Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai Khotbah

Cara Bikin Uang Haram Jadi Uang Halal

Praktik pencucian uang secara syar'i~

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
3 Desember 2021
A A
Cara Bikin Uang Haram Jadi Uang Halal MOJOK.CO

Cara Bikin Uang Haram Jadi Uang Halal MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Lah memang bisa uang haram yang dilarang dalam agama itu dibikin jadi halal? Bukannya itu berbahaya sekali dan bikin jadi nggak berkah?

“Alhamdulillah kemarin saya sukses menolak uang haram, Gus,” kata Fanshuri sembari main catur bersama Gus Mut.

“Hah? Gimana, Fan?” Gus Mut tak begitu memerhatikan.

“Uang haram,” kata Fanshuri lagi.

“Menolak gimana itu ceritanya?” tanya Gus Mut.

“Kemarin datang seorang teman yang coba bayar utang. Kebetulan teman saya itu suka judi, terus karena habis menang atau tembus begitu, ia coba bayar utangnya ke saya. Ya saya yang tahu duitnya dari begitu-begitu saya ya nggak mau lah. Lah wong sudah pasti haram,” kata Fanshuri.

Gus Mut tiba-tiba menepuk jidatnya. “Duh,” terdengar suara pelan dari mulut Gus Mut.

Fanshuri lumayan terkejut dengan reaksi Gus Mut. Reaksi yang tak terpikirkan sama sekali. Dalam bayangan Fanshuri, dia hari itu bakal dipuji Gus Mut atas perilakunya menolak uang haram, tapi yang terjadi malah kebalikannya.

“Kenapa malah kamu tolak, Fan?” tanya Gus Mut.

“Lah?” Fanshuri bingung.

“Itu serius, akhirnya uang itu kamu tolak?”

“Emang salah ya, Gus?” tanya Fanshuri.

Gus Mut tersenyum. Meski menyesalkan tindakan Fanshuri, Gus Mut masih berusaha untuk tetap tenang.

“Sebentar, Gus. Bukannya uang haram itu bahaya ya? Kan saya juga nggak mau dong saya makan dari uang-uang begitu, bisa bahaya buat saya dong. Ini kok Gus Mut jadi aneh malah minta saya menerima uang begituan,” kata Fanshuri.

Iklan

“Gini, Fan,” kata Gus Mut sambil bersandar ke kursinya, “Uang itu memang uang haram, tapi justru karena kamu tahu itu haram yang secara akad kamu mendapatkannya sah, maksudnya cara kamu memperolehnya halal, dalam hal ini untuk bayar utangmu, ya malah harus kamu terima.”

“Kok aneh banget, Gus? Bukannya itu melanggar prinsip uang haram harusnya jangan dipakai ya?” tanya Fanshuri.

“Jangan dipakai untuk apa dulu. Kalau untuk kamu beli makan ya jangan. Atau kamu pakai untuk biaya sekolah anakmu. Ya jangan juga,” kata Gus Mut.

“Lah terus buat apa dong?” tanya Fanshuri.

“Ya kamu sedekahkan ke orang lain atau ke masjid. Kalau sudah kefilter di kamu, itu jadi halal, Fan. Atau uang itu dimanfaatkan untuk hal-hal yang dihinakan. Misalnya untuk bikin kamar mandi, beli sandal, beli keset biar diinjak-injak,” kata Gus Mut.

“Kok gitu, Gus? Baru tahu aku kalau kita bisa mengubah uang haram jadi halal. Bukannya itu bahaya ya?” kata Fanshuri.

Gus Mut terkekeh.

“Justru lebih bahaya lagi kalau kamu menolak uang itu lalu kembali ke orang yang biasa mengonsumsi uang haram itu,” kata Gus Mut.

Fanshuri masih bingung.

