Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Teruntuk yang Baru Saja Putus Cinta

Fatimah Zahrah oleh Fatimah Zahrah
16 Oktober 2014
A A
putus cinta mojok
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Nobody said it was easy

It’s such a shame for us to part

Nobody said it was easy

No one ever said it would be this hard

-The Scientist, Coldplay

Tak ada yang mudah dari putus cinta. Cinta yang menahun, telah menyatu dengan dengan diri. Selama bertahun menjadi tempat menuju. Tak ada yang mudah dari kehilangan. Kehilangan sesuatu yang telah menjadi bagian semestamu.

Mungkin beginilah hidup, semakin dewasa adalah perkara berdamai dengan kehilangan satu dan kehilangan lainnya. Dan hidup mesti berlanjut.  Untuk kamu yang baru saja putus cinta, berikut ini beberapa hal kecil yang mungkin bisa membantumu melewati masa sulit:

Giat Olahraga

Seperti kata pepatah, Mens sana in copre sano. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kowe kudu kuwat.

Pasca putus, wajau kalau kita mengalami gejala-gejala seperti orang depresi. Lesu, merasa tidak ada harapan, pola makan berubah drastis, banyak tidur seperti tidak siap mengahadapi hari, sulit konsentrasi, mimpi buruk, ngetwit galau tengah malam, deaktif akun media sosial, pesan minuman beralkohol ke warung burjo, dan lain sebagainya.

Tak apa, imbangi saja dengan olahraga. Badan yang segar membuat pikiran lebih jernih. Bisa jogging, senam-senam lucu di halaman kosan. Atau ikut kelas yoga—selain untuk ketenangan pikiran, juga supaya tampak kekinian.

Hadapi Buli dengan Senyuman

Namanya juga anak muda generasi media sosial. Tidak lengkap rasanya kalau ada teman yang baru putus tidak dibuli berjamaah. Dari teman yang sudah menikah, sama-sama belum lama putus, pacaran tapi sudah tidak deg-degan, atau jomblo puluhan tahun pun, semua ikut membuli.  Apalagi kalau selama jadian banyak tulisan, foto-foto  dan jejak yang merekam masa-masa indah pacaran diunggah di internet.

Tanggapi dengan tegar, senyuman, dan semangat Aku Rapopo Masa Depan Gemilang Menantiku.

Pun sebenarnya, bulian teman-temanmu adalah bentuk perhatian dan kasih sayang. Terima saja dengan senang hati, sambil mencari kartu as untuk balas membuli mereka. Sesungguhnya dunia yang fana ini adalah panggung sandiwara. Amithaba.

Wisata Kuliner

Stres pasca putus dapat mengubah pola makan. Bisa makin malas makan, bisa juga makin brutal makan. Untuk yang makin nafsu makan, olahraga bisa membantu membuang racun sisa metabolisme makanan dalam tubuh. Untuk yang kehilangan selera makan, sesungguhnya kalian adalah kaum yang merugi. Kebahagiaan dalam hidup ini, seperti judul sebuah film, dibangun oleh tiga pilar: Eat, Pray, Love.

Bila cinta kandas, spiritualitas tergerus oleh godaan gemerlap dunia dan pesona selebtwat, setidaknya kamu masih punya satu unsur pembentuk kebahagiaan; makan. Pergilah berplesir keliling kota, ke pasar-pasar, mencicipi kuliner nusantara yang beragam cita rasa. Maka nikmat Tuhan mana lagi yang engkau dustakan?

Berdamai

Iklan

Rasanya bagian tersulit dari menghadapi luka adalah berdamai. Memaafkan diri sendiri, mantan kekasih, dan semua yang telah terjadi. Biarkan mereka yang belum cukup dewasa menghadapi perpisahan saja yang berbicara buruk tentang mantan kekasih. Suatu saat kita akan mengingat semua kenangan ini dengan tertawa. Tidak lagi dengan air mata. Mengutip penggalan puisi dari penyair bersemangat modern kita,  Leon Agusta—Semua sudah  dimaafkan // Sebab kita pernah berbahagia.

Teruntuk kamu yang baru saja putus cinta, kowe rapopo.

Terakhir diperbarui pada 11 Agustus 2021 oleh

Tags: Leon AgustaPatah HatiPutus Cinta
Fatimah Zahrah

Fatimah Zahrah

Artikel Terkait

Kapankah Saat yang Tepat untuk Putus Cinta? | Semenjana Eps. 6
Video

Kapankah Saat yang Tepat untuk Putus Cinta? | Semenjana Eps. 6

3 Maret 2025
Mereka yang Disuruh Putus Orang Tua Pacar karena Bukan Mahasiswa: Sakit, tapi Tak Perlu Repot-repot Kasih Pembuktian MOJOK.CO lebaran
Liputan

Cerita Pilu 2 Pria yang Hubungannya Kandas Menjelang Lebaran, Ada yang Bawa-bawa Agama dan Dianggap Tak Punya Masa Depan!

9 April 2024
Refleksi Akhir Tahun: Kisah-kisah Move On Karena Cinta yang Kandas MOJOK.CO
Ragam

Refleksi Akhir Tahun: Kisah-kisah Move On dari Cinta yang Kandas

26 Desember 2023
patah hati mojok.co
Liputan

Derita dan Tawa Patah Hati: Nangis-nangis Dahulu, Merayakan Kemudian

26 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Innova Reborn Terlahir Jadi Mobilnya Orang Bodoh dan Pemalas (Wikimedia Commons)

Real Jual Tanah untuk Membeli Innova Reborn Menjadi Pilihan Terbaik bagi Orang Bodoh karena yang Penting Bisa Investasi

25 Februari 2026
Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi MOJOK.CO

Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi

26 Februari 2026
Takjil bingka dari Kalimantan

Seloyang Bingka di Jogja: Takjil dari Kalimantan yang Menahan Saya agar Tetap “Hidup” di Perantauan

23 Februari 2026
Honda Scoopy, Motor Busuk yang Bikin Konsumen Setia Kecewa (Wikimedia Commons)

Karena Cinta dan Setia, Rela Membeli 11 Motor Honda tapi Berakhir Kecewa karena Honda Scoopy Hanya Jual Tampang tapi Mesinnya Menyedihkan

25 Februari 2026
Rela Melepas Status WNI demi Hidup Sejahtera di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri MOJOK.CO

Rela Melepas Status WNI demi Hidup Sejahtera di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri

27 Februari 2026
Bukber, ASN, kantor.MOJOK.CO

Ikut Bukber Kantor di Acara ASN Itu Bikin Muak: Isinya Orang Cringe dan Seksis yang Bikin Risih, tapi “Haram” Buat Ditolak

22 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.