Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Mencari Calon Suami Lewat Tinder, Emang Bisa?

Kemala Pratiwi oleh Kemala Pratiwi
5 Desember 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tidak semua cewek bisa beruntung menemukan calon suami di Tinder. Perbandingannya bisa 80:20. Nah, Mbak Kemala mau berbagi pengalaman yang 20 itu.

Sebagai cewek yang berhasil mendapatkan suami lewat aplikasi Tinder, tadinya tulisan ini mau saya kasih judul: “Sukses Menemukan Suami di Tinder, Wanita Ini Berbagi Tips kepada Para Pejuang Jodoh.”

Akan tetapi setelah saya pikir ulang, kayaknya itu kurang pas. Soalnya saya nggak mau mendorong cewek-cewek yang resah ingin segera dinikahi serta merta berpikiran Tinder jadi satu-satunya solusi. Lagian saya juga masih percaya kalo aplikasi kencan online itu bukan untuk semua orang dan bukan tempat paling ideal untuk cari pasangan serius.

Awalnya saya juga cuma iseng dan nggak berniat cari suami di Tinder. Kasus saya ini bisa dibilang lumayan hoki juga. Setelah malang melintang di dunia kencan online sejak SMP sampai kerja, ndilalah saya ketemu sama cowok waras di Tinder yang entah kenapa mau sama saya.

Selain itu ada hal lain yang membuat kisah mencari calon suami di Tinder itu nggak anomali-anomali amat kok. Beberapa waktu lalu saya salah satu teman dekat saya curhat soal kehidupan asmaranya.

Saya kaget dong, soalnya teman saya yang zaman kuliah sempat nyaman 4 tahun menjomblo, yang ngajinya jauh lebih rajin dari saya, yang nggak hobi gonta-ganti gebetan, sekarang mulai nyoba aplikasi kencan online cari pasangan.

Saya juga nggak yakin ini berita baik atau bukan. Yang jelas saya kaget sambil cekikikan sendiri. Reaksi saya saat teman saya curhat soal itu, “Lha kok bisa?”

Menjelang usia 24 tahun, teman saya ini kelihatannya makin resah mendengar komentar dan anjuran orang-orang sekitarnya untuk segera menikah. Fenomena khas budaya ketimuran banget pokoknya. Saya sendiri sangat memaklumi situasi ini.

Saat lagi dicurhatin, biasanya saya menenangkan dia dan mencoba nggak nambahin ngompor soal jodoh. Karena saya percaya, tiap orang, seunik apa pun dia, pasti punya niche-nya sendiri.

Meski begitu, sekali lagi, saya sangat memaklumi kalau keresahan itu masih ada. Karena itu saya nggak melarang dia main Tinder atau aplikasi kencan lainnya. Sebagai alumni Tinder, saya cuma bisa kasih tips. Minimal supaya dia nggak sial kena zonk.

Untungnya, seni mengidentifikasi cowok bajingsek (bajingan dan brengsek) di Tinder itu bisa dipelajari. Tips ini khususon buat kamu yang sedang dalam fase mirip teman saya tadi. Iya, kamu yang baru coba-coba aplikasi kencan online. Kamu juga, yang udah berkali-kali nyoba tapi terus-terusan ketemu cowok zonk.

Pertama, hal yang paling penting adalah meluruskan niat, alias nggak usah terlalu muluk-muluk dapat cowok idaman di Tinder.

Ini penting banget buat kamu. Pas lagi mode swipe, kamu nggak bisa muluk-muluk berharap orang di foto itu adalah calon suami yang saleh, hafal Al-Quran 30 juz dan nggak kepikiran poligami sama sekali.

Atau berharap cowok yang fotonya selfie di kokpit pesawat ini adalah calon suami baik hati nan mapan yang bisa menafkahimu seperti suami Nia Ramadhani atau Maia Estianty (suami yang baru dong).

Iklan

Positif thinkingnya ntar dulu deh. Poin-poin positif kayak gitu kita cari tahu belakangan kalo udah mulai nyambung obrolannya. Tentunya pas udah match.

Mindset pertama saat mode swipe kanan kiri itu sebaiknya bukan mencari nilai plus tadi, tapi untuk memfilter cowok-cowok bajingsek. Supaya pas udah match dan mulai ngobrol, kamu nggak perlu lagi berurusan sama bribikan yang njijiki atau bahkan pertemuan-pertemuan traumatis.

