Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Young Lex Bukan Plagiat Karya Lay EXO, Blio Cuma Bikin Versi ‘Low Budget’ Aja

Haris Firmansyah oleh Haris Firmansyah
10 Maret 2021
A A
Young Lex Bukan Plagiat Karya Lay EXO, Blio Cuma Bikin Versi ‘Low Budget’ Aja

Young Lex Bukan Plagiat Karya Lay EXO, Blio Cuma Bikin Versi ‘Low Budget’ Aja

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Video klip “Raja Terakhir” Young Lex yang dibilang mirip kayak “MV Lit” Lay EXO itu bukan plagiat. Itu versi diet aja.

Dalam video musik berjudul “Raja Terakhir (The Last Kingdom)” yang disponsori oleh game mobile Three Kingdoms: Hero Legendaris, Young Lex mengajak Dinar Candy sebagai salah satu model selirnya.

Strategi serupa yang pernah dilakukan Deddy Corbuzier yang membuat podcast Close the Door episode bintang tamu Dinar Candy itu tidak afdol jika hanya didengar. Harus ditonton juga.

Namun, kali ini bukan Aldi Taher yang minta videonya dihapus dari Youtube karena sensasi Dinar Candy yang dianggap konten maksiat. Kini, giliran fans EXO yang protes. Lantaran, konsep video musik Young Lex dianggap menyontek atau plagiat “MV Lit” karya Lay EXO. Ceunah.

Jika dibandingkan, “MV Lit” milik Lay terasa megah dan epik, seperti film Mulan yang sama-sama mengambil latar zaman feodal. Sementara video klip “Raja Terakhir” bukan plagiat karena lebih tampak kayak versi low budget-nya aja.

Kayak di video klip itu, si Young Lex yang niatnya pakai busana kaisar Cina malah lebih mirip kayak Eyang Subur yang lagi dikelilingi istri-istrinya pas liburan Imlek dan diteriakin Arya Wiguna. Pffft.

Salah satu kemiripan video klip Young Lex yang diduga plagiat adalah kehadiran naga di video klip tersebut. Young Lex dan Lay sama-sama mengusung grafis naga terbang yang membara.

Kalau Lay dianggap wajar pakai naga karena alasan melestarikan tradisi dan sejarah Cina yang menjadi negara asalnya, lah Young Lex?

Padahal kalau mau memasukkan kearifan lokal, harusnya Young Lex pakai efek naga di sinetron laga Indosiar aja. Mungkin fans Kpop juga nggak akan murka jika Young Lex mengganti animasi naga dengan lele bakar raksasa. Paling banter juga dianggap bakul pecel lele.

Bisa dibilang Young Lex hanyalah penerus dari tradisi pelaku industri musik dalam negeri yang tak jarang kegep menjiplak artis luar negeri.

Belum lama ini, pedangdut Via Vallen juga mengalami nasib yang sama ketika video klipnya dituduh menjiplak konsep video musik yang empunya artis Korea. Sampai akhirnya videonya di-takedown, lalu Via bikin video baru dengan konsep berbeda.

Ketika dihujani komentar buruk haters, Young Lex menanggapinya dengan berapi-api. Berbeda ketika d’Masiv yang dituduh plagiat, langsung alibi terinspirasi. Padahal untuk dibilang ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi), intro lagu “Cinta ini Membunuhku” mirip banget sama lagu “I Don’t Love You” milik My Chemical Romance.

Setelah delapan lagu dari album pertamanya dituding jiplakan, d’Masiv melakukan playing victim dengan merilis lagu berjudul “Jangan Menyerah” yang liriknya berisi kalimat motivasi. Sementara itu, My Chemical Romance yang menyerah dan bubar.

Efek dugaan plagiat Young Lex macam ini memang dahsyat. Bisa membuat sang plagiator mendapatkan keuntungan besar, sedangkan pencipta karya aslinya hanya gigit jari. Jangankan plagiat, cover lagu tanpa izin saja bisa bikin pemilik lagu aslinya merasa dirugikan.

Iklan

Seperti kasus Mas Is mantan vokalis Payung Teduh yang protes ketika lagu “Akad” di-cover Hanin Dhiya tanpa izin sampai meledak… dolar adsense-nya.

Di jagat internet, pernah ada pelakon Youtube Amerika yang membuat konten travelling ke hutan bunuh diri di Jepang. Lalu dikecam karena dianggap tidak ada rispek-rispeknya dengan mereka yang sudah mendahului kita.

Ternyata, perbuatan wanprestasi itu justru ditiru oleh pelakon Youtube Indonesia setahun kemudian. Terkadang, kreator konten Indonesia seolah tidak dapat petunjuk untuk apa-apa yang perlu ditiru dan tidak.

