Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Kebohongan Terkait Skena Open BO Jogja yang Dianggap Mahal. Itu Hasil Catatan yang Sesat dan Malas Saja

Apakah open BO Jogja mahal? Jawabannya jelas tidak! Khusus untuk MiChat dan WAG, sampai saya menulis ini, harga rata-ratanya masih ada di angka Rp500 sampai Rp800 ribu untuk short time

Khoirul Fajri Siregar oleh Khoirul Fajri Siregar
14 September 2023
A A
Open BO Jogja Mahal? Itu Kebohongan yang Menyesatkan Saja MOJOK.CO

Ilustrasi Open BO Jogja Mahal? Itu Kebohongan yang Menyesatkan Saja. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kondisi dunia open BO Jogja yang kamu harus tahu dulu

Mari kita langsung jalan-jalan ke bagian selatan Jogja saja, di sekitar Prawirotaman, Jogokaryan, atau Jalan Parangtritis. Saran saya, duduklah di sebuah coffee shop atau burjo di sekitar situ, lalu membuka MiChat. Kamu akan dengan mudah melihat profil akun perempuan dengan status seperti berikut ini. 

Ada yang menulis status Open, Ready, Rasa Pacar, No Kiss and Jilmek, BBW, Cash Inc, Stay, OP, Kerja Sendiri, Deal-OTW, dan lain sebagainya. Saya tidak perlu menjelaskan makna istilah di atas satu per satu, kan. Nah, kalau kalian pengguna MiChat dan memahami skena open BO Jogja, akun dengan status di atas adalah yang Anda cari.

Supaya Anda memahami skena open BO Jogja, para WP itu sangat mengenal daerah selatan sebagai tujuan “expo”. Maksudnya, mereka sedang menjelajahi kota ke kota dan Jogja salah satu tujuannya. 

Nah, dari pengalaman pribadi, saya pernah bertanya ke salah satu dari mereka terkait daerah selatan Jogja. Mayoritas dari mereka menjawab bahwa daerah selatan gudangnya wisatawan. Oleh sebab itu, daerah selatan menurut mereka itu cukup menjanjikan pundi-pundi uang. 

Berdasarkan pengamatan, para “pengguna setia” MiChat mukim di daerah tengah. Mulai dari batas Tugu Jogja hingga bagian utara. Selain itu, rata-rata pelanggan tetap open BO Jogja yang konsisten menggunakan jasa WP adalah mahasiswa berkecukupan. Mayoritas mereka kuliah di sekitaran Seturan, Babarsari, Pogung, dan Jalan Kaliurang. Sementara itu, pekerja kelas menengah juga sebagian besar bermukim di beberapa lokasi tadi.

Oleh sebab itu, berdasarkan pengalaman open BO Jogja, saya pernah menyarankan ke salah seorang WP untuk bergeser sedikit ke utara. Dia mengeluh sepinya tamu. Selain karena pelanggan militan, jangkauan radar MiChat belum sedetail Line atau Tan-Tan. Jadi perlu effort untuk me-refresh hingga beberapa kali supaya bertemu “jodoh”. Misalnya laki-lakinya berada di Jalan Magelang kilometer 12, sementara si perempuan ada di sekitar Jogja Expo Center. 

Masalah harga mahal dan murah 

Kasus open BO Jogja dianggap mahal ini sudah terjadi sejak zaman WeChat dan BeeTalk. Namanya pekerja “independen”. Sebenarnya mereka bebas mau melakukan apa saja dengan jasa yang akan mereka berikan. Tahukah Anda bahwa kamar hotel bintang 3 atau 4 di akhir pekan, memesan GoFood, dana transportasi, perawatan tubuh, hingga cemilan Chitato itu butuh modal. Apalagi sebagian yang expo di Jogja adalah WP yang sekaligus ingin liburan.

Ada alasan lain juga yang kadang membuat WP memasang tarif mahal, dan hal ini pernah saya tanyakan langsung. Mereka sebenarnya enggan melayani laki-laki lebih dari 3 sampai 4 orang dalam sehari. Itu melelahkan untuk fisik dan psikis.

