Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai Kepala Suku

Ini Tarif Saya dan Kru Mojok ketika Menjadi Pembicara

Puthut EA oleh Puthut EA
25 Mei 2018
A A
laut
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sering kali, saya mendapat email atau pesan berisi pertanyaan tentang tarif saya (termasuk kru Mojok) untuk mengisi acara. Supaya pertanyaan ini tidak berulang, saya jawab di sini saja, ya.

Sebelum masuk ke soal tarif, saya akan memaparkan cara kebanyakan orang berkomunikasi terlebih dahulu. Beberapa orang bertanya dengan cara yang baik: mereka memaparkan acara apa yang akan dihelat, tanggal berapa, jam berapa, baru kemudian pertanyaan teknis tentang apakah saya bisa datang atau tidak, apa saja fasilitas yang harus mereka sediakan, dan akhirnya bertanya berapa tarif saya.

Namun, banyak orang tidak melakukan itu. Mereka langsung saja bertanya, misal: “Saya Maryam. Mau mengadakan acara. Berapa tarifmu?” Jenis pertanyaan seperti itu, dengan segala variannya, sering membuat saya tercenung. Dan, biasanya, tidak saya balas.

Kenapa? Karena saya tidak tahu harus menjawab apa dan saya tak tahu bagaimana berkomunikasi dengan orang-orang seperti itu.

Mudahnya begini. Saya seorang penulis. Menulis adalah profesi saya. Saya hidup dari profesi itu, mulai dari honorarium menulis, royalti buku, menjadi konsultan pembuatan buku, menjadi peneliti (yang itu artinya juga harus menulis), dll. Kalau kemudian saya menjadi pembicara, mengisi workshop atau memberi pelatihan menulis, itu hanya konsekuensi dari profesi saya.

Sudah lama saya tidak mau mengisi fora semacam di atas, kecuali dengan catatan tertentu. Misal, saya kenal dengan lembaga atau panitianya. Atau, secara pribadi, saya merasa pelatihan atau semacam itu, penting. Sudah tentu penilaian itu subjektif.

Kenapa saya jarang sekali mau? Pertama, saya sudah pernah amat sering mengisi pelatihan atau pembicara dengan tema penulisan. Mungkin sudah puluhan kali. Dan, dari sekian puluh itu, saya bosan dengan pertanyaan yang itu-itu saja: kenapa saya bisa menjadi penulis; bagaimana cara menulis agar tidak macet; bagaimana agar tidak kehabisan ide; bagaimana cara menerbitkan buku; apakah profesi menulis bisa untuk hidup; bagaimana cara membuat judul yang menarik; apakah karya fiksi saya berdasarkan kisah nyata atau tidak; dan semacamnya. Saya menyimpulkan bahwa orang-orang yang benar-benar ingin menjadi penulis tidak akan menanyakan hal seperti itu. Itu pertanyaan yang aneh, dan makin aneh karena diulang terus-menerus. Membosankan sekali. Saya tidak suka dengan kebosanan. Bosan adalah musuh utama manusia kreatif, termasuk penulis.

Kedua, saya merasa sudah cukup tua. Usia saya sudah 41 tahun. Tahun depan, persis 20 tahun saya berkarya. Di bawah saya, ada banyak penulis hebat, para penulis muda yang lebih menjanjikan dibanding saya. Mereka bukan hanya berkarya lebih baik, tapi juga belajar lebih baik dibanding saya. Mereka juga lebih kreatif dan enerjik dibanding saya. Rasanya, mereka lebih pantas mengisi pelatihan, seminar, atau workshop penulisan dibanding saya.

Dengan begitu, sebaiknya kalau Anda mau bertanya soal tarif saya, lebih baik paparkan dulu acara apa yang hendak dihelat. Karena, bisa jadi, sejak awal saya tidak suka dengan acara itu sehingga mustahil saya mau datang. Atau, saya merasa acara itu penting, namun tidak tepat jika saya yang mengisi. Atau, saya menganggap acara itu penting dan saya ingin hadir.

Setelah itu, beri tanggal acara. Saya orang yang sibuk, terutama sibuk mengurus anak. Bagi saya, anak adalah mahakarya Tuhan yang diamanahkan kepada saya sehingga saya harus konsentrasi menjaga amanah itu. Saya juga punya kesibukan lain, seperti bertanggung jawab pada media Mojok. Saya juga punya beberapa bisnis, yang sekalipun sudah dijalankan orang lain, saya kadang dimintai pendapat dan ikut rapat. Jangan lupa, saya, sebagaimana Anda, tetap meluangkan waktu untuk membaca dan belajar.

Barulah kemudian Anda tanya soal tarif… Soal tarif, ini jawaban saya:

Saya ini penulis. Karena saya penulis, rasanya tidak baik jika punya tarif menjadi pembicara atau pengisi materi soal penulisan. Tentu, penulis lain berhak punya tarif semacam itu sebab ada waktu yang harus mereka luangkan. Ada energi yang harus dikeluarkan. Itu sah.