Itu aja dulu deh.

Kedua, auto swipe kiri kalau fotonya selfie sambil telanjang dada.

Nah, sebenarnya tanda-tanda bahaya itu sudah bisa kelihatan bahkan sebelum dia chat, “Hai, leh nal? Naq mana?”

Kamu bisa mendeteksi potensi bribikan menjijikan sampai unsolicited dick pic dari fotonya.

Salah satunya kalau si cowok ini selfie sambil bertelanjang dada. Karena apa? Kenalan lewat Tinder itu esensinya kan sama aja kayak kenalan di dunia nyata.

Sekarang kamu bayangin aja deh kalau di dunia nyata, kamu diajak kenalan sama orang dan dia sambil pamer otot perut. Di dunia nyata, kamu mau nggak kenalan sama orang kayak begitu? Kenapa masih swipe kanan? Karena ganteng dan ada bulu dadanya?

Selain itu, beberapa foto lainnya yang perlu kamu hindari adalah selfie di cermin kamar mandi dan selfie lainnya. Seperti foto pakai kaca mata hitam, selfie duckface, foto pamer mobil sambil mengacungkan jari tengah, dan foto-foto nyeleneh lainnya.

Sudah barang tentu tipe-tipe foto tadi adalah generalisasi berdasarkan pengalaman pribadi dan pengalaman orang di sekitar saya. Tapi, mbok ya swipe kanan yang fotonya netral-netral aja. Yang fotonya wajar aja kadang tetep ada yang zonk, apalagi yang nyeleneh gitu.

Salah satu penyebab cewek serius mau nikah sampai ketemu cowok zonk di Tinder adalah penilaian karakter yang kurang tepat. Mulai dari menilai karakter orang di balik foto profilnya, sampai menilai ketulusan dan ucapannya pas udah chat dan ketemu.

Ini, menurut saya, skill yang berguna banget buat menjalin hubungan sama orang baru. Nggak cuma hubungan romantis, tapi juga pertemanan biasa, atau profesional.

It all comes down to our judgement on whom we can trust.

Jadi, bisa nggak kita dapet dapet calon suami yang baik di Tinder? Yhaaa bisa aja.

Kuncinya ketajaman penilaian kita terhadap orang asing, and lots and lots and lots of luck. Gimana, masih mau cari calon suami di Tinder? Have a great great great luck!

Terakhir diperbarui pada 5 Desember 2018 oleh

Tags: Al-Quranjodohjomblokencan onlinematchmenikahNikahpoligamisuamiswipeTinder
Kemala Pratiwi

Kemala Pratiwi

Tinggal di Jakarta, masih rindu dengan Jogja.

Artikel Terkait

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya? MOJOK.CO
Esai

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?

18 Maret 2026
gen z, biaya nikah, nikah di gedung, pernikahan.MOJOK.CO
Sehari-hari

Lebih Baik Nikah di Gedung daripada di Desa: Lebih Praktis dan Murah, tapi Harus Siap Dinyiyiri Tetangga

22 Februari 2026
Dating apps jadi pelarian menemukan pasangan untuk memulai hubungan baru
Lipsus

Mencari Kasih Sayang Semu di Dating Apps, Pelarian dari Kesepian dan Rasa Minder usai Sering Dikecewakan di Dunia Nyata

13 Februari 2026
Hidup setelah resign dan menikah. MOJOK.CO
Sehari-hari

Dihujat ‘Salah Pilih Suami’ usai Menikah karena Terlanjur Resign dari Pramugari, Kini Jadi Pedagang Kopi Keliling

3 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026
Tuntutan sosial dan gengsi bikin kelas menengah jadi orang kaya palsu hingga abaikan tabungan demi kejar standar sukses MOJOK.CO

Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit

14 Maret 2026
Evakuasi WNI saat terjadi konflik luar negeri MOJOK.CO

Saat Terjadi Konflik di Luar Negeri, Evakuasi WNI Tak Sesederhana Asal Pulang ke Negara Asal

16 Maret 2026
Bus ekonomi jalur Jogja Jambi menyiksa pemudik. MOJOK.CO

Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”

13 Maret 2026
Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran

Saya Tak Sudi Mudik dengan Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak

15 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.