Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Malam Jumat

Cerita Horor KKN: Teror Makhluk Hitam yang Mengelilingi Berugak

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
19 Maret 2020
A A
Cerita Horor KKN: Teror Makhluk Hitam yang Mengelilingi Berugak MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Makhluk hitam itu mengelilingi tempat kami tidur. Dia bergerak perlahan. Konon, orang yang dikelilingi sosok itu akan tak sadarkan diri selama dua minggu. Sebuah cerita horor KKN lainnya.

Ada tradisi khusus selama saya KKN di daerah Lombok Utara, mendekati Gunung Rinjani. Tradisi ini mewajibkan selalu ada warga lokal mendampingi kegiatan KKN. Semua kegiatan, tanpa kecuali.

Mau soal birokrasi desa sampai senam pagi untuk anak SD. Mereka berkata, harus ada satu pemuda atau pemudi desa yang mendampingi. Mereka berjanji tidak akan mengganggu, hanya melihat dari jauh. Jika diizinkan, mereka tidak keberatan membantu kegiatan KKN.

Entah apa maksudnya. Kami pun hanya mengikuti anjuran tersebut. Ketimbang kami mengalami juga cerita horor KKN yang pernah viral beberapa bulan yang lalu. Kan, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.

Kami tidak ingin melanggar tradisi. Terlebih, kata warga sini, kekuatan mistis paling besar se-Lombok ada di desa kami KKN.

Cerita horor KKN ini sudah kami alami setiap malam sejak menginjakkan kaki di desa ini. kami sering mendengar suara jangkar menghujam lautan. Padahal, jarak kami ke puncak Rinjani lebih dekat ketimbang ke pantai. Sesekali kami juga mendengar desiran ombak. Ketika kami bercerita kepada warga desa, katanya itu pertanda bahwa kedatangan kami direstui.

Masih banyak cerita horor KKN kami yang bikin merinding setengah mati. Salah satunya berkat cerita horor KKN dari pemuda desa yang baru saja menyelesaikan studi di Malang. Dia bercerita:

Di jalan berkelok tepat di bawah posko kami, ada sosok makhluk hitam. Kadang hanya duduk dan melihat orang yang melintas. Katanya, makhluk hitam itu punya bentuk tubuh seperti manusia biasa. Bedanya, kulitnya hitam legam dan berambut panjang ke depan.

Dan, beginilah awal cerita horor KKN kami….

Awalnya kami mondar-mandir di kelokan itu dengan perasaan biasa saja, baik siang maupun malam. Kini, setelah mendengar cerita tersebut, kami setidaknya harus berempat ketika melewati jalan berkelok itu.

Saat itu, kami bukan hanya takut dengan makhluk halus. Kami juga takut kalau makhluk hitam itu adalah manusia yang bermaksud jahat. Ditambah lagi desa ini adalah tempat paling horor. Tidak menutup kemungkinan bahwa lokasi ini adalah tujuan untuk mencari ilmu atau wangsit. Tapi kami tidak tahu persisnya karena sungkan untuk bertanya.

Singkat cerita, kami melewati malam demi malam yang kebetulan biasa saja. Tidak terjadi hal-hal aneh selain badai gunung yang membuat kami kedinginan. Seiring cerita demi cerita yang bertambah tiap harinya justru mengakrabkan kami dengan warga desa.

Kami sering tidur di “berugak sekenem” di tengah desa adat yang menghadap langsung ke hutan adat. Berugak adalah semacam cakruk khas NTB. Di sini, di dalam desa adat, perkataan harus sangat dijaga. Sayangnya, mulut kami terlalu licin untuk dikontrol.

“Asuuuuu!” Pekik Dono, salah satu teman saya ketika kalah main kiu kiu, sejenis permainan kartu.

Iklan

“Shhh!” Kompak kami mengingatkan Dono untuk jaga omongan.

“Santai, penghuni sini nggak paham misuh orang Jogja,” timpalnya dengan tenang. Dan pisuhan demi pisuhan berlanjut setelahnya. Pada momen ini, cerita horor KKN yang sering kami dengar mulai terbayang.

Kami hanya bisa menarik nafas, agak ketakutan juga. Setelah itu, kami memutuskan tidur di berugak. Kami mengurungkan niat kembali ke posko karena anjing hutan sudah mulai turun. Kabut juga sangat menganggu pandangan jika balik ke posko. Dan…ya, kelokan itu sangat kami hindari, jika dirasa tidak penting-penting amat untuk dilalui.

