Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Adu Kuat Andika Kangen Band vs Mobil Toyota Avanza

Haris Firmansyah oleh Haris Firmansyah
22 Juli 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Andika Kangen Band adalah fenomena. Hal yang sama juga terjadi dengan Toyota Avanza. Maka gimana jadinya kalau Andika nyerang Avanza karena dianggap sebagai mobil yang bikin mual?

Andika Maesa atawa Andika Kangen Band adalah rockstar yang sesungguhnya. Kisah hidupnya sangat menggetarkan jiwa dan sudah pasti inspiratif. Bagaimana tidak? Dia memulai karier dengan berjualan cendol, lalu main band bareng kuli bangunan, dan terkenal karena album bajakan. Kangen Band saat itu sudah jadi viral sebelum kata viral seviral sekarang.

Kangen Band yang naik daun bikin musisi senior ketar-ketir. Sebab sesaat setelah kesuksesan band asal Lampung ini, industri musik tanah air sempat kehilangan heterogenitasnya. Mendadak banyak bermunculan band-band beraliran Pop Melayu yang menguasai pasar. Sebut saja ST 12, Radja, Hijau Daun, Wali, D’Bagindas, Vagetoz, dan Last Child. Eh, Last Child termasuk Pop Melayu bukan sih?

Kehadiran Kangen Band yang memicu kemunculan gerombolan band beraliran sejenis sempat dianggap merusak kualitas musik Indonesia saat itu. Mungkin karena lagu-lagunya terlalu sederhana sehingga gampang dihapal, bahkan tanpa berniat mendengarkan lagunya pun tiba-tiba iramanya bisa langsung terngiang di kepala.

Terlebih hampir semua orang dari kalangan ekonomi bawah menyukai lagu-lagu Kangen Band. Sehingga tercipta kesimpulan bahwa pendengar Kangen Band itu seleranya kampungan. Hal ini bisa membuat masyarakat menengah ngaku elite yang suka Kangen Band harus sembunyi-sembunyi untuk dengar lagunya agar tetap diterima di lingkungannya. Kalau mau datang ke konser pun harus menyamar pakai topi, kacamata, atau kumis palsu.

Tidak banyak band Indonesia yang perjalanan kariernya diangkat menjadi sinetron. Sejauh yang saya tahu dan pernah saya tonton hanya Dewa 19. Eh, ternyata kisah hidup para anggota Kangen Band juga sempat diangkat ke layar kaca dengan judul Aku Memang Kampungan, sebuah sinetron biopik musikal. La La Land mah nggak ada apa-apanya, alias B aja.

Kesuksesan Babang Tamvan Andika Kangen Band diwarnai dengan kisah cinta dan narkotika. Kawin-cerai dan keluar-masuk penjara. Bagian percintaan membuat orang-orang termotivasi untuk mendapatkan pasangan yang secantik barisan para mantan Andika. Sementara bagian narkoba bikin orang-orang menjauhi ganja. Sebab ada yang bilang, “Ngeganja tidak lagi keren sejak Andika juga melakukannya.”

Selama ini Andika memang sering dijadikan sasaran tembak bullying. Apa yang dipakainya dianggap norak. Gayanya dibilang kampungan. Fashion-nya tidak direkomendasikan. Padahal band-band lain, vokalisnya pasti dijadikan role model pergaulan.

Sempat berada di bawah, lalu diangkat ke atas, Andika Kangen Band juga pernah dihempaskan oleh keadaan. Setelah namanya dikenal masyarakat, khususnya masyarakat kelas ekonomi bawah, Andika mengundurkan diri dari Kangen Band karena tidak mau membayar denda 1 Milyar yang dituntut oleh label musik yang menaunginya.

Alasan diperkarakan, Andika sempat bersolo karier di bawah label musik lain. Namun, Kangen Band tidak lagi sama ketika ditinggalkan oleh Andika. Walaupun sampai melakukan audisi untuk mencari pengganti Andika di posisi vokal, Kangen Band tidak bisa mengulangi kesuksesannya terdahulu. Mengingat Andika kerap disamakan Sasuke Uchiha, fase hidupnya bagian ini cocok masuk ke “Top 10 Betrayals Anime”.

Kini, Andika Kangen Band telah berubah. Dia sudah gemukan, semakin tamvan, dan jadi kader Partai Demokrat. Sayang, nasibnya yang kerap dijadikan sasaran bully masih belum berubah. Beberapa kali Lambe Turah menggosipinya dengan caption yang provokatif. Membuat followers Minceu Lamtur refleks mengeluarkan kata-kata manis yang ditujukan untuk sang Babang Tamvan.

Bullying itu seperti lingkaran setan. Korban bully bisa menjadi pelaku bully ketika menemukan kesempatan. Begitu pula dengan Andika Kangen Band. Ternyata Babang Tamvan juga bisa ngata-ngatain. Namun, yang jadi objek bukan orang, melainkan sebuah mobil. Ya, mobil Avanza. Andika sempat mengatakan di sebuah media massa dirinya bisa muntah kalau naik Avanza.

Ebuset, sudah jelas hal ini langsung memancing amarah netizen.

Pernyataan Andika tersebut dianggap arogan. Apalagi Andika menyatakan lebih pilih Fortuner dan Innova ketimbang Avanza. Namun, jika kita tidak keburu terprovokasi sama judul berita dan mau baca beritanya dengan hati tenang, ternyata alasannya dapat diterima kok.

