Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Suami-Suami Takut Tupperware (Hilang)

Farchan Noor Rachman oleh Farchan Noor Rachman
5 Oktober 2017
A A
170920 esai Tupperware harga mati

170920 esai Tupperware harga mati

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dalam rumah tangga, kadang munculnya konflik bukan dari hal yang rumit. Kadang soal yang bikin berantemnya suami istri bisa sesederhana … Tupperware.

Begini, saya adalah orang yang setiap hari dibawakan bekal sarapan oleh istri, kadang bonus bekal makan siang. Bekal itu dimasukkan di wadah plastik bermerek Tupperware. Karena membuat bekal untuk saya itulah istri jadi memiliki banyak barang merek ini dengan banyak fungsi. (Ada juga yang meyakini, istri punya banyak Tupperware adalah sebab, dan membuatkan bekal untuk suami adalah akibat.)

Masalahnya, saya ini pelupa. Terkadang lupa membawa pulang Tupperware, terkadang tertukar dengan Tupperware orang. Nah, kalau itu terjadi sudah dipastikan istri pasti mbesengut, cemberut.

Dalam hati saya merintih, ini kan cuma Tupperware? (Kemudian ada batin-batin lain dari Tupperware hardcore lover yang menyahut: CUMA TUPPERWARE!?) Logika sederhana saya bicara, apa sih istimewanya sampai harus kesal karena kotak makan atau botol minum ketinggalan?

Ternyata, Bang, Bro, Mas, Tupperware tak sesederhana kotak makan, botol minum, atau bahkan sekadar sendok atau tas pembungkusnya. Tupperware jauh lebih (((rumit))) dari itu.

Bagi istri saya, Tupperware adalah collectible items karena bentuknya indah dan warnanya cantik. Namun, karena istri juga seorang yang memikirkan sisi kegunaan, yang terpenting dari Tupperware adalah fiturnya: bahannya awet dan, yang paling penting, tidak bau plastik.

Apakah ini iklan? Bukan. Ini testimoni istri saya, pengguna Tupperware bertahun-tahun.

Pantas suatu kali ketika saya usul untuk membeli produk lain, istri saya langsung tegas menolak. Katanya, produk lain tidak ada yang sebagus Tupperware. Saya sih tidak peduli-peduli amat dengan merek. Yang penting ada kotak makan untuk membawa bekal.

Tapi, Bang, Bro, Mas, bagi maniak Tupperware, sekali Tupperware tetap Tupperware. Tupperware death price. Pejah gesang ndherek Tupperware. Yakin.

Jadi, tidak heran kalau di salah satu status Agus Mulyadi, ada orang yang membagi pengakuan: suatu kali Tupperware-nya ketinggalan di kantor dan malam hari itu pula istrinya menyuruh balik ke kantor untuk mengambil. Kisah seperti ini pasti dialami banyak suami dan pacar-pacar di berbagai penjuru Indonesia ….

Padahal, saya lihat proses membeli Tupperware itu ribet. Produk ini kan tidak dijual di toko umum, harus membeli lewat penjual yang khusus dan merupakan member Tupperware dan daftar barangnya hanya ada di katalog. Mungkin keribetan cara membeli ini menjadi variabel alasan kenapa istri saya begitu sayang pada Tupperware-nya.

Belum lagi Tupperware ini memang harganya lebih mahal dibanding alat serupa dengan merek lain. Dibandingkan Lion Star, misalnya, harganya jauh berlipat-lipat. Sebagai orang yang semasa kecil besar dengan wadah makan Lion Star, saya langsung merasa bahwa Tupperware kastanya di atas Lion Star. Benar-benar tantangan bagi siapa pun yang memimpikan masyarakat tanpa kelas. Mereka punya PR pertama untuk lebih dulu mewujudkan wadah makan tanpa kelas.

Ada juga yang bilang, beberapa jenis Tupperware diproduksi terbatas. Jadi, hanya ada beberapa gelintir dan menjadi buruan kolektor. Waduh, sudah semacam barang langka saja.

Beberapa malam lalu istri saya mengingatkan, masih ada empat Tupperware yang belum saya bawa pulang. Semuanya botol minum. Gara-gara itu, semalaman saya tidak bisa tidur. Kepikiran, Tupperware mana saja ya? Juga karena nggak mau istri mbesengut lagi.

