Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai Kepala Suku

Jokowi Tiga Periode Adalah Program Politik yang Masuk Akal

Puthut EA oleh Puthut EA
20 Juni 2021
A A
Jokowi Tiga Periode Adalah Program Politik yang Masuk Akal mojok.co

Jokowi Tiga Periode Adalah Program Politik yang Masuk Akal mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kepala Suku Mojok menjelaskan betapa masuk akalnya program politik Jokowi tiga periode, ini mungkin sekali terjadi lho. 

Beberapa bulan lalu, mungkin kebanyakan orang akaan tersenyum geli saat ada orang di Indonesia yang mendorong Jokowi maju sebagai presiden untuk kali ketiga. Sebagian besar orang juga geli saat ada beberapa tokoh mengampanyekan Jokowi berduet dengan Prabowo untuk memimpin Indonesia. Itu berarti, lagi-lagi Jokowi didorong untuk maju sebagai presiden. Jokowi tiga periode.

Tapi, sebagian dari mereka yang geli itu, cukup terenyak saat dideklarasikan komunitas Jokowi-Prabowo 2024. Ini bukan manuver politik yang main-main. Dan tentu saja ini bukan manuver politik sembarangan. Apalagi, komunitas itu membawa misi besar yang dirindukan oleh masyarakat kita. Tentu akan disambut dengan riang gembira. Jika jagat batin rakyat sudah seperti itu dan aspirasi mereka sudah bergema begitu lantang, elite politik tinggal bikin pertemuan legal mengesahkan perubahan UUD. Beres. UUD bukan kitab suci. Boleh diubah dan seharusnya memang diubah sesuai dengan dinamika zaman.

Apalagi tujuan komunitas politik ini suci. Sangat suci. Mereka tidak ingin ada polarisasi yang terjadi di masyarakat. Bahaya betul kalau masyarakat itu terbelah, nanti kita perang saudara, iiih ngeri kalau itu terjadi. Amit-amit jabang bayi!

Komunitas ini juga murni suara akar rumput. Suara dari hati nurani rakyat. Tidak mungkin kalau program dan kampanye seperti ini muncul dari sebagian elite politik…. Rakyat itu bening hatinya. Mereka bisa mengorganisir diri. Tidak bisa disetir elite politik. Mereka biasa bikin saweran untuk beli kaos, melakukan placement di media, bahkan bisa menyewa kantor sekretaris nasional. Sebentar lagi pasti kantor-kantor relawan Jokowi tiga periode yang mendorong Jokowi-Prabowo 2024 akan ada di mana-mana. Sebab rakyat kompak, tulus, dan ikhlas.

Kalau ada pertanyaan kenapa tidak dibalik dengan “Prabowo-Jokowi 2024”, padahal hal ini lebih masuk akal? Justru bagi mereka itu tidak masuk akal. Sebab Jokowi sudah selama hampir satu setengah periode kepemimpinannya, sudah membawa Indonesia menjadi negara yang gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja. Jokowi terbukti membawa negeri ini bisa melewati pandemi dengan kebijakan yang akurat dan jeli. Nyaris tanpa korban, berbiaya minim, dan lihatlah sekarang ini, kita semua sudah bisa menikmati hidup tanpa ancaman pandemi.

Jokowi juga sudah teruji komitmennya dengan membawa Indonesia menjadi negara yang makin demokratis. Indeks demokrasi kita naik secara drastis. Orang tidak takut mengeluarkan pendapat. Para penebar hoaks sudah dihukum. Para buzzer yang di negara lain kerap bikin onar, sudah dikirim ke Nusakambangan. Tidak ada mahasiswa mati karena demonstrasi. Omnibus Law yang hebat itu, disepakati rakyat dengan tulus dan ikhlas.

Prestasi paling hebat Jokowi adalah di lini pemberantasan korupsi. Lembaga antikorupsi diperkuat. Koruptor jadi takut. Operasi tangkap tangan terjadi di banyak tempat sehingga akhirnya tidak ada lagi berita tentang korupsi. Korupsi hampir lenyap di negeri ini. Alhamdulillah, itu berkat jasa Presiden Jokowi.