Tidur kami pulas, meski tubuh kami meronta karena dingin. Ketika terbangun di tengah malam dan melihat keadaan sekitar, anjing-anjing hutan melolong memekakkan telinga. Kabut makin tebal, menyelimuti.

Tiba-tiba, ada tangan yang sangat dingin menyentuh pundak saya. Tangan itu sesaat seperti memijat saya, basah, dan sedikit kapalan. Jika ini hantu, apa iya tangannya begitu kasar seperti kuli.

Setelah susah payah mengumpulkan keberanian, saya menengok ke belakang. Ternyata Dono. Sarung melilit lehernya. Dia celingak-celinguk melihat sekitar.

“Opo?” Kata saya dengan sedikit gemetar.

“Temenin. Beser. Kebelet boker juga.” Ini dia, masalah cerita horor KKN biasanya dimulai dari kejadian seperti ini.

Kami bergegas melewati rumah adat demi rumah adat. Jika di posko, kami bisa kencing di mana pun kami suka. Banyaknya reruntuhan pasca-gempa Lombok memudahkan akses kami untuk kencing, tapi tidak untuk boker. Sedang di dalam desa adat, rumah-rumah adat yang kokoh meski diguncang gempa, tentunya kami tidak enak hati untuk numpang boker.

“Sini aja,” kata saya, menunjuk pagar pembatas antara desa adat dan persawahan. “Arahin kencingnya ke sawah. Bokernya ditahan dulu.”

“Temenin, lho,” kata Dono. Ia bergegas kencing. Bunyi gemericik air kencingnya menghantam bebatuan. “Dari tadi aku itu mau kencing, tapi nggak nemu-nemu gerbangnya. Seolah aku diputar-putar di sekitar rumah adat di dalam,” kata Dono nggak jelas yang sukses membuat saya merinding setengah mati.

Kami bergegas menuju berugak tempat saya dan teman-teman lainnya tidur. Benar saja, lima belas menit kami berjalan, rasanya tidak habis-habis rumah adat yang kami temui. Ada sekitar puluhan. Padahal waktu berangkat kencing, kami hanya melewati beberapa rumah adat berukuran kecil.

Rintik hujan dan kabut menambah susah pergerakan kami. Dono hanya diam dan mengikuti dari belakang. Saya paham, Dono juga merasakan keanehan yang sama. Ketika sudah lelah berjalan, kami menemukan berugak yang kami. Berugak dengan satu petromak dan teman-teman kami sedang terlelap. “Ketemu, Don,” kata saya.

“Bis, Bisma…” kata Dono memanggil-manggil nama saya. Ia menarik kerah saya dengan pelan. “Aku lemes,” kata Dono.

Saya melihat ke belakang, Dono hanya diam mematung melihat ke atas. Lebih tepatnya ke atas berugak yang sedang ditiduri teman-teman saya. Matanya nampak dalam, mulutnya sedikit terbuka.

Tanpa tedeng aling-aling, saya pun turut serta menyusuri ke mana arah mata Dono. Dan…sosok makhluk hitam menyerupai tubuh manusia sedang melambaikan tangannya kepada kami. Jangan tanya ekspresinya bagaimana karena rambutnya hitam panjang menjuntai ke depan. Persis seperti apa yang digambarkan oleh pemuda desa.

Jangan pergi ke mana pun tanpa mengajak pemuda atau pemudi desa. Tiba-tiba saya teringat perintah itu. Jujur, saya langsung ngompol dan tidak berani berteriak karena warga desa adat sedang terlelap. Lambat laun, bayangan itu menghilang seiring kabut yang makin tebal. Kami menjauh dari berugak. Takutnya, makluk hitam itu turun dan mengejar kami.

Ah, benar saja, ternyata makhluk hitam itu turun dan mengelilingi berugak yang masih ditiduri kawan-kawan kami. Dono membaca ayat suci. Padahal, ketika pertama kali bertemu, ia mengaku seorang agnostik.

Makhluk hitam itu berjalan perlahan mengelilingi berugak. Ia terlihat menunduk. Kami hanya melihat. Tidak punya kekuatan untuk membangunkan teman-teman kami. Sebenarnya, apa yang sedang dilakukan makhluk hitam itu?

Bentuknya memang manusia. Setelah nampaknya puas mengelilingi berugak, makhluk hitam itu tiba-tiba menghilang. Saya dan Dono sepakat untuk merahasiakan kejadian ini karena tidak ingin membuat kegaduhan.

