Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Listrik Mahal Nggak Bikin Miskin, yang Bikin Miskin Cuma Rokok

Aditia Purnomo oleh Aditia Purnomo
14 Juni 2017
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Saya nggak lagi mau bahas rokok. Meski diberi mandat oleh rakjat untuk jadi ketua Komunitas Kretek, tulisan kali ini nggak mau bahas (banyak-banyak) perkara rokok. Urusan itu biarlah kita selesaikan di situs komunitaskretek.or.id yang nggak terkenal-terkenal amat itu. Kali ini marilah kita bahas perkara yang lebih penting buat rakyat Indonesia: listrik.

Saya secara nggak punya dendam pribadi sama Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia atau ketuanya, Tulus Abadi. Buat saya mereka adalah pejuang, entah secara sukarela ataupun karena memang profesi. Cuma ya kesel aja baca berita yang nyebut Ketua YLKI itu bilang listrik naik nggak bikin banyak masalah dalam urusan kemiskinan.

Saya nggak tahu apa isi kepala belio yang sebegitu bencinya sama rokok. Tapi ya nggak soal juga belio nggak seneng sama rokok. Itu hak dan kewajiban YLKI sebagai sebuah lembaga perlindungan konsumen. Yang jadi masalah, belio sama lembaganya itu nggak banyak ngelakuin apa-apa ketika harga listrik naik tinggi.

Oke, sebagian orang nggak senang dengan kata-kata listrik naik. Karena memang yang dijadikan dalih adalah SUBSIDI LISTRIK DICABUT. Tapi kan efek dari subsidi dicabut, harga yang dibayar masyarakat buat listrik jadi melonjak. Entu yang orang kata listrik naik, tong.

Ini emang perkara politik bahasa rezim berkuasa. Penggusuran dikata relokasi, penertiban, atau normalisasi. Eksploitasi alam dikata pembangunan. Aksi demonstrasi dikata aksi makar. Korupsi dikata oli pembangunan. Yaelah, korupsi mah korupsi aje. Kagak usah banyak alesan.

Perkara kenaikan harga BBM atau tarif dasar listrik ini jugalah yang dikata pencabutan subsidi. Padahal ya karena masyarakat banyak terbebani itu makanya mereka perlu dikasih subsidi. Kagak percaya, coba aja ente lihat tetangga sebelah.

Rumah tangga yang pakai listrik 900VA emang nggak dianggap miskin. Tapi bukan berarti bayar listrik jadi DUA KALI LIPAT dari awal tahun sampai Juni ini nggak jadi persoalan buat mereka. Kalau nggak jadi persoalan sih nggak bakal orang-orang pada bikin status atau tweet yang ngeluhin harga listrik makin mahal. Artinya, kenaikan ini jadi masalah besar juga buat sebagian besar masyarakat.

Lagian banyak masyarakat menengah ke bawah pakai listrik 900VA juga gegara yang 450VA udah kagak disediain PLN. Lah, kosan aing dulu aje yang luasnya sepetak cuma 2 x 3 meter kudu pake listrik 900VA. Padahal mah listrik kepake cuma buat lampu, kipas angin, ama chargeran doang. Boro-boro pakai kulkas atau mesin cuci, buat tidur berempat aje udah kagak muat.

Nah saat ini saya menempati rumah yang listriknya dijatah 1.300VA. Setiap bulan pengeluaran kami untuk listrik hampir 400 ribu. Sekarang pas naik, beli voucher listrik 100 rebu yang biasa kepake seminggu cuma cukup buat empat sampe lima hari. Sebulan bisa 600 rebu duit keluar buat bayar listrik.

Okelah, pengeluaran segitu ngga seberapa besar buat aing. Toh setiap bulan aing bisa beli action figure sampai angka jutaan. Yaelah, tong. Buat orang-orang yang lumayan mampu mah selo aja perkara ginian. Tapi ini bukan perkara buat aing dan kelompok kelas menengah doang, kan?

Coba tengok tetangga atau teman kalian yang biasanya voucher listrik 50 ribu cukup untuk sekitar dua minggu, sekarang cuma abis seminggu. Bayangin itu duit yang biasanya bisa dipake buat beli daging yang jarang-jarang mereka makan. Belum lagi keluhan-keluhan yang mereka sampaikan di media sosial. Apa itu nggak ganggu nurani ente, Lus?

Beli rokok emang makin hari makin mahal. Lah kan ente juga yang nyuruh harga rokok naek terus. Tapi suka kagak suka, rokok jadi penambah semangat rakyat buat nyari duit. Ya semacam hiburan di tengah kerasnya kehidupanlah. Semacam rekreasi ke Disneyland yang nyaris mustahil mereka lakukan.

Beban berat yang mereka tanggung akibat kenaikan listrik ini mungkin nggak lantas bikin mereka miskin. Tapi ini jelas dan pasti bikin mereka stres dan pusing. Sebagai pimpinan lembaga perlindungan konsumen harusnya ente dan YLKI bertindak tegas terkait persoalan ini. Jangan cuma tegas di isu rokok doang, giliran urusan listrik atau hal lain yang lebih penting kalian bahas, kalian diem dan nggak banyak peduli. Giliran isu-isu yang menyangkut hajat hidup rakyat banyak, YLKI melempem. Yaelah, tong.

Terakhir diperbarui pada 15 Juni 2017 oleh

Tags: tarif dasar listrikTulus Abadiyayasan lembaga konsumen indonesia
Aditia Purnomo

Aditia Purnomo

Asli Tangerang, tinggal di Jogja. Tukang review hape baru. Pernah ganti hape 50 kali dalam 3 tahun.

Artikel Terkait

Mobil Listrik Makin Nggak Menarik ketika Tarif Dasar Listrik Bakal Naik MOJOK.CO
Otomojok

Mobil Listrik Makin Nggak Menarik ketika Tarif Dasar Listrik Bakal Naik

24 Mei 2022
Menunggu Tulus Abadi YLKI Peduli
Esai

Menunggu Tulus Abadi YLKI Peduli

17 Juli 2015
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerja Jakarta, Tinggal Bekasi Pulang Jogja Disambut UMR Sialan (Unsplash)

Kerja di Jakarta, Tinggal di Bekasi Rasanya Mau Mati di Jalan: Memutuskan Pulang ke Jogja Disambut Derita Baru Bernama UMR Jogja yang Menyedihkan Itu

16 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
Ambisi beli mobil pribadi Toyota Avanza di usia 23 biar disegani. Berujung sumpek sendiri karena tetangga di desa cuma bisa iri-dengki dan seenaknya sendiri berekspektasi MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

15 Maret 2026
penyiraman air keras.MOJOK.CO

Negara Harus Usut Tuntas Dalang Penyiraman Air Keras ke Aktivis HAM, Jangan Langgengkan Impunitas

16 Maret 2026
Memelihara kucing.MOJOK.CO

Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya

20 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.