos

24 April 2026
Lula Lahfah Beri Pelajaran Penting tentang Kabar Duka: Saat Kematian Tak Dibiarkan Hening MOJOK.CO
Esai

Lula Lahfah Beri Pelajaran Penting tentang Kabar Duka: Saat Kematian Tak Dibiarkan Hening

28 Januari 2026
2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup MOJOK.CO
Ragam

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri? MOJOK.CO

Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri?

20 Juli 2026
Pakai jastip Mie Gacoan di Jombang: bayar lebih mahal untuk menu membagongkan MOJOK.CO

Pakai Jastip Mie Gacoan Ala Orang Jombang Pinggiran: Niat Hindari Kenorakan, Yang Datang Menu Membagongkan

20 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.