Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Pertamina Harus Tahu, Bisnis Pertashop di Ambang Kematian

Muhammad Arif Prayoga oleh Muhammad Arif Prayoga
12 Juli 2023
A A
Pertamina Harus Tahu, Bisnis Pertashop di Ambang Kematian MOJOK.CO

Ilustrasi Pertamina Harus Tahu, Bisnis Pertashop di Ambang Kematian. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Memang, delapan tuntutan tersebut penting untuk diupayakan demi jaminan hidup pemilik Pertashop dan keluarganya. Sudah sejak lama mereka merasa terkena jebakan laba yang kini hanya menyisakan angsuran bulanan. Ini cukup mengganggu stabilitas ekonomi para pemilik yang notabene berada di kalangan menengah ke bawah.

Namun, dari kedelapan tuntutan tersebut, tuntutan nomor lima yang akan membunuh Pertashop dalam waktu dekat jika tidak segera diusahakan. Mengapa begitu? Sebenarnya sudah dipaparkan oleh perwakilan pengelola pada sidang di Komisi VII DPR RI kemarin. Kalau mau selengkapnya, silakan cari di akun YouTube resmi Komisi 7. Tapi, kalau malas buka YouTube, sini saya jelaskan.

Dahulu kala, sebuah perusahaan plat merah milik negara membentuk sebuah program. Katanya, sih, mereka menyasar kalangan menengah ke bawah. Melihat potensi ketidakmampuan untuk mengurus ini dan itu khas pengusaha kelas atas, calon pengelola Pertashop kala itu hanya diwajibkan untuk punya surat rekomendasi dari desa atau kelurahan setempat untuk bisa mendirikan usaha ini. Sangat mudah dan tidak memberatkan, bukan?

Namun, akhir-akhir ini, Pertamina mulai mengubah kemudahan yang menyenangkan itu menjadi petaka mematikan. Yang awalnya hanya membutuhkan surat rekomendasi dari desa atau kelurahan setempat, kini para pemilik Pertashop kini juga dibebankan untuk mengurus pendaftaran Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Bagaimana tidak mematikan, Pertamina memberikan batas waktu untuk mengumpulkan dua hal tersebut. Jika hingga tanggal 15 Juli 2023 belum mendapatkannya, pengelola seluruh Indonesia terancam tutup karena dianggap tidak laik fungsi dan pendirian bangunan tidak disetujui.

Masalah yang wajib dipahami Pertamina

Sebenarnya, para pengelola Pertashop mau-mau saja mengurus dua hal itu. Toh, memang sebenarnya diwajibkannya dua hal ini demi kebaikan mereka sendiri. Namun, pada kenyataannya, ada sebuah masalah yang harus segera dibenahi benang kusutnya.

Deadline yang diberikan oleh Pertamina sangat mendadak. Kini, tinggal menghitung hari saja. Namun, sebagian besar pengurusan PBG dan SLF ini terkendala. Alasannya adalah adanya perbedaan dasar acuan yang digunakan oleh pemerintah kabupaten dengan peraturan kementerian mengenai tata letak bangunan Pertashop.

Dalam Peraturan Kementerian PUPR, jarak aman yang diperbolehkan antara as jalan dengan modular (kubus pompa dan tangki BBM Pertashop) adalah tiga meter. Sementara itu, Peraturan Kabupaten menyebutkan bahwa seharusnya adalah 15 meter. Perbedaan inilah yang sangat membuat proses pembentukan PBG dan SLF menjadi terhambat.

Ketika ditanyakan dalam audiensi di Komisi VII DPR RI kemarin, Dony Oekon selaku pimpinan sidang menjawab bahwa Peraturan Kementerian sejatinya lebih tinggi hierarkinya dibandingkan dengan peraturan daerah. Namun, pada praktiknya, pemerintah daerah merasa lebih berkuasa di tanah yang mereka pimpin. Bahkan, salah satu anggota Komisi VII DPR RI menyebut bahwa para pejabat pemkab ini seperti raja-raja kecil di wilayah mereka. 