Sebagai masyarakat di negara berkembang, kreator dalam negeri memang tidak bisa lepas dari pengaruh luar negeri. Contohnya, stand up comedy yang merupakan produk asing. Namun, ketika dibawa ke Indonesia, yang ditiru hanya formatnya, kontennya tetaplah lokal.

Di negara asalnya, stand up comedy dijadikan sarana perjuangan orang kulit hitam melawan supremasi kulit putih. Sampai sini, komedi tunggal jadi media menyalurkan keresahan pelawak dari Indonesia Timur terhadap stereotip yang kerap mereka terima sehari-hari. Produknya memang dari negeri nun jauh di sana, tetapi yang dibicarakan yang dekat-dekat saja.

Padahal grup musik Weird Genius yang digawangi Reza Arap sudah membuktikan bahwa karya yang diisi konten-konten lokal bisa menjual juga. Seperti lagu “Lathi” yang mengandung bahasa Jawa dan video musiknya yang memuat budaya asli Indonesia. Kalau diramu dengan tepat, momennya pas, sebuah karya bisa mendunia lewat jalur prestasi.

Berbeda dengan musik video terbaru Young Lex yang dapat serbuan netizen Indonesia dan luar negeri, musik video grupnya Reza Arap waktu itu menuai puja-puji sana-sini. Sampai dijadikan konten reaction oleh banyak bule di Youtube.

Apakah karena mereka tertarik dengan budaya Indonesia? Nggak juga. Pengguna internet di Indonesia mencapai 196,7 juta. Sebuah pasar potensial untuk meraup klik… dan dolar adsense.

Dari komunitas pengguna internet itu, salah satu yang paling aktif adalah fans Kpop. Sebelumnya, Young Lex sudah berurusan dengan fans Kpop ketika diduga melecehkan Lisa BLACKPINK secara verbal. Lalu memajang wajah lebam warna biru keunguan dan mengaku jadi korban pengeroyokan Kpopers, padahal prank make-up.

Kalau sekarang sang Raja Terakhir mengulangi treatment yang sama, mungkin memang blio lagi butuh atensi fans Kpop untuk menaikkan jumlah dislike lagu barunya.

BACA JUGA Belajar dari Young Lex, Gimana Cara Manajemen Haters yang Sukses dan tulisan Haris Firmansyah lainnya.

Terakhir diperbarui pada 10 Maret 2021 oleh

Tags: kpopLay EXOraja terakhirYoung Lex
Haris Firmansyah

Haris Firmansyah

Pegawai Bank Ibukota. Selain suka ngitung uang juga suka ngitung kata.

Artikel Terkait

tur blackpink mojok.co
Hiburan

Gelar Tur Dunia, BLACKPINK akan Tampil di Jakarta Tahun Depan

9 Agustus 2022
wamil bts mojok.co
Hiburan

Di Tengah Wamil, Grup K-Pop BTS Masih Mungkin Tampil di Luar Negeri

2 Agustus 2022
MAVROZ juarai K-Pop Cover Dance Festival (KCDF) 2022 in Indonesia (HO/KCC)
Hiburan

Tim Dance MAVROS Asal Jogja Wakili Indonesia di Final K-Pop Cover Dance Tingkat Dunia

31 Juli 2022
Ledek Army karena Ngotot Beli BTS Meal? Dih, Generasi Lama Kok Pada Nggak Sadar Diri
Esai

Ledek Army karena Ngotot Beli BTS Meal? Dih, Generasi Lama Kok Pada Nggak Sadar Diri

10 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hasutan dan jebakan orang minta donasi di Stasiun Tugu Jogja, ternyata berkedok penipuan MOJOK.CO

Turun Stasiun Tugu Jogja Muak sama Orang Minta Donasi: Tidak Jujur Sejak Awal, Jual Kesedihan Endingnya Jebakan

5 April 2026
Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung MOJOK.CO

Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung

6 April 2026
Kerja WFH untuk ASN bukan solusi. MOJOK.CO

WFH 1 Hari dalam Seminggu Cuma Bikin Pekerja Boncos dan Nggak Produktif, Lalu Di Mana Efisiensi Pemakaian Energinya?

6 April 2026
Susahnya cari kerja sebagai fresh graduate Unair. MOJOK.CO

Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak

7 April 2026
Anak PNS kuliah di PTN top seperti UGM masih menderita karena UKT nggak masuk akal

Derita Jadi Anak PNS: Baru Bahagia Diterima PTN Top, Malah “Disiksa” Beban UKT Tertinggi Selama Kuliah padahal Total Penghasilan Orang Tua Tak Seberapa

4 April 2026
Sumbangan pernikahan di desa, jebakan yang menjerat dan membuat warga menderita MOJOK.CO

Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”

8 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.