Tapi, kan Jokowi menolak didorong untuk menjadi presiden ketiga kali? Nah, itulah. Kita sedang berhadapan dengan tokoh yang sukses memimpin Indonesia, tapi rendah hati. Beliau tidak suka memimpin Indonesia tiga periode. Berarti kita sebagai rakyat yang harus “memaksa” mereka. Kalau kampanye Jokowi tiga periode plus kampanye menduetkan Jokowi dengan Prabowo bisa bergerak dengan terstruktur dan masif, insya Allah beliau akan bersedia. Tapi, kalau hanya sedikit dan seimprit yang mendukung, tentu itu seperti menampar muka beliau. Masa kampanye semulia itu kok hanya didukung orang sedikit?

Apalagi jika nanti posko pendukungnya ada di hampir setiap kecamatan di republik ini, insya Allah beliau mau. Beliau pasti akan menghormati masukan dari rakyat. Ingat lho, dulu Pak Harto kan saat mau dicalonkan menjadi presiden lagi dan lagi, selalu menolak. Tapi, begitu diminta, beliau akhirnya menerima.

Benar adanya jika Jokowi-Prabowo yang maju pasti akan berhadapan dengan kotak kosong. Atau supaya lebih terkesan ada kompetisi, ya bisa saja dibuat seolah-olah ada kompetitornya, tapi kita semua tahu calon pasangan tersebut pasti kalah. Kan sudah ada contohnya, misalnya di kota Solo.

Sementara untuk menghibur para menteri dan gubernur yang punya peluang menjadi presiden dan wakil presiden, tapi terpaksa tidak jadi bertarung, mereka dikumpulkan dalam satu kabinet. Bayangkan betapa hebatnya Indonesia jika di dalamnya ada nama-nama menteri seperti Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Mahfud MD, AHY, Puan Maharani, Moeldoko, Ridwan Kamil, Erick Thohir, Sandiaga Uno, dll. Bagi mereka yang lebih memilih jadi gubernur lagi, juga dipersilakan. Pokoknya, enaknya gimana, dirembuk bareng.

Dengan begitu, terbayang sudah betapa Indonesia akan menjadi negeri yang menyenangkan. Rakyatnya sejahtera dan bahagia, dalam kebijakan adil dan beradab. Jangan lupa, saya juga masuk ke dalam kabinet bersama Pak M. Qodari, lho ya. Masak saya sudah menulis beginian cuma jadi komisaris BUMN, Luuur? Ya, kan? Sudah, begitu saja ya. Bismillah….

BACA JUGA Kenapa Buzzer Jokowi Merapat ke Ganjar Pranowo? dan tulisan lainnya dari Puthut EA di rubrik KEPALA SUKU.

Terakhir diperbarui pada 20 Juni 2021 oleh

Tags: capres 2024Jokowi-Prabowokampanye politikPresiden Jokowitiga periode
Puthut EA

Puthut EA

Kepala Suku Mojok. Anak kesayangan Tuhan.

Artikel Terkait

Paspampres menjaga rumah Jokowi di Solo. MOJOK.CO
Ragam

Jalan Hidup Paspampres yang Mengawal Mantan Presiden Sepanjang Hayat

25 Februari 2025
Jokowi Adalah Harapan Palsu yang Cuma Bikin Sengsara MOJOK.CO
Esai

Rakyat Sudah Bosan dengan Jokowi si Harapan Palsu, Sudah Bosan dengan Kebijakan Asal Mau Asal Kebut

26 September 2024
Menelusuri Jejak Masa Kecil Jokowi di Dusun Gumukrejo Boyolali MOJOK.CO
Politik

Menelusuri Jejak Masa Kecil Jokowi di Dusun Gumukrejo Boyolali

2 September 2023
alun-alun kota kediri mojok.co
Politik

Kenapa Kediri Jadi Kota Redflag bagi Presiden untuk Dikunjungi?

30 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar.MOJOK.CO

Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar

16 Maret 2026
iphone 11, jasa sewa iphone jogja.MOJOK.CO

User iPhone 11 Dicap Kuno dan Aneh karena Tak Mau Upgrade, Pilih Dihina Miskin daripada Pusing Dikejar Pinjol

14 Maret 2026
mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah ISI Jogja dihujat. MOJOK.CO

Sisi Lain Penerima KIP Kuliah yang Tak Dipahami Para Mahasiswa “Polisi Moral”, Dituntut Untuk Selalu Terlihat Miskin dan Menderita

12 Maret 2026
Mudik Gratis dari BUMN 2026. MOJOK.CO

Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

18 Maret 2026
Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

17 Maret 2026
Perantau Minang di kantin kereta api Indonesia (KAI) dalam perjalanan mudik Lebaran

Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.