Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Menjadi Bahagia dengan Berdandan

Esty Dyah Imaniar oleh Esty Dyah Imaniar
12 Februari 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

[MOJOK.CO] “Nggak semua dan selalu aktivitas dandan cewek itu ditujukan untuk cowok. Kadang berdandan ditujukan untuk diri dan kebahagiaan cewek sendiri.”

Dalam satu episode Breakout di Net. yang membahas musisi-musisi dengan aktivitas sosial, Sheila, co-host Breakout, bercerita soal kampanye no make-up yang dibuat Alicia Keys pada 2015.

Seperti perempuan pada umumnya, Alicia mengaku merasa insecure kalau nggak pakai make-up saat beraktivitas. Sampai akhirnya tingkat insecurity itu jadi nggak sehat dan memengaruhi musikalitasnya. Jadilah Alicia memulai kampanye nggak dandan, baik ketika manggung maupun saat sesi foto buat majalah. Kampanye ini belakangan membantu banyak perempuan melepas insecurity masing-masing dengan cara menerima diri sendiri tanpa make up sembari yakin potensi para perempuan ini bisa lebih tersalurkan.

Setelah mengakhiri cerita Alicia, Sheila curcol heboh ke Boy, host-nya Breakout, bahwa dia pun sering merasa insecure kalau pergi tanpa make-up. Makanya dia dekat banget sama cerita Alicia itu. Nah, dengan tidak kalah hebohnya, Boy memberi tips rahasia ke Sheila.

“Gue kasih tahu ya, cowok tuh lebih suka sama cewek yang nggak dandan. Ngapain sih kalian heboh dempul-dempul begitu?” katanya bersemangat.

“Kita nggak dandan buat kalian kali. We do it for ourselves!” jawab Sheila refleks, yang sebenarnya sudah bisa ditebak. Hari gini masih dandan buat cowok? Eww.

“Seriously? Lu kalo tidur dandan nggak? Nggak kan? Berarti lu dandan buat cowok!” kata Boy lagi disusul senyum kemenangan karena Sheila speechless.

Saya nggak ngerti kenapa Sheila mendadak diem begitu. Apakah dia merasa tertohok sama pernyataan Boy? Atau sebenarnya dia pengin menjawab tapi terhalang durasi?

Nah, kalau dia diam karena opsi kedua, biarkan saya yang menjawab Boy. Kalaupun ternyata nggak, ya nggak papa, saya tetap pengin curhat berhubung masih banyak boys GR-an macam Boy di luar sana.

Jadi, Boy(s), memang masih banyak perempuan yang berdandan hanya untuk laki-laki. Tapi, ketika ada perempuan yang mengaku berdandan untuk dirinya sendiri, bukan untuk kalian para lelaki, jangan buru-buru berpurbasangka kalau dia dusta. Sebab pada akhirnya, it’s all about self satisfaction.

Banyak lho perempuan yang dandan meskipun wajahnya ditutupi. Mereka yang pake niqab, misalnya. Saya sendiri lumayan sering dandan meskipun seharian beraktivitas dengan memakai masker. “Lho ngapain dandan kalau nggak kelihatan?” pikirmu bingung. Ya gitu deh manusia kalau kebahagiaannya hanya bersumber dari orang lain.

Dandan tapi tak ditampakkan buat siapa? Ya buat diri sendiri lah. Faktanya, perempuan cenderung bisa feel good ketika look good dan dengan begitu bakal lebih mudah do good (tagline Hijup banget nih, wkwk). Itulah kenapa ketika teman kantormu lagi bad hair day, biasanya dia jadi bad mood dan performa kerjanya nggak maksimal. Insecure memang bahaya banget, Sis, makanya Alicia sampai bikin kampanye begituan.

Beberapa lelaki yang sudah menikah juga sering GR kalau pasangan mereka berdandan hanya untuknya seorang. Apalagi dalam Islam sering banget dibilang tugas istri adalah melayani suami, yang salah satunya diartikan berpenampilan baik di hadapan suami alias dandan hanya untuk suami seorang. Padahal nggak semua istri yang dandan benar-benar hanya untuk suaminya.

Bukan berarti si istri punya lelaki lain lho, tapi ya balik lagi, emak-emak ini berdandan untuk membahagiakan diri sendiri. Lagi pula, berapa banyak sih suami yang suka memuji dandanan istrinya? Yang di sekitarku sih sedikiiit. Beberapa bahkan mengaku lebih suka perempuan nggak dandan. Jadi, kenapa istri masih suka dandan kalau suaminya nggak suka-suka banget?