Iklan

Paginya, istri saya memberi tahu Tupperware mana yang belum dibawa pulang. Sungguh detail ingatannya, mulai dari bentuk dan warnanya dia hafal. Di kantor saya segera bertanya pada office boy dan untungnya ia masih menyimpan Tupperware ketinggalan itu. Nasib saya terselamatkan. Segera saya masukkan seluruh Tupperware itu untuk dibawa pulang.

Jika Tupperware ketinggalan saja sudah merupakan benih-benih konflik yang bisa jadi berkepanjangan, bagaimana jika Tupperware hilang?

Aduh jangan sampai deh. Bisa berujung (1) perang dunia dalam rumah tangga, atau (2) istri sedih berlarut-larut.

Apalagi ini bukan masalah yang bisa diselesaikan dengan uang semata. Istri saya santai-santai saja ketika iPhone saya hilang beberapa waktu lalu. Beli lagi, katanya. Tapi tidak dengan Tupperware-nya yang hilang. Padahal, berapa sih harga Tupperware dibanding iPhone?

Saya tak tahu berapa Tupperware milik kami. Tapi, saya lihat ada banyak dengan beragam jenis, mulai dari botol minum, kotak makan, sampai toples. Ya, memang produk ini tersedia dalam berbagai jenis sih, wong kalau lebaran Tupperware di banyak rumah sudah menggantikan toples kaca bulat yang dulu jadi legenda wadah kue Lebaran.

Dari pengalaman dengan Tupperware, moral kisah ini ialah jaga baik-baik Tupperware istri Anda, jangan sampai hilang. Itu salah satu kunci keharmonisan rumah tangga. Kalau mau tambah romantis, bisa memberikan hadiah seperangkat Tupperware edisi khusus untuk istri.

Dengan Tupperware yang diperlakukan sedemikian sayang ini, kok rasa-rasanya ia bisa dikategorikan harta berharga yang masuk di SPT Tahunan ya?

Terakhir diperbarui pada 7 Mei 2018 oleh

Tags: istrirumah tanggasuamitupperwarewadah makan
Farchan Noor Rachman

Farchan Noor Rachman

Artikel Terkait

Suzuki S-Presso memang mobil aneh karena jelek tapi keren MOJOK.CO
Otomojok

Ibarat kata, Suzuki S-Presso adalah “Crocs KW” yang jelek tapi keren dan kini menjadi benteng pertahanan terakhir melawan kegilaan dunia yang serba mahal ini

14 Juli 2026
bapak-bapak nongkrong.MOJOK.CO
Sehari-hari

Setelah Punya Anak Sadar “Nongkrong Basi-Basi” Itu Nggak Guna: Rela Dicap Suami Takut Istri, karena Urusan Keluarga Memang di Atas Segalanya

11 Mei 2026
Derita punya pasangan hidup sandwich generation apalagi bonus mertua toxic MOJOK.CO
Sehari-hari

Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

5 Februari 2026
Istri Super Jadi Budak Suami Pengangguran Kelas Premium MOJOK.CO
Esai

Derita Istri Jadi “Budak” Kasta Tertinggi Suami Pengangguran yang Lebih Mementingkan Burung Peliharaan ketimbang Anak dan Istri

28 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Caruban—sebagai ibu kota dari Madiun—barangkali terkesan tidak bagus-bagus amat. Tapi bikin jatuh hati lewat hal-hal sederhana MOJOK.CO

Caruban Madiun Memang Tidak Bagus-bagus Amat, Tapi bikin Jatuh Hati Lewat Hal-hal Sederhana

13 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
SSB MAS merawat bibit-bibit muda sepak bola Kota Jogja meski dari Lapangan Minggiran yang tidak rata MOJOK.CO

SSB Tertua di Kota Jogja Merawat Bibit-bibit Muda Meski dari Lapangan Bola Tidak Rata

11 Juli 2026
Koperasi Kelurahan di Banjarsari, Surakarta, bukukan omzet ratusan juta MOJOK.CO

Cerita Koperasi di Banjarsari Surakarta: Berawal dari Garasi, Bukukan Omzet Ratusan Juta?

12 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring.MOJOK.CO

Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring

12 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.