Para pengelola Pertashop Kudu tegar

Dalam penutup sidang, Dony mengaku belum sanggup untuk mempertemukan para pengelola Pertashop dengan pihak-pihak terkait. Misalnya seperti Pertamina, BPH Migas, Pertamina Patra Niaga, dan lain-lain. Tujuannya untuk membahas perihal perbedaan peraturan dan tenggat waktu yang harus segera dicarikan solusi. Namun, Dony akan menjadwalkan pertemuan secara pribadi dengan pihak tersebut.

Dengan tuntutan-tuntutan yang lain, mungkin para pengelola Pertashop masih cukup tegar. Meskipun, ya, sudah banyak yang tutup lapak juga, sih. Bahkan, ada rekan bapak saya yang menggudangkan modular Pertashop miliknya karena biaya operasional semakin mencekik tidak tertutup oleh hasil penjualan.

Mempertimbangkan perkembangan yang terjadi, selepas tanggal 15 Juli nanti, bisa menjadi penanda kematian bisnis Pertashop. Apalagi laba yang masuk tidak sebanding dengan pengeluaran. Saya hanya bisa berharap bahwa semoga pihak-pihak terkait mencarikan bisa solusi dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Penulis: Muhammad Arif Prayoga

Editor: Yamadipati Seno

Iklan

BACA JUGA Pertashop: Bisnis Halu yang Kata Agen Pertamina Bisa Bikin Sugih, tapi Nyatanya Perih dan analisis menarik lainnya di rubrik ESAI.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 12 Juli 2023 oleh

Tags: bensin eceranPertaminapertashoppom mini
Muhammad Arif Prayoga

Muhammad Arif Prayoga

Sarjana bidang komunikasi yang tak pandai berkomunikasi.

Artikel Terkait

Minyak Jelantah Warga Jogja Kini Dibeli Pertamina Rp5.500 Per Liter, Cek 10 Titik Tukarnya! MOJOK.CO
Kilas

Minyak Jelantah Warga Jogja Kini Dibeli Pertamina Rp5.500 Per Liter, Cek 10 Titik Tukarnya!

23 Februari 2026
Pertamina siagakan LPG untuk penuhi kebutuhan masyarakat selama libur Nataru MOJOK.CO
Ekonomi

Natal dan Tahun Baru, Pertamina Banjiri 3 Juta Lebih LPG Melon untuk Jateng-DIY

23 Desember 2025
Pertamina MOJOK.CO
Ekonomi

Sambut Libur Nataru di DIY, Pertamina Siagakan Motorist

20 Desember 2025
5 Barang dan Jasa yang Seharusnya Mulai Dijual Indomaret MOJOK.CO
Esai

Indomaret Sebagai Bagian dari Kehidupan Kita Sudah Saatnya Mempertimbangkan Menyediakan 5 Barang dan Jasa dengan Potensi Cuan Ini

8 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Innova Reborn Terlahir Jadi Mobilnya Orang Bodoh dan Pemalas (Wikimedia Commons)

Real Jual Tanah untuk Membeli Innova Reborn Menjadi Pilihan Terbaik bagi Orang Bodoh karena yang Penting Bisa Investasi

25 Februari 2026
Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali

27 Februari 2026
Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala 'Big Tech' MOJOK.CO

Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala ‘Big Tech’

25 Februari 2026
Gagal seleksi CPNS dan tidak tembus beasiswa LPDP untuk kuliah S2 di luar negeri pilih mancing, dicap tidak punya masa depan oleh keluarga MOJOK.CO

Gagal LPDP dan Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Nemu Rasa Tenang meski Dicap Tak Punya Masa Depan

22 Februari 2026
Honda Scoopy membawa maut saat dipakai mudik Surabaya ke Lumajang. MOJOK.CO

Alasan Saya Bertahan Pakai Honda Scoopy untuk Mudik Surabaya-Lumajang, meski Tertipu dengan Tampang dan “Fitur” Biasa Saja yang Menyiksa

25 Februari 2026
Honda Scoopy, Motor Busuk yang Bikin Konsumen Setia Kecewa (Wikimedia Commons)

Karena Cinta dan Setia, Rela Membeli 11 Motor Honda tapi Berakhir Kecewa karena Honda Scoopy Hanya Jual Tampang tapi Mesinnya Menyedihkan

25 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.