ADVERTISEMENT

Parakan yang Merana: Sebuah Kecamatan dengan Potensi Sangat Besar tapi Tidak Mendapat Cinta dari Pemkab Temanggung

Tidak Ada Cinta dari Temanggung untuk Kecamatan Parakan MOJOK.CO

Temanggung yang “tidak cinta” Parakan

Parakan punya potensi besar. Namun, saya merasa pemerintah Kabupaten Temanggung kurang memberikan “kasih sayang”. Malah rasanya kok abai dan kurang serius.

Misalnya, kecamatan ini seolah tidak memiliki public space yang bisa menjadi memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Oleh sebab itu, maklum kalau banyak anak muda Parakan lebih memilih main ke Temanggung daerah kota untuk mencari hiburan. Bahkan banyak yang memilih geser ke Wonosobo, Magelang, dan Jogja

Selain itu, banyak titik kerusakan jalan yang sudah ada terjadi sejak lama. Misalnya, jalanan rusak menuju ke wisata Glapansari. Saya pernah menulis soal ini di Mojok juga. Kerusakan jalan sudah terjadi sejak lama, kenapa pemerintah tidak kunjung memperbaikinya?

Selain itu, jika menyempatkan waktu keliling Parakan, kamu akan menemukan banyak jalan yang sering sekali rusak. Misalnya, jalan Parakan-Wonosobo dekat Tugu Galeh, Jalan Parakan-Ngadirejo dari mulai pertigaan Toko Janoko hingga depan kantor kecamatan, jalan di dekat Kemalangan, serta Jalan Bambu Runcing arah ke Kelteng. 

Beberapa jalur tersebut sudah mendapatkan perbaikan. Namun, ada juga yang dibiarkan entah sampai kapan. Masalahnya, kalau ada perbaikan, hanya sebatas ditambal saja. Makanya, nggak butuh waktu lama, pasti rusak lagi. Padahal itu jalan utama, lho. Kok bisa-bisa pemerintah setempat tidak gerak cepat untuk memperbaikinya?

Masalah sosial yang seharusnya jadi perhatian

Selain problem infrastruktur, ada juga beragam masalah sosial di Parakan yang belum disentuh oleh Temanggung. Saya sebutkan dua di antaranya.

Pertama, peredaran narkoba di Parakan. Awalnya saya hanya menganggap kabar itu sebagai gosip belaka. Bahwa katanya peredaran narkoba di sana cukup kencang. Setelah cek fakta, ternyata sudah banyak media yang memberitakan fenomena ini. Silakan cek sendiri lewat Google.

Kedua, tingginya angka stunting yang seharusnya bikin Temanggung khawatir. Data yang dirilis BKKBN pada 2024 menerangkan kalau persentase stunting di Parakan cukup tinggi. Bahkan kecamatan ini menempati peringkat kedua paling memprihatinkan setelah kecamatan Kledung. 

Dua masalah di atas sangat penting dan wajib menjadi perhatian bagi Kabupaten Temanggung. Narkoba dan stunting bisa menjadi dua fenomena yang kelak merusak anak muda atau generasi penerus di Temanggung.

Saya ingin menekankan sekali lagi kalau Parakan itu menyimpan potensi besar. Apalagi kecamatan ini menjadi jalur vital penghubung Kabupaten Magelang, Kendal, dan Wonosobo. 

Jadi, agak aneh kalau Parakan tidak mendapatkan “kasih sayang” sebagaimana mestinya. Ingat, saat ini Temanggung memiliki wakil bupati, Nadia Muna, yang merupakan warga Parakan.

Penulis: Khoirul Atfifudin

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Lamuk Legok, Dusun Kecil Penghasil Emas Hitam di Temanggung yang Kena Pulung Setan dan catatan menarik lainnya di rubrik ESAI.

Terakhir diperbarui pada 5 Maret 2025 oleh .

Khoirul Atfifudin

Penyuka musik dan tertarik menulis.