“Fan, uang yang kamu tolak itu, jauh lebih besar kemungkinannya dipakai untuk judi lagi sama temanmu. Dengan kamu menerima uang haram itu, setidaknya kamu bisa memotong kebiasaannya berjudi untuk beberapa waktu. Syukur-syukur temanmu itu terus tobat. Intinya uang haram di tangan orang saleh itu lebih baik daripada uang haram di tangan orang nggak bener,” kata Gus Mut.

Fanshuri menerawang.

“Ta-tapi kan, saya juga takut, Gus,” kata Fanshuri.

“Makanya prinsip yang dipakai jangan transaksional begitu sifatnya, tapi mentalmu adalah mental menyita harta yang haram. Jadi diniatkan olehmu itu untuk menyita uang haram agar tidak diputar menjadi keharaman-keharaman berikutnya,” kata Gus Mut.

Fanshuri manggut-manggut, dia baru tahu perkara semacam ini.

“Walah, saya malah dengan pedenya bilang, ‘Utangmu nggak usah dibayar aja,’ ke teman saya itu,” kata Fanshuri polos.

Gus Mut tertawa meski menyesalkan perbuatan Fanshuri itu.

“Ya, apa yang kamu lakukan itu baik. Tapi itu juga jadi pelajaran juga, Fan, buat kamu. Bahkan dalam kebaikan pun, itu ada ilmunya. Bukan sekadar yang penting niat baik saja,” kata Gus Mut ditutup dengan Fanshuri yang kini cengengesan.

*) Diolah dari pengajiannya Gus Baha’.

BACA JUGA Pilihan Surat saat Salat Jamaah Jangan yang Panjang, Umat Juga Punya Urusan Lain atau kisah-kisah Gus Mut lainnya.

Terakhir diperbarui pada 3 Desember 2021 oleh

Tags: CaturhalalharamjudiKhotbahuang haram
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

judi online.MOJOK.CO
Ragam

Cara Judi Online Memanipulasi Pikiran sampai Buat Angka Perceraian Meningkat

29 Juni 2024
Seorang Petani di Trenggalek Membangun Jembatan dari Uang Hasil Judi.mojok.co
Histori

Sungguh-sungguh Terjadi, Seorang Petani di Trenggalek Membangun Jembatan dari Uang Hasil Judi

20 Februari 2024
Judi Online, judol.MOJOK.CO
Esai

Iklan Judi Online Nikita Mirzani Itu Ganggu Banget, tapi Siapa yang Berani Melawan?

17 Februari 2024
Cerita Mereka yang Berhasil Stop Main Judi Online Setelah Kehilangan Segalanya: Kalah Puluhan Juta, Ingin Resign dari PNS, Tapi Bisa Taubat Gara-Gara Grup Facebook.MOJOK.CO
Esai

Tentang Sebuah Kampung yang Ketagihan Judi Togel

4 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

19 Maret 2026
Kerja Jakarta, Tinggal Bekasi Pulang Jogja Disambut UMR Sialan (Unsplash)

Kerja di Jakarta, Tinggal di Bekasi Rasanya Mau Mati di Jalan: Memutuskan Pulang ke Jogja Disambut Derita Baru Bernama UMR Jogja yang Menyedihkan Itu

16 Maret 2026
Ambisi beli mobil pribadi Toyota Avanza di usia 23 biar disegani. Berujung sumpek sendiri karena tetangga di desa cuma bisa iri-dengki dan seenaknya sendiri berekspektasi MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

15 Maret 2026
Burger Aldi Taher Juicy Lucy Mahalini Rizky Febian DUAR CUAN! MOJOK.CO

Memahami Bagaimana Aldi Taher dan Jualan Burgernya yang Cuan Mampus dan Berhasil Menampar Ilmu Marketing Ndakik-Ndakik

17 Maret 2026
Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya? MOJOK.CO

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?

18 Maret 2026
Lontong dan kangkung, kuliner tua Lasem dalam khazanah suluk Sunan Bonang MOJOK.CO

Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan

21 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.