Bayangkan saja kalian bertemu dan telanjang dengan 4 sampai 5 orang berbeda dalam sehari. Masalah bau badan, keringat, bau mulut, sampai harus berkali-kali mengatur mood agar terlihat ramah dan menggoda supaya nggak dapat bintang satu itu berat banget. Belum lagi kalau WP bertemu pelanggan yang menyebalkan. Sudah pasti melelahkan.

Setiap habis satu sesi mereka harus bersih-bersih, menggunakan parfum, dandan ulang, merapikan tempat tidur sendiri, dan hal lain yang bisa mendukung mood mereka menerima tamu lagi. Ini semua demi kenyamanan tamu berikutnya.

Beda konsep, beda keadaan

Beda soal kalau di lokalisasi atau SPA plus, ada cleaning service atau pemilik rumah yang bertugas merapikan ruangan. Mereka dibayar dari bagi hasil pendapatan PSK tadi. Si PSK bisa fokus merapikan dandanan sembari mengambil nafas, istirahat untuk menerima tamu selanjutnya. 

Jangan salah juga, membandingkan harga open BO Jogja freelance dengan lokalisasi itu nggak tepat. Dari soal kamarnya saja sudah berbeda. Kalau di lokalisasi, paling banter kamarnya semewah hotel melati atau kos harian yang temboknya tidak bersih. Sementara itu, kalau freelance kebanyakan mencari hotel yang bagus dengan harga terjangkau karena mereka beraktivitas juga di kamar itu selama berhari-hari.

Itu hanya sedikit persoalan dari risiko pekerjaan WP yang freelance. Makanya bagi saya jadi wajar kalau ada yang memasang tarif “yang katanya mahal”. Mungkin mereka bukan tipe yang mementingkan kuantitas, tapi lebih ke kualitas dan kenyamanan untuk mereka sendiri dan pelanggannya. Walau saya akui, ada saja 1 atau 2 WP bertarif mahal yang pelayanannya serampangan. Ini pernah saya alami di Jogja dan Malang. Tapi ya, namanya pengalaman, pasti ada yang tidak menyenangkan. 

Baca halaman selanjutnya: Open BO Jogja mahal? Itu temuan yang nggak berdasarkan kebenaran!

Halaman 2 dari 3
Prev123Next

Terakhir diperbarui pada 17 September 2023 oleh

Tags: bo jogjajalan parangtritisJogjaJogokaryanMiChatopen BOopen bo jogjapeta open bo jogjaprawirotaman
Khoirul Fajri Siregar

Khoirul Fajri Siregar

Supir wisata yang sesekali menulis di bolehmerokok.com. Jebolan empat universitas ternama di Yogyakarta.

Artikel Terkait

Pojokan

Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam

19 Januari 2026
Penjual kue putu di Jogja. MOJOK.CO
Ragam

Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa

14 Januari 2026
Kos horor di Jogja.MOJOK.CO
Ragam

5 Tahun Tinggal di Kos-kosan Horor Jogja: Gajiku Lebih “Satanis” dari Tempat Tinggalku

12 Januari 2026
Dosen Profesi Nelangsa, Gaji Kalah sama Ngajar Anak SD (Unsplash)
Pojokan

Gelap Masa Depan Dosen, Lulusan S2 Jogja Mending Ngajar Anak SD di Surabaya yang Lebih Menjanjikan dari sisi Gaji

12 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026
Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas, Pemutar Ekonomi Bangsa MOJOK.CO

Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas Abadi yang Menolak Fitur Keselamatan demi Memutar Ekonomi Bangsa

13 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Ngerinya jalan raya Pantura Rembang di musim hujan MOJOK.CO

Jalan Pantura Rembang di Musim Hujan adalah Petaka bagi Pengendara Motor, Keselamatan Terancam dari Banyak Sisi

12 Januari 2026
Keluar dari organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) PMII, dicap pengkhianat tapi lebih sukses MOJOK.CO

Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik

13 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.