Iklan

Andika review Avanza: “Bantingannya itu lho… bikin cepet muntah. Kalau ke lokasi tujuan yang hanya ditempuh sejam, gue masih bisa ikut naik Avanza. Kalau lebih dua jam, gue nggak akan kuat. Mending gue naik mobil buruk tapi sedan.”

Respons saya: “Kapan nih Babang Tamvan bisa nulis review mobil untuk rubrik Otomojok?”

Respons Hotman Paris: “Makanya kau kerja keras kayak aku. Aku sudah bangun sejak pukul 2 subuh. Dari pagi buta aku sudah kerja, makanya aku bisa kebeli Lamborghini. Nggak perlu ribut-ribut soal Avanza atau Innova. Ah, tidak penting itu. Yang ganteng dompetmu.”

Respons Nella Kharisma: “Tiwas tuku Ayla, jebule pilih Avanza. Tiwas jatuh cinta, ternyata sudah berkeluarga.”

Di Otomojok sendiri, Toyota Avanza dipuja dan dihina. Ada kontributor yang pernah menyebut Avanza adalah mobil yang tidak akan pernah dibelinya. Namun, ada juga yang membela Avanza. Apalagi Avanza memang dikenal sebagai mobil sejuta umat. Ditandai dengan penjualan Avanza yang menempati ranking satu terlaris di Indonesia. Mungkin faktor lakunya Avanza ada kaitannya sama munculnya angkot pakai mobil Avanza.

Sama seperti fenomena Kangen Band, Avanza adalah milik masyarakat kebanyakan. Avanza tetaplah menjadi mobil pilihan keluarga yang muat banyak dan irit sehingga cocok dipakai piknik, kondangan, ziarah wali songo, sampai umrah.

Melihat kenyataan ini, seharusnya Andika bisa bersinergi dengan Avanza karena senasib; disenengi banyak orang, dicibir segelintir orang yang merasa eksklusif. Jika Andika berkata buruk tentang Avanza, seakan dia mengiyakan bahwa dulu bandnya juga boleh dinyinyiri orang lain karena terlalu laku.

Bagi Avanza, komentar Andika ini sekilas jadi serangan yang sangat telak. Ya jelas dong, coba kalau sampai muncul selentingan; “Avanza tidak lagi keren dipakai sejak Andika menaikinya.”

Tapi jangan khawatir untuk pecinta Avanza, sebab serangan balik yang muncul bakal nggak kalah telak; “Avanza jadi keren sejak Andika tidak kuat menaikinya.”

Aduh, Babang Tamvan, jangan sekali-kali melawan Avanza. Berat, biar Xpander saja.

Terakhir diperbarui pada 21 Juli 2018 oleh

Tags: Andikaandika kangen bandavanzaD'Bagindasdewa 19fortunerHijau Daunhotman parisinnovaKangen BandLa La Landnella kharismaRadjaSasuke Uchihast 12toyotaumrahVagetozWalixpanderziarah wali songo
Haris Firmansyah

Haris Firmansyah

Pegawai Bank Ibukota. Selain suka ngitung uang juga suka ngitung kata.

Artikel Terkait

Ambisi beli mobil pribadi Toyota Avanza di usia 23 biar disegani. Berujung sumpek sendiri karena tetangga di desa cuma bisa iri-dengki dan seenaknya sendiri berekspektasi MOJOK.CO
Sehari-hari

Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

15 Maret 2026
Innova Zenix Wujud Kebodohan Finansial- Terbaik Tetap Reborn MOJOK.CO
Otomojok

Mendewakan Innova Zenix Adalah Kesesatan Finansial, Wujud Kebodohan Struktural yang Sangat Hakiki karena Tetap Kalah Aura Dibanding Innova Reborn

10 Maret 2026
Innova Reborn Terlahir Jadi Mobilnya Orang Bodoh dan Pemalas (Wikimedia Commons)
Pojokan

Bapak Rela Jual Tanah demi Membeli Innova Reborn Setelah Tahu Bahwa Reborn Bukan Sekadar Mobil Terbaik 2025, tapi Investasi yang Nggak Bisa Rugi

25 Februari 2026
Toyota Avanza Perusak Gengsi, Gak Waras Gak Berani Beli MOJOK.CO
Otomojok

Toyota Avanza Bekas Perusak Gengsi, tapi Orang Waras Pasti Tidak Ragu untuk Membeli Mobil yang Ramah Ekonomi Keluarga Ini

24 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026
Evakuasi WNI saat terjadi konflik luar negeri MOJOK.CO

Saat Terjadi Konflik di Luar Negeri, Evakuasi WNI Tak Sesederhana Asal Pulang ke Negara Asal

16 Maret 2026
Jadi gembel di perantauan tapi berlagak tajir pas pulang kampung. Siasat pura-pura baik-baik saja agar orang tua tidak kepikiran MOJOK.CO

Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan

19 Maret 2026
Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan Mojok.co

Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan

15 Maret 2026
Naik Travel dari Jogja ke Surabaya Penuh Derita, Nyawa Terancam (Unsplash)

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Niatnya Ingin Tenang Berakhir Penuh Derita dan Nyawa Terancam

13 Maret 2026
Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

17 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.