Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Pekok

Agus Alfianto oleh Agus Alfianto
3 April 2015
A A
Pekok

Pekok

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tiba-tiba saya teringat pertanyaanku ke Gus @CandraMalik. “Gus, menurut Panjenengan, saya ini cah opo? ” tanyaku. “Lha… Sampeyan kan cah pekok,” jawabnya sambil tertawa.

Lama kurenungi jawaban Gus Candra itu, sampai Rabu malam, 1 April 2015, saya dan beberapa teman #MbuletCommunity dengan komposisi personil: Mbib @toniheru, @Lordrio82, @Denbagusetito, @Embahnyutz, @lingganesia, @PuthutEA dan @Anang_Batas, ngopi-ngopi di @AngkringanMojok, JalanDamai, Ngayogyakarta Hadiningrat. Seperti biasa, obrolan yang sesekali diselingi sruput kopi dan asap rokok itu tak jauh-jauh dari buli. Ejekan-ejekan ringan tak menyakitkan, justru menghangatkan. Ejekan-ejekan cerdas tak membekas, justru menghadirkan tawa lepas.

Dalam suasana sepeti itu, sungguh ada satu pertanyaan yang bagi saya sangat menarik. Mengapa ejekan dan candaan yang mungkin bagi sebagian besar orang dianggap keterlaluan justru bisa menyajikan keceriaan di antara kami? Padahal teman-teman saya itu adalah orang yang cukup punya nama di bidangnya.

Mas Puthut EA adalah seorang penulis hebat. Mas Anang Batas, seorang Standup Comedian dan MC yang sangat femes. Mbah Nyutz seorang editor andal. LordRio82, seorang dosen salah satu perguruan tinggi ternama. Denbagusetito seorang ahli software, lingganesia yang pengrajin akik dan Bib Toniheru adalah seorang pengusaha otomotif sukses.

Mengapa tidak ada rasa marah, benci, sakit hati, dan lain-lain rasa di antara mereka yang baru beberapa kali berjumpa? Mengapa mereka seakan sudah menjadi sahabat yang demikian lama?

Di sini saya menemukan sebuah koentji: Pekok!

Kenapa koentji dan bukan gembok? Karena Pekok adalah pembuka hati untuk melepaskan iri, dengki, benci, dendam dan amarah yang terpenjara dalam hati.

Pekok, yang bagi sebagian besar orang, dianggap sebagai ungkapan yang sangat merendahkan, tapi tidak bagi kami. Kami punya definisi tersendiri seperti yang pernah saya katakan pada Den Jow @tidvrberjalan: Pekok adalah orang-orang yang beyond kecerdasan, mereka bukan tidak cerdas, hanya lelah tampak cerdas.

Pekok adalah manusia-manusia yang tak pernah mengenakan topeng di wajahnya, apa adanya. Pekok adalah manusia-manusia yang bisa menjadikan segala sesuatu menjadi sederhana, seperti ucapan Einstein: jika kamu tak bisa menyampaikan dengan sederhana, berarti kamu tak cukup paham.

Pekok adalah manusia yang bisa merasa bukan siapa-siapa, meski bisa menepuk dada. Satu lagi, bagi kami, pekok adalah manusia yang bisa mengatakan tidak tahu dengan tanpa beban, meskipun dia punya berjuta alasan untuk merasa tahu. Bukankah puncak pengetahuan adalah ketidaktahuan? Pun ‘tidak tahu’ adalah jawaban yang bisa dipakai untuk menjawab semua pertanyaan, tanpa kecuali.

Mungkin, pekok adalah koentji untuk membuka hati bangsa ini yang kian dipenuhi iri, dengki, benci dan caci-maki karena perbedaan-perbedaan yang sebenarnya tak cukup berarti untuk memecah-belah. Entah.

Terakhir diperbarui pada 11 Agustus 2021 oleh

Tags: Candra MalikPekokPuthut EA
Agus Alfianto

Agus Alfianto

Artikel Terkait

Menjadi penulis jika ingin sejahtera maka jangan hanya fokus menulis MOJOK.CO
Ragam

Panduan untuk Calon Penulis agar Hidup Sejahtera, Karena Tak Cukup kalau Andalkan Royalti Saja

19 Januari 2025
Ngobrol Santuy Bareng Puthut EA Selain Soal Kepenulisan
Video

Ngobrol Santuy Bareng Puthut EA Selain Soal Kepenulisan

24 November 2024
Puthut EA: 25 Tahun Berkarya Rilis Buku Waktu yang Pendek untuk Cinta yang Panjang
Video

Puthut EA: 25 Tahun Berkarya Rilis Buku Waktu yang Pendek untuk Cinta yang Panjang

24 Oktober 2024
Direktur Mojok Puthut EA menunjukkan salah satu bukunya di FESMO 2024. MOJOK.CO
Sosok

Yang Akan Dilakukan Puthut EA Setelah 25 Tahun Berkarya

23 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

21 Januari 2026
Open Donasi Bodong Mengeksploitasi Kemiskinan MOJOK.CO

Gara-Gara Kapitalisme, Kita Lebih Mudah Nyawer Gift TikTok atau Berdonasi Online daripada Membantu Tetangga yang Susah

22 Januari 2026
Para loyalis bulu tangkis. menabung demi nonton Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta MOJOK.CO

Para Loyalis Bulu Tangkis: Rela Menabung Demi ke Jakarta, Mengenang Cita-cita Masa Kecil untuk Rasakan Magisnya Istora 

23 Januari 2026
Berkah di Balik Hujan Lebat di Istora Senayan, Tukang Ojek Payung Ketiban Rezeki Event Indonesia Masters 2026.MOJOK.CO

Berkah di Balik Hujan Lebat di Istora Senayan, Tukang Ojek Payung Ketiban Rezeki Event Indonesia Masters 2026

22 Januari 2026
Pelatihan kerja untuk calon pekerja migran di Jogja. MOJOK.CO

Skill yang Harus Kamu Kuasai sebagai Pekerja Migran yang “Elite” agar Nggak Dipandang Sebelah Mata

25 Januari 2026
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng akan renovasi rumah tak layak huni Mbah Kamijah di Gunungpati MOJOK.CO

Saat Kabar Baik Menghampiri Mbah Kamijah, Lansia 87 Tahun yang Tinggal Sendiri di Rumah Tak Layak Huni Gunungpati Semarang

24 Januari 2026

Video Terbaru

Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

21 Januari 2026
Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

20 Januari 2026
Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayakan

18 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.