Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Udah Gitaran Aja, Dik Meliani

Arman Dhani oleh Arman Dhani
12 Januari 2015
A A
Udah Gitaran Aja, Dik Meliani

Udah Gitaran Aja, Dik Meliani

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dik Meliani Siti Sumartini yang baik,

Bolehkah kakak menyimpan rasa menyapamu? Saya sungguh-sungguh kepincut dengan wajah kemampuan Dik Meliani bermain gitar. Sebagai penggemar berat Pantera, saya tahu pasti betapa sulitnya memainkan gitar seperti yang Dik Meliani lakukan. Apalagi lagu yang Adik pilih adalah Hourglass dari album seminal Lamb of God, Ashes of the Wake.

Iklan

Saya hakulyakin, gitaris Lamb of God, Mark Morton dan Willie Adler,  juga bakal urun gumun dengan kemampuan Dik Meliani bermain gitar. Kemampuan yang Adik miliki mengingatkan saya kepada Prisa Rianzi. Prisa, tahun 2008 pernah mengcover Hourglass dari Lamb of God seperti kamu. Meski harus jujur saya akui, Dik Meliani lebih rapi memainkan Hourglass. Tapi tentu bukan tentang itu saya menulis ini, Dik.

Saya kira Dik Meliani butuh pacar didukung, mengingat banyaknya orang-orang sinting yang menghina Adik di youtube. Mereka menghinamu karena pasca penyerangan Charlie Hebdo, video Dik Meliani mulai viral dan dikenal banyak orang. Kamu seorang perempuan muslim yang berkerudung, dianggap salah dan mewakili seluruh Islam. Begitulah, Dik, orang-orang gendeng itu, mereka yang mengaku beradab itu gagal membedakan agama dan praktik kesenian.

Dik Meliani jangan khawatir. Karena sebagai perempuan Dik Meliani berhak dan diperbolehkan berkesenian tanpa harus dikekang. Dalam Karya Klasiknya The Rights of Woman in Islam, Murtadha Mutahhari menuliskan betapa sebenarnya posisi perempuan itu sangat mulia. Ia dengan bernas bahkan melakukan pembelaan perihal perbedaan biologis antara lelaki dan perempuan. Bagi Syahid Mutahhari, perempuan adalah mahluk mulia yang mampu hidup independen dan berdaulat.

Mungkin Dik Meliani bingung, kenapa saya bawa-bawa Syahid Mutahhari. Di negeri ini perempuan masih jadi warga kelas dua, kelak Dik Meliani akan sampai pada masa di mana akan diminta bahkan dipaksa berhenti main gitar. Alasannya, perempuan muslim kok gitaran, main gitar ala metal lagi. Orang-orang dengan pemikiran kayak gini akan selalu ada.

Dulu sekali, ada agen MLM Khilafah yang pernah bilang, “bila wanita habiskan untuk anaknya 3 jam sedangkan kantor 8 jam | lebih layak disebut ibu ataukah karyawan?” Omongan ngawur kayak gini banyak yang dukung lho, Dik.

Agen MLM Khilafah itu malah dipanggil ustadz oleh beberapa orang. Malahan bukunya yang punya tendensi misoginis dan mereduksi peran perempuan jadi best seller. Tapi jangan Dik Meliani berkecil hati. Dalam Islam, kaum perempuan boleh kok bekerja dan bereksistensi.

Dik Meliani pernah kenal Zainab binti Jahsy? Zainab, istri kanjeng nabi yang juga seorang penyamak kulit dan gemar bersedekah. Ia diperbolehkan bekerja dan mengaktualisasikan dirinya. Dalam hal ini, Dik Meliani juga sama berhaknya untuk bermain gitar.

Di negera ini, Dik, masih banyak juga liberal-liberal kebacut. Orang yang sok-sokan terdidik tapi mentalnya komprador. Teriak soal kebebasan berpendapat dan komentar ini-itu, tapi mingkem kalau bicara tentang hal-hal yang sensitif. Saat kelas menengah Indonesia sibuk mengicaukan tagar #JeSuisCharlie, seorang dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh, yang membawa mahasiswanya belajar di gereja terancam dinonaktifkan dari tugas akademis.

Dosen bernama Rosnida Sari itu dianggap melanggar budaya dan kearifan lokal di Aceh. Sang dosen mengajak sejumlah mahasiswanya ke sebuah gereja di Banda Aceh untuk belajar tentang “bagaimana agama lain melihat relasi antara laki-laki dan perempuan.” Saya baru tahu, jika kita muslim di Aceh, dan datang belajar ke gereja, itu adalah pelanggaran terhadap budaya dan kearifan lokal. Ini akan saya jadikan pertimbangan, agar kelak saat ke Aceh saya tidak perlu melanggar norma dan aturan setempat.

Sebagai penutup, Dik Meilani, ada baiknya jangan pedulikan komentar dan omongan orang. Saya sarankan Dik Meliani untuk meng-cover lagu-lagu dari Pantera, Slayer atau Gojira yang agak kekinian. Teruslah belajar dan mengasah kemampuan bermain gitar dengan semangat untuk berbagi. Meminjam judul buku dari Agen MLM Khilafah yang sempat saya singgung tadi, Udah Gitaran Aja!

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2026 oleh

Tags: jilbab gitarjilbab metalMeliani Siti Sumartini
Arman Dhani

Arman Dhani

Arman Dhani masih berusaha jadi penulis. Saat ini bisa ditemui di IG @armndhani dan Twitter @arman_dhani. Sesekali, racauan, juga kegelisahannya, bisa ditemukan di https://medium.com/@arman-dhani

Artikel Terkait

Tetaplah Bangga dengan Cadarmu, Mbak!
Esai

Tetaplah Bangga dengan Cadarmu, Mbak!

3 Mei 2016
Menjadi Hijaber Metal adalah Hak Segala Metalhead
Esai

Menjadi Hijaber Metal adalah Hak Segala Metalhead

25 April 2016
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beralih dari profesi dokter ke petani di Klaten. MOJOK.CO

Resah Jadi Dokter: Tangani Pasien Petani dengan Keluhan Sama, Pilih Turun ke Sawah demi “Menyembuhkan” Tanah

13 Juli 2026
Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan MOJOK.CO

Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan

14 Juli 2026
Suzuki S-Presso memang mobil aneh karena jelek tapi keren MOJOK.CO

Ibarat kata, Suzuki S-Presso adalah “Crocs KW” yang jelek tapi keren dan kini menjadi benteng pertahanan terakhir melawan kegilaan dunia yang serba mahal ini

14 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
Truk sampah di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

Mengais Asa di TPA Troketon, Benteng Terakhir Penghidupan Warga Klaten

10 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.