Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Rokok Win Click Memang Rokok Kelas 2, tapi Lebih Memuaskan ketimbang LA Purple Boost apalagi Sampoerna Splash Royal Ungu

Khoirul Fajri Siregar oleh Khoirul Fajri Siregar
19 Januari 2024
A A
Rokok Win Click Lebih Memuaskan ketimbang Anunya Sampoerna MOJOK.CO

Ilustrasi Rokok Win Click Lebih Memuaskan ketimbang Anunya Sampoerna. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Rokok Win Click, “rokok kelas 2”, malah lebih memuaskan ketimbang LA Purple Boost, ESSE Berry POP, apalagi sama anunya Sampoerna yang hambar itu.

Beberapa bulan lalu, di tengah panas dan terik yang sedang memayungi Jogja, seorang perempuan pernah bertanya kepada saya. 

“Mas, rokok rasa-rasa yang enak sekarang tu apa sih?”

“Rokok Win Click, yang Berry Capsule itu.”

“Win? Rokok apa itu?”

“Banyak produknya, tapi salah satu yang paling dicari ya itu.”

“Kalau dibandingkan Sampoerna Splash Royal Ungu?”

“Aku memilih rokok Win Click.”

“Kalau sama LA Purple atau ESSE?”

“Masih sama. Aku tetep milih itu.”

“Segitunya?”

“Iya.”

“Padahal kamu pernah nulis LA Purple. Katamu itu paling enak?”

“Namanya juga selera. Ada waktunya bergeser karena banyak alasan, salah satunya harga. Win Click ini menang kalau soal harga dan kuantitas.”

Iklan

“Dih, katanya enak, kok ujungnya harga dan lebih banyak isinya?”

Rokok Win Click menjadi pilihan nomor satu

Saya seperti salah menjawab. Dulu, saat LA Purple Boost muncul, saya langsung merekomendasikan ke dia. LA yang itu memang enak, hanya bermasalah soal harga saja. 

Namun, begitu konsumen mulai lebih mudah menemukan rokok Win Click di pasaran, saya selalu merekomendasikannya. Khususnya untuk pertanyaan soal referensi rokok mild, menthol, sekaligus aromatic.

Semuanya karena kenyataan di lapangan memang selalu berbeda dari ekspektasi perusahaan rokok. Dinamika di lapangan pasti naik dan turun. Hal itu terjadi kepada rokok Win Click. 

Ia berangkat dari pabrik sebagai “rokok kelas 2”. Namun, begitu sampai di pasaran, banyak orang menyambutnya sebagai rokok “premium”. Semua hanya karena harga dan cita rasanya nyaris menyamai kelas rokok di atasnya. Rokok yang saya maksud adalah LA Purple Boost, ESSE Berry POP (saat itu), dan Sampoerna Splash Royal Ungu yang tahun ini baru beredar di pasaran.

Sebagai “pemain kelas 2”, rokok Win Click memang belum punya tandingan. Sampai saat ini, belum ada yang mampu menyamai atau bahkan mendekati kualitasnya. Itulah alasannya banyak orang selalu membandingkannya dengan merek-merek kelas 1. Padahal, “rokok kelas 1” tadi bukan lawan head to head rokok Win Click.  

Rokok kelas 2 belum tentu mengecewakan

Terlalu manis dan aroma yang terlalu tajam selalu menjadi masalah rokok beraroma kelas 2 atau di bawahnya. Semua hanya karena demi mengejar sensasi mengisap rokok “rasa-rasa”. Sembrono, banyak pabrikan yang sepertinya asal memasukkan kata kunci “manis” dan “wangi” di dalam sebatang rokok. Padahal, ketika mengisapnya, sensasinya sudah seperti menghirup parfum ruangan SPA khusus pria dewasa.

Bahkan ada rokok kelas 2 atau 3 yang menggunakan inovasi kapsul rasa. Masalahnya, rokoknya sendiri sudah manis dan wangi, bahkan sebelum kamu memencet kapsul itu. Nah, setelah kamu memencet kapsul rasa itu, rasa rokoknya semakin amburadul. Win menyadari masalah itu dan tidak mau mengambil risiko. Mereka tidak sekadar menggunakan resep “manis” dan “wangi” yang belum tentu cocok.

Banyak orang pada awalnya menganggap remeh kelahiran rokok Win Click. Mereka memandang rokok ini cuma mau ikut-ikutan tren. Namun, Win merespons keraguan itu dengan cantik. Silakan dicatat bahwa pabrikan yang baik selalu bisa melahirkan brand dengan resep paten. Nggak peduli golongan dan harga jualnya. 

Rokok Win Click sendiri adalah rokok dengan jenis LTLN (Low Tar Low Nicotine). Mungkin, rokok ini lahir dari pengembangan ide dan varian menthol-aromatic dari Win Mild. Bisa juga mereka sudah belajar dari kegagalan WIN POP (2 in 1) karena ada kemiripan rasa ketika capsule belum pecah di beberapa isapan awal. 

Baca halaman selanjutnya: Rokok kelas 2 lebih bisa memuaskan ketimbang produk Sampoerna.

Halaman 1 dari 3
123Next

Terakhir diperbarui pada 19 Januari 2024 oleh

Tags: 76 Madu HitamDjarum 76 ManggaESSE Berry POPESSEE Berry POPLA Ice Purple BoostLA Purplerokok winRokok Win ClickSampoernaSampoerna SplashSampoerna Splash RoyalSampoerna Splash Royal UnguWinwin click
Khoirul Fajri Siregar

Khoirul Fajri Siregar

Supir wisata yang sesekali menulis di bolehmerokok.com. Jebolan empat universitas ternama di Yogyakarta.

Artikel Terkait

Rokok Win: Rokok Murah yang Siap Mengalahkan Gudang Garam MOJOK.CO
Esai

Nggak Heran kalau Gudang Garam Mulai Cemas, Rokok Win yang Lebih Murah Mampu Memenangkan Pertarungan Rasa di Jawa Timur dan Pulau Jawa

19 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jakarta membunuh nurani kemanusiaan MOJOK.CO

Jakarta Kota “Pembunuh” Nurani: Orang Jatuh malah Ditekan, Lebih Ringan Beri Makan Anak Kucing ketimbang Anak Manusia yang Kelaparan

16 Februari 2026
Wawancara beasiswa LPDP

Niat Daftar LPDP Berujung Kena Mental, Malah Diserang Personal oleh Pewawancara dan Tak Diberi Kesempatan Bicara

20 Februari 2026
Gen Z mending beli bunga daripada rumah untuk self reward. MOJOK.CO

Gen Z Lebih Suka Beli Bunga untuk Self Reward daripada Stres Nggak Mampu Beli Rumah untuk Masa Depan

16 Februari 2026
Yamaha Mio Sporty 2011 selalu mogok di Jogja. MOJOK.CO

Salut dengan Ketahanan Yamaha Mio Sporty 2011, tapi Maaf Saya Sudah Tak Betah dan Melirik ke Versi Baru

20 Februari 2026
Kuliner Jawa terbaik yang penemunya patut diberi ucapan terima kasih. Dari pecel hingga penyetan MOJOK.CO

3 Kuliner Jawa yang Penemunya Harus Diucapin “Terima Kasih”: Simpel tapi Solutif, Jadi Alasan Orang Tak Mati Dulu

16 Februari 2026
Tarawih di masjid Jogja

Berburu Lokasi Tarawih sesuai Ajaran Nahdlatul Ulama di Jogja, Jadi Obat Kerinduan Kampung Halaman di Pasuruan

18 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.