Iklan

Karena perempuan suka terlihat cantik (baik dipuji maupun nggak). Habis beli lipen baru, langsung dicoba meskipun nggak mau pergi alias di rumah aja. Setelah dicoba dan bahagia karena “Iiih, warnanya cocok banget sama kulit aku!”, lipen di bibir pun tidak segera dibersihkan. Bahkan digunakan buat beberes rumah–yang terasa lebih menyenangkan karena pakai lipen baru. Jadi, kalaupun suami diuntungkan oleh kegemaran dandan ini, keuntungan itu berupa suasana hati istri yang bahagia.

Nah, soal perempuan yang nggak dandan pas tidur, just so you know nih, Boy: perempuan yang beneran sayang sama tubuhnya nggak bakal pake make-up pas tidur. Bakal jerawatan, cyiiin! Walau bukan berarti mereka benar-benar nggak “dandan” pas mau tidur.

Bahkan bisa dibilang, ritual merawat wajah perempuan sebelum tidur sangatlah kompleks. Bersihin muka, cuci muka, oles minyak, oles krim, dst. Buat bersihin muka saja step-nya bisa banyak banget: krim pembersih dulu, toner, treatment berbeda untuk bagian mata, dst. Intinya, mereka juga “dandan” biar tetap cantik pas tidur.

Buat perempuan, bisa melakukan ritual sempurna sebelum tidur adalah kepuasan tersendiri yang eventually mempengaruhi mood-nya ketika bangun. Beda sama yang pulang larut, kecapekan, make-up masih on tapi udah keburu ketiduran. Hmm, kemungkinan besar dia bakal bangun tidur dengan kondisi super KZL.

Eniwei~ alasan mula-mula Alicia Keys bikin kampanye no make up juga bukannya biar lelaki berpikiran perempuan tanpa make up itu cantik dsb. dst. lho. Dia melakukannya buat empower woman, khususon dirinya sendiri, biar nggak insecure sehingga musikalitasnya kembali bagus.

Kalau musikalitasnya udah bagus, tentu saja Alicia bisa lebih produktif bikin lagu hits. Nah, kalau lagu-lagunya udah hits, income lancar, kan duitnya bisa buat beli make-up mihil-mihil tanpa merasa insecure lagi #eh. Kok? Yaa gitu deh lingkaran kejadiannya hehehe.

Jadi, hari ini pake lipen nomer berapa, Sis?

Terakhir diperbarui pada 12 Februari 2018 oleh

Tags: alasancantikcewekcowokdandan
Esty Dyah Imaniar

Esty Dyah Imaniar

Artikel Terkait

Brand Fesyen Lokal Roughneck 1991 Jajal Bisnis Men’s Care. MOJOK.CO
Ekonomi

Brand Fesyen Lokal Roughneck 1991 Jajal Bisnis Men’s Care

4 Juli 2023
Saya Insecure Ketika Bapak Kos Tanya, Asalmu Mana? MOJOK.CO
Kilas

Saya Insecure Ketika Bapak Kos Tanya, Asalmu Mana?

18 Juni 2023
Beauty Privilage itu Benar-benar Nyata dan Mengerikan. MOJOK.CO
Kilas

Beauty Privilege Itu Benar-benar Nyata dan Mengerikan

28 Mei 2023
Begini rasanya jadi perempuan cantik
Uneg-uneg

Begini Rasanya Jadi Perempuan Cantik 

15 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Makan bersama sia-sia: niat kumpul keluarga, tapi bikin ortu kesepian karena anak-anak sibuk main hp sampai tak nyahut saat diajak bicara MOJOK.CO

Kumpul Keluarga Justru bikin Ortu Makin Kesepian dan Terabaikan, Anak Sibuk sama HP dan Tak Saling Bicara

25 Februari 2026
Mekanisme beasiswa LPDP untuk kuliah di luar negeri masih silang sengkarut, awardee cemas jadi "WNI" MOJOK.CO

Mekanisme dalam Beasiswa LPDP (Masih) Silang Sengkarut: Awardee Cemas Jadi WNI, Negara Punya PR yang Harus Diberesi

23 Februari 2026
kelemahan honda beat, jupiter z.mojok.co

Menyesal Ganti Jupiter Z ke Honda BeAT: Menang “Rupa” tapi Payah, Malah Tak Bisa Dipakai Ngebut dan Terasa Boros

27 Februari 2026
Pemuda Jakarta kerja di Jepang untuk bayar utang keluarga. MOJOK.CO

Gila-gilaan Kerja di Jepang tapi Tak Bisa Menikmati Upah Besar, sebab Saya Generasi Sandwich yang Harus Tebus Utang Keluarga

26 Februari 2026
Culture shock mahasiswa Kalimantan dengan budaya guyub Jawa di Jogja

Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman

26 Februari 2026
Mie ayam surabaya untuk quality time. MOJOK.CO

Makan Mie Ayam, “Quality Time” Orang Surabaya dan Balas Dendam Terbaik untuk Melampiaskan Getirnya Hidup

25 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.