Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai Khotbah

Khotbah Jumat: Unduh Gratis Hikmah Membatasi Nafsu

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
25 Mei 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Assalamualaikum jamaah Mojokiyah yang dirahmati Allah. Dalam khotbah jumat ini semoga kesejahteraan menghampiri panjenengan semua, sebagaimana kesejahteraan yang diterima PNS-PNS negeri ini dalam menanti gaji ke-13 beserta THR-nya. Amin. Amin ya robbal’alamin.

Pada kesempatan yang berbahagia ini izinkan saya untuk memuji dan memuja Tuhan Semesta Alam yang telah memberikan napas kehidupan serta kuota sehingga panjenengan bisa membuka konten tulisan khotbah di Mojok ini tanpa kekurangan saldo reguler pulsa panjenengan semua.

Yang kedua, tak lupa tentu saja selawat serta salam untuk Nabi Muhammad Saw. yang sudah mengenalkan bagaimana menjadi seorang muslim yang tidak cuma benar, tapi juga muslim yang baik. Tidak cuma jadi muslim yang rajin beribadah, tapi juga muslim yang ber-akhlakul-karimah. Tidak cuma jadi muslim yang pintar ber-mauidhoh-hasanah tapi juga muslim yang ber-uswatun-hasanah.

Dan juga, marilah kita meningkatkan ketakwaan dengan menjauhi segala larangan-Nya sekaligus menuruti setiap perintah-Nya. Salah satunya seperti ibadah puasa yang mengajarkan panjenengan semua untuk bisa bersabar—termasuk pula bersabar membaca tulisan yang tidak biasanya muncul di Mojok seperti ini.

Pada kesempatan ini, izinkan saya untuk menjelaskan kenapa tiga paragraf di atas tadi terkesan default dan kaku sekali. Ya gimana ya, karena memang sudah diwajibkan dalam setiap khotbah jumat untuk memulai dengan menyampaikan rasa syukur, selawat kepada Nabi, dan ajakan takwa kepada peserta khotbah. Siapalah saya ini, cuma ban vulkanisir-an yang berusaha keras tunduk sama ketentuan-ketentuan-Nya.

Jamaah Mojokiyah yang dirahmati Allah. Sudah jadi kewajiban setiap dari kita untuk menjalankan puasa di Bulan Ramadan yang mulia ini. Seperti yang sudah diperintahkan oleh pencipta mata panjenengan sehingga bisa membaca tulisan ini. Jelas tercantum pada Surat Al-Baqarah ayat 183 (oh iya, mencantumkan ayat begini juga bagian dari rukun khotbah jumat juga lho):

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Woy orang-orang yang beriman, diwajibkan kepadamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa.”

Baiklah Jamaah Mojokiyah yang dirahmati Allah, sudah barang tentu panjenengan tahu bahwa kewajiban berpuasa bukan cuma perkara tidak makan dan minum saja. Ada banyak hikmah yang bisa diunduh secara gratis dari aktivitas selama sebulan ini. Salah satunya yang umum diketahui adalah berpuasa juga mengajari kita untuk belajar mengendalikan nafsu.

Nah, di sini kemudian pertanyaannya; kenapa pula manusia diharuskan belajar mengendalikan nafsunya?

Jadi begini ~

Puasa itu merupakan salah cara biar kita semua terlatih untuk tidak begitu terikat akan kenikmatan duniawi. Soalnya begini Jamaah Mojokiyah, kenikmatan duniawi itu macam candu. Ya termasuk juga dengan makan, minum, update status Facebook yang nge-like banyak, nge-Tweet yang re-tweet banyak, foto Instagram yang kasih “love” banyak, itu semua adalah candu. Candu karena ingin diulang secara terus-menerus.

Ya iya masak ada akun orang yang update status Facebook lalu yang nge-like dan nge-share banyak sampai jutaan tiba-tiba tutup akun, kan mustahil sekali. Sudah semacam jadi hukum alam, jika orang tersebut sudah punya pengikut banyak, maka yang bersangkutan akan update status semakin bagus lagi dari hari ke hari. Agar yang nge-like statusnya makin banyak lagi. Biar yang bersangkutan makin terkenal lagi. Biar yang bersangkutan bisa makin dikenal sebagai seleb—meski cuma di dunia Facebook.

Hal-hal macam begitu itu yang dimaksud dengan candu. Pengen diulang lagi, diulang lagi, seterusnya. Bahkan kalau bisa diulang sampai tak terbatas, kalau perlu sampai antre menanti panggilan di Padang Mahsyar masih bisa mantengin Facebook.

Iklan

Keinginan untuk mengulangi kenikmatan seperti itu yang mendorong namanya nafsu. Karena saham Facebook tidak selamanya akan selalu bagus juga, dan tidak selamanya juga Mark Zuckerberg bisa bikin inovasi terus dan membuat orang-orang terus tertarik, maka ya kita harus punya persiapan kalau-kalau misalnya Facebook kukut dari dunia seisinya ini. Dan untuk mengatasi hal-hal tersebut, salah satunya adalah dengan membatasi diri update status. Contoh lho ini, contoh.