Hanya saja, saya memilih tidak memasang tarif.

Tapi harap diingat, setiap acara punya batas etisnya. Misal: Anda memungut biaya pelatihan buat peserta, tentu Anda secara etis mestinya memberikan honorarium kepada pembicara atau pengisi materi. Atau, lembaga Anda mendapatkan dukungan dana dari lembaga tertentu, entah itu perusahaan atau lembaga donor. Kalau seperti itu, etikanya ya Anda harus berikan honorarium untuk pembicara atau pengisi materi.

Iklan

Namun, tidak setiap hal urusannya dengan duit. Saya sangat sering datang ke acara pelatihan atau seminar, bahkan dengan biaya sendiri karena saya tahu forum tersebut penting dan tak ada dananya. Atau, panitia hanya menanggung biaya transportasi dan akomodasi.

Kami juga punya etika di Mojok, ini kaitannya dengan berapa tarif kru Mojok jika harus mengisi acara semacam itu. Para kru Mojok digaji. Kalau Anda mengundang kru Mojok, maka secara etis kru Mojok tidak boleh punya tarif. Hanya saja, Anda boleh memberi honorarium sesuai dengan batas etis di atas yang telah saya paparkan. Yang jelas, Mojok tidak punya anggaran untuk membiayai kru-nya berpergian. Maka, setidaknya, Anda menyediakan transportasi, akomodasi, dan konsumsi mereka. Dan, karena kami punya jadwal ngantor, Anda tidak bisa menentukan siapa yang mesti mewakili Mojok. Semua kru Mojok adalah juru bicara media ini.

Sampai di sini saya kira cukup jelas, ya? Kalau Anda punya acara dan berniat mengundang saya atau kru Mojok sebagai pengisi acara atau pemateri, mulailah dengan cara yang wajar: kabarkan acara apa, tanggal berapa, kami bisa atau tidak. Cukup. Tidak perlu bertanya soal tarif.

Kalau Anda langsung bertanya berapa tarif saya, tidak akan saya jawab. Karena, saya tak tahu bagaimana harus menjawab jenis pertanyaan seperti itu.

Terakhir diperbarui pada 25 Mei 2018 oleh

Tags: kepenulisanKru MojokpembicaraPuthut EAseminartarifworkshop
Puthut EA

Puthut EA

Kepala Suku Mojok. Anak kesayangan Tuhan.

Artikel Terkait

Dari Belanja Online ke Ngomongin Nikah: Calon Host Putcast Nggak Kaleng-Kaleng
Video

Dari Belanja Online ke Ngomongin Nikah: Calon Host Putcast Nggak Kaleng-Kaleng

7 Juni 2025
Menjadi penulis jika ingin sejahtera maka jangan hanya fokus menulis MOJOK.CO
Ragam

Panduan untuk Calon Penulis agar Hidup Sejahtera, Karena Tak Cukup kalau Andalkan Royalti Saja

19 Januari 2025
Ngobrol Santuy Bareng Puthut EA Selain Soal Kepenulisan
Video

Ngobrol Santuy Bareng Puthut EA Selain Soal Kepenulisan

24 November 2024
Puthut EA: 25 Tahun Berkarya Rilis Buku Waktu yang Pendek untuk Cinta yang Panjang
Video

Puthut EA: 25 Tahun Berkarya Rilis Buku Waktu yang Pendek untuk Cinta yang Panjang

24 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pertama kali merantau ke Jogja: kerja palugada di coffee shop dengan gaji Rp10 ribu MOJOK.CO

Pertama Kali Merantau ke Jogja: Kerja di Coffee Shop 12 Jam Gaji Rp10 Ribu Perhari, Capek tapi Tolak Pulang karena Gengsi

24 Februari 2026
gen z, biaya nikah, nikah di gedung, pernikahan.MOJOK.CO

Lebih Baik Nikah di Gedung daripada di Desa: Lebih Praktis dan Murah, tapi Harus Siap Dinyiyiri Tetangga

22 Februari 2026
Muhammadiyah selamatkan saya dari tabiat buruk orang NU. MOJOK.CO

Saya Bukan Muhammadiyah atau NU, tapi Pilih Tinggal di Lingkungan Ormas Bercorak Biru agar Terhindar dari Tetangga Toxic

25 Februari 2026
Sejahtera ekonomi di Negeri Jiran ketimbang jadi WNI. Tapi berat terima tawaran lepas paspor Indonesia untuk jadi WN Malaysia MOJOK.CO

WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!

21 Februari 2026
Yang paling berat dari mudik lebaran ke kampung halaman bukan pertanyaan kapan nikah atau dibandingkan di momen halal bihalal reuni keluarga, tapi menyadari orang tua makin renta dan apa yang terjadi setelahnya MOJOK.CO

Hal Paling Berat dari Mudik Bukan Pertanyaan atau Dibandingkan di Reuni Keluarga, Tapi Ortu Makin Renta dan Situasi Setelahnya

27 Februari 2026
Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa MOJOK.CO

Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa

24 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.