Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Nasib Bangsa Ini di Tangan Dian Sastro

Puthut EA oleh Puthut EA
27 Januari 2015
A A
dian sastro
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kisruh politik di Indonesia makin tidak bermutu. Dulu sudah pernah terjadi Polri vs KPK, kini berulang lagi. Ingat, politik bukanlah kompetisi sepakbola yang lazimnya harus ada dua laga: tandang dan kandang.

Sementara Presiden kita, yang sudah menjabat seratus hari lebih, tidak menunjukkan kemampuannya dalam menyelesaikan masalah. Hal ini semakin menambah deret keraguan publik, karena sampai detik ini tidak ada terobosan politik penting yang dilakukan oleh Jokowi selain memasrahkan harga BBM sepenuhnya kepada mekanisme pasar.

Masyarakat gonjang-ganjing. Borok pertarungan Pilpres belum sembuh, kini harus ditambah luka karena pertarungan elit politik. Rakyat terkotak-kotak lagi. Kelas menengah ceriwis lagi. Berisik.

Dalam situasi seperti ini, saya kira kita butuh terobosan politik untuk menyelamatkan bangsa. Salah satunya, menurut hemat saya, bisa dilakukan oleh Dian Sastro. Setidaknya saya punya berderet alasan:

1. Adem.

Siapa yang tidak mengakui bahwa aura Dian Sastro itu adem? Hal ini bagus untuk sejenak mendinginkan suasana agar semua pihak berpikir jernih. Kalau kamu mau mengukur kadar keademan Dian, coba pesan teh anget di dekatnya. Ketika kamu minum 5 menit kemudian, niscaya sudah akan menjadi es teh. Nyesss…

2. Paham organisasi.

Dian terbiasa berorganisasi dan membuat keputusan-keputusan penting. Kepiawaiannya berorganisasi dipupuk semenjak dia berperan sebagai Cinta yang mengelola mading di Ada Apa Dengan Cinta. Dalam situasi buruk, dia bahkan bisa memutuskan untuk menaikkan mading sekalipun tanpa puisi Rangga. Padahal waktu itu dia sudah punya rasa ser-ser kepada Rangga. Tapi profesionalitas kepemimpinan Dian justru diuji di sana.

3. Figur pemersatu.

Bayangkan, Dian adalah idola generasi 2000-an. Tapi saat muncul mini seri AADC, generasi 2010-an pun menjadi penggemarnya. Itu semua membuktikan dia punya potensi besar untuk diterima oleh semua kalangan.

4. Sanggup membuat ormas besar.

Saya berani menjamin, jika hari ini Dian membuat konferensi pers dan mengumumkan akan membuat ormas ‘Laskar AADC‘, dalam waktu singkat niscaya ratusan ribu orang akan berbondong-bondong mendaftar. Dengan modal memimpin Laskar AADC, akan ada banyak perubahan di negeri ini, mulai dari kegiatan membuat mading sampai belajar akting dan sinau filsafat. Generasi muda kita akan bergairah dalam belajar dan berkreasi.

5. Pelopor gerakan disiplin nasional.

Kita semua tahu, Dian menjalani tiga hal besar dalam hidupnya secara simultan: ibu rumahtangga, kuliah, dan berkarier. Semua bisa dijalaninya dengan baik. Hal itu tidak mungkin terjadi tanpa tempaan dan laku disiplin tingkat tinggi. Dengan begitu, Dian layak menjadi inspirator gerakan disiplin nasional.

Iklan

6. Mengubah wajah tembok.

Coba sekarang lihat tembok di rumah dan kantor Anda. Bayangkan betapa dinginnya. Kalau pun toh ada wajah Presiden dan Wakil Peesiden, rasanya anyep. Tidak punya gereget.

Orang zaman dulu, jika di tembok atau gebyok rumah mereka ada foto Sukarno, ruangan jadi hangat penuh semangat. Kalau ada wajah Gus Dur, suasana jadi rileks dan menenangkan. Nah, kalau di tembok rumah generasi sekarang ada poster Dian Sastro memakai ikat kepala merah sambil menudingkan tangan nun jauh ke depan, dengam latar belakang ribuan massa Laskar AADC, niscaya semangat juang kita akan terus terpompa.

Kepada Dian Sastro kita percaya. Satukan tekad agar kita siap dipimpin Dian, demi cerahnya masa depan.

Terakhir diperbarui pada 20 September 2018 oleh

Tags: Dian SastroIndonesiajokowi
Puthut EA

Puthut EA

Kepala Suku Mojok. Anak kesayangan Tuhan.

Artikel Terkait

Warteg Singapura vs Indonesia: Perbedaan Kualitas Langit-Bumi MOJOK.CO
Esai

Membandingkan Warteg di Singapura, Negara Tersehat di Dunia, dengan Indonesia: Perbedaan Kualitasnya Bagai Langit dan Bumi

22 Desember 2025
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
kerja sama indonesia prancis.MOJOK.CO
Sosial

Indonesia-Prancis Teken Kerja Sama Perfilman di Candi Borobudur, Angin Segar Industri Sinema Tanah Air

29 Mei 2025
Irfan Afifi: Kalau Tidak Ada Tanda Maju, Mengapa Indonesia Tidak Pilih Mundur Saja?
Video

Irfan Afifi: Kalau Tidak Ada Tanda Maju, Mengapa Indonesia Tidak Pilih Mundur Saja?

26 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kuliner Jawa terbaik yang penemunya patut diberi ucapan terima kasih. Dari pecel hingga penyetan MOJOK.CO

3 Kuliner Jawa yang Penemunya Harus Diucapin “Terima Kasih”: Simpel tapi Solutif, Jadi Alasan Orang Tak Mati Dulu

16 Februari 2026
Ngekos setelah menikah, ngekos di jogja, kesehatan mental.MOJOK.CO

Memilih Ngekos Setelah Menikah daripada Tinggal Bareng Ortu-Mertua, Finansial Memang Empot-empotan tapi Kesehatan Mental Aman

16 Februari 2026
kuliah di austria, rasisme.MOJOK.CO

Kuliah di Austria Bikin Kena Mental: Sistem Pendidikannya Maju, tapi Warganya “Ketus” dan Rasis

20 Februari 2026
Toxic sibling relationship antar saudara kandung karena rebutan sertifikat tanah. Saudara kandung bisa jadi mafia tanah soal warisan MOJOK.CO

Saudara Kandung di Desa Itu Bak Mafia, Justru Jadi Orang Paling Busuk dan Licik demi Sikat Sertifikat Tanah Saudara Sendiri

20 Februari 2026
3 Dosa Indomaret yang Bikin Kecewa karena Terpaksa (Unsplash)

3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa Serta Tak Berdaya, tapi Tak Bisa Berbuat Apa-apa karena Terpaksa

21 Februari 2026
Ramai, 'Cukup Aku Saja yang WNI': Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia MOJOK.CO

Ramai, ‘Cukup Aku Saja yang WNI’: Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia

20 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.