Dalam kehidupan sehari-hari, hal semacam ini juga berlaku sama lho Jamaah Mojokiyah yang dirahmati Allah. Kenikmatan duniawi itu memang sifatnya pengen diulang. Bikin ketagihan. Misalnya orang yang divonis diabetes, lalu disuruh dokter untuk tidak makan gula.

Kenangan akan nikmatnya makan gula itu yang bakal menyiksa. Rasa pengen mengulang ada manis-manisnya gitu yang sebenarnya justru bikin menderita, bukan malah dari penyakit diabetesnya. Batasan-batasan karena tidak bisa lagi makan manis itu kemudian membuat yang bersangkutan merasa tidak bisa menikmati indahnya dunia. Pada akhirnya yang dirasakan ya menderita.

Nah, nafsu itu yang bikin manusia menderita. Soalnya nafsu memang tidak terbatas Jamaah Mojokiyah. Bahkan nafsu manusia sering kali melebihi kemampuan manusianya. Misalnya, nafsu ingin jadi presiden, tapi ternyata kemampuannya tidak cukup untuk itu, pada akhirnya keinginan yang tidak terlampiaskan membuahkan amarah, berperilaku merusak, sampai-sampai merugikan orang banyak.

Padahal dibandingkan nafsu yang tidak memiliki batas, manusia sebagai induk semang-nya ini punya batas. Dibatasi umur, kemampuan fisik, kemapanan ekonomi, bahkan sampai batas ketampanan visual—misal. Manusia punya banyak keterbatasan. Padahal di sisi lain, nafsu itu tidak punya batas. Pengen ini, pengen itu, pengen begini, pengen begitu.

Oleh sebab itu, agama mengajarkan bagaimana manusia sanggup membatasi nafsu dan salah satunya lewat puasa. Ya harapannya biar kita tidak terlalu merasa menderita kalau tidak mendapatkan apa yang diinginkan. Soalnya, di dunia memang harus begitu. Tidak semua-semuanya bisa didapat sesuai keinginginan begitu saja je. Mau dari persoalan pekerjaan bahkan sampai pejodohan.

Demikian edisi khotbah jumah Jamaah Mojokiyah. Pesan saya, mohon jangan dibaca ketika kothib di mimbar sedang khotbah ya? Ya kalau udah telanjur baca, ya itu urusanmu sendiri. Masa apa-apa jadi urusan saya juga. Semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk tetap berbuka—meskipun panjenengan pura-pura puasa.

Makan manggis dibuang kulitnya.

Dimakan bareng Nella Kharisma.

Maaf kalau ada salah-salah kata.

Sampai jumpa minggu depan.

Wassalamualaikumwarohmatullahiwabarakatuh.

Terakhir diperbarui pada 25 Mei 2018 oleh

Tags: Al-BaqarahFacebookInstagramKhotbah JumatMark Zuckerbergnabi muhammadPuasaRamadantwitter
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

THR belum cair, tapi sudah ludes dalam hitungan di kalkulator. Mudik lebaran memang tidak menyenangkan MOJOK.CO
Sehari-hari

THR Belum Cair tapi Sudah Jelas Ludes buat Dibagi-bagi, Yang Pasti Tak Ada Bagian untuk Diri Sendiri

23 Februari 2026
Takjil bingka dari Kalimantan
Catatan

Seloyang Bingka di Jogja: Takjil dari Kalimantan yang Menahan Saya agar Tetap “Hidup” di Perantauan

23 Februari 2026
Saya Nonmuslim dan Gemar War Takjil seperti Meme yang Viral Itu Mojok.co
Pojokan

Saya Nonmuslim dan Gemar War Takjil seperti Banyak Meme yang Viral Itu

23 Februari 2026
Kapok dan muak buka bersama (bukber) di restoran atau tempat makan bareng orang kaya. Cerita pelayan iga bakar Jogja jadi korban arogansi MOJOK.CO
Sehari-hari

Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan

20 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Yamaha Grand Filano lebih cocok untuk jarak jauh daripada BeAT. MOJOK.CO

Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT

26 Februari 2026
Lagu religi "Tuhan Itu Ada" jadi ajang promosi Klaten lewat musik MOJOK.CO

Adhit & Carlo Jikustik Gandeng Klaten Project Rilis Lagu Religi “Tuhan itu Ada”

25 Februari 2026
UMR Jakarta, merantau ke jakarta, kerja di jakarta.MOJOK.CO

Modal Ijazah S1, Nekat Adu Nasib ke Jakarta: Sudah Bikin Syukuran karena Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Pertama Belum Turun

26 Februari 2026
Toyota Avanza Perusak Gengsi, Gak Waras Gak Berani Beli MOJOK.CO

Toyota Avanza Bekas Perusak Gengsi, tapi Orang Waras Pasti Tidak Ragu untuk Membeli Mobil yang Ramah Ekonomi Keluarga Ini

24 Februari 2026
Muhammadiyah selamatkan saya dari tabiat buruk orang NU. MOJOK.CO

Saya Bukan Muhammadiyah atau NU, tapi Pilih Tinggal di Lingkungan Ormas Bercorak Biru agar Terhindar dari Tetangga Toxic

25 Februari 2026
Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi MOJOK.CO

Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi

26 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.