Esoknya, salah satu pemuda bercerita. Burung gagak mengelilingi berugak yang kami tiduri semalam. Katanya, ini sama dengan KKN tujuh tahun lalu. Ketika ada mahasiswa yang ngeyel berkegiatan tanpa ditemani oleh pemuda dan pemudi desa. Katanya, “Mereka melihat sosok makhluk hitam itu. Salah satu mahasiswa berkata, sosok makhluk hitam itu mengelilingi tempat di mana kami sedang terlelap.”

Sangat mirip dengan cerita horor KKN yang saya dan Dono alami. Mata kami saling beradu. Pemuda desa itu melanjutkan, “Tujuh tahun lalu, setelah salah satu mahasiswa melihat sosok makhuk hitam itu mengeliling berugak, konon pada hari ke-13 saat KKN, salah satu orang yang dikelilingi makhluk hitam itu akan hilang kesadaran selama dua pekan.”

Dan sialnya, kami mengalami kejadian itu pada malam ke-12 dan tepat nanti malam adalah malam ke-13….

BACA JUGA Ringkasan Cerita ‘KKN di Desa Penari’ buat Para Pemalas dan Penakut atau tulisan terror makhluk halus lain di rubrik MALAM JUMAT.

Terakhir diperbarui pada 4 April 2020 oleh

Tags: berugakcerita hororCerita KKNKKNKKN hororLombokmakhluk hitamrinjaniteror setan
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Bercita-cita menjadi pelatih Nankatsu. Mahasiswa filsafat.

Artikel Terkait

Mahasiswa KKN.MOJOK.CO
Kampus

KKN Bikin Warga Muak Kalau Program Kerja Template dan Kelakuan Mahasiswanya Tak Beretika

17 Oktober 2025
KKN UMY Tidak Hanya Bisa Bikin Papan Nama MOJOK.CO
Esai

Mahasiswa UMY Atasi Sampah di Laut Wakatobi dengan Stove Rocket, Bukti KKN Tidak Hanya Bikin Papan Nama

6 Oktober 2025
Kesombongan mahasiswa KKN: tak sapa warga dan sok pintar bikin warga kesan dan berniat jahat MOJOK.CO
Ragam

Kesombongan Mahasiswa KKN bikin Warga Tak Segan “Berniat Jahat”: Tak Mau Nyapa dan Sok Pintar, Tak Tulus “Kerja Nyata” karena Niat Lain

21 Agustus 2025
anggota karang taruna lebih baik daripada mahasiswa KKN saat 17 Agustus. MOJOK.CO
Ragam

Warga Desa Sebetulnya Miris dengan Mahasiswa KKN: Nggak Menghargai Waktu dan Kerja Asal-asalan, Cuma Merugikan

19 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Innova Zenix Wujud Kebodohan Finansial- Terbaik Tetap Reborn MOJOK.CO

Mendewakan Innova Zenix Adalah Kesesatan Finansial, Wujud Kebodohan Struktural yang Sangat Hakiki karena Tetap Kalah Aura Dibanding Innova Reborn

10 Maret 2026
Kupat Keteg: kuliner warisan Sunan Giri jadi medium dakwah di Giri Kedaton, Gresik MOJOK.CO

Rasa Sanga (4): Tasawuf Ala Sunan Giri dalam Olahan Kuliner Kupat Keteg yang Dibuat di Tengah Perbukitan Kapur

6 Maret 2026
Anselmus Way, lulusan FISIPOL Universitas Gadjah Mada (UGM) pilih usaha keripik singkong hingga ayam geprek, tapi sukses MOJOK.CO

Lulusan FISIPOL UGM Jualan Keripik dan Ayam Geprek, Tapi Jadi Penopang Ekonomi Keluarga usai Nyaris Putus Asa

7 Maret 2026
Kereta api ekonomi (KA) Ambarawa Ekspres menjadi saksi "kegilaan" Bonek di rute Grobogan - Stasiun Pasarturi demi Persebaya Surabaya di Stadion GBT MOJOK.CO

KA Ambarawa Ekspres Andalan Bonek Tempuh “Jalan Kegilaan” di Rute Grobogan – Pasarturi, Demi Ziarah ke Rumah Kedua

6 Maret 2026
Bus patas Haryanto rute Jogja - Kudus beri suasana batin muram dan sendu gara-gara lagu-lagu 2000-an yang ingatkan masa lalu MOJOK.CO

Naik Bus Haryanto Jogja – Kudus Campur Aduk, Batin Seketika Muram dan Sendu karena Suasana dalam Bus Sepanjang Jalan

9 Maret 2026
Mudik Lebaran dengan pesawat

Saya Tidak Peduli Keluar Duit Lebih Banyak demi Tak Mengorbankan Kenyamanan, Pilih Mudik dengan Pesawat daripada Mode Apa Pun

11 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.