Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Ritual Pelepasan Kecebong Albino

Shellya Febriana A. oleh Shellya Febriana A.
16 Mei 2015
A A
Ritual Pelepasan Kecebong Albino

Ritual Pelepasan Kecebong Albino

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dunia perlendiran memang tidak akan pernah ada habisnya. Selama masih ada demand, pasti akan ada saja penyedianya. Gak bisa dapet disini, ya tinggal pindah cari di sana. Yang penting ratusan kecebong albino itu bisa segera dilepas dari kandang.

Tujuan akhir para kecebong albino itu beragam. Dan pada akhirnya, ada yang memberi mereka kesempatan ketemu pasangannya, tapi tidak sedikit juga yang memberi harapan palsu dan mengirim mereka ke permukaan tissue atau lantai kamar mandi.

Ada berbagai macam cara yang biasa digunakan untuk memaksa para kecebong albino segera meninggalkan kandang. Buat yang jomblo kere sih biasanya cuma sekadar bercengkrama dengan sabun, atau lotion. Tapi bagi yang saldo ATM-nya sudah di atas 9 digit, pelepasan para kecebong ini biasanya dengan ritual sakral.

Ada banyak pihak yang bisa membantu penyelenggaraan ritual. RA yang selama seminggu belakangan terus digunjingkan berbagai media—baik media elektronik maupun media sosial—merupakan satu dari sekian orang yang menawarkan high-class service. Biaya ritual ini pun bukan cuma ce tiao atau go tiao, yang paling murah aja bisa buat DP mobil! Itu masih sekadar yang diberikan dalam bentuk nominal, belum ditambah hadiah barang mewah dan bermerek.

Namun apesnya, RA kepleset lendirnya sendiri dan sekarang terpaksa minjem baju oranye dari kepolisian.

Pasca penangkapan RA, selain misteri di balik inisial AA yang tertangkap sedang menyiapkan ritual, kehebohan juga diiringi dengan berbagai tingkah para artis yang sebelumnya jarang nongol yang mendadak muncul tepat setelah daftar inisial rekanan RA tersebar luas. Banyak di antaranya yang mendadak mengadakan konferensi pers dengan menunjukan kesibukan sekarang, atau bahkan surat nikah, seperti menghindar sebisa mungkin dari tudingan publik atas kesamaan inisial dalam daftar yang diberikan RA.

Kalo kata Engkoh Lao Tzu, “Silence is a source of a great strength”. Diam justru bisa menjadi sumber energi positif untuk diri, seperti dalam meditasi contohnya. Ketika bermeditasi, kita dituntut untuk bisa diam dan menenangkan diri agar energi negatif dalam diri bisa tergantikan dengan energi positif yang dihasilkan oleh pikiran kita selama proses meditasi.

Andai kata mereka yang inisialnya tersindir daftar-hitam RA tetap diam, alih-alih kelimpungan bikin jumpa pers sampai berkali-kali seliweran di infotainmen, berita negatif tentang mereka hanya akan digunjingkan segelintir orang. Perlahan, seiring dengan berjalannya waktu, gosip baru pun akan berdatangan menggantikan atau bahkan mengubur gosip miring.

Namun sayangnya, mereka malah melakukan hal yang sebaliknya. Entah rindu dengan sorotan kamera atau pembahasan infotainmen tentang dirinya, banyak di antaranya yang justru menyampaikan kepada publik bahwa inisial itu bukan milik mereka. Membuat khalayak, yang bisa jadi saat itu belum terpikir dan menemukan kepanjangan dari inisial-inisial yang ada, justru semakin yakin bahwa merekalah yang dimaksud dalam daftar-hitam RA.

Bukannya mengusir imej negatif, kerempongan mereka justru memberi publik kesempatan untuk menempelkan cap negatif di jidat mereka.

Ya gitu deh, kecil kemungkinan—malah bisa jadi sampai lebaran monyet pun gak bakal ada—maling ngaku maling. Kalo di Detectif Conan sih, biasanya, yang tiba-tiba memberikan alibi paling solid itu justru pelakunya.

Terakhir diperbarui pada 11 Agustus 2021 oleh

Tags: Amel AlviProstitusiProstitusi OnlineRobby Abbas
Shellya Febriana A.

Shellya Febriana A.

Artikel Terkait

Sanggrahan Jogja: Dulu Kampung Prostitusi, Kini Jadi Kampung Takwa
Video

Sanggrahan Jogja: Dulu Kampung Prostitusi, Kini Jadi Kampung Wisata

15 November 2024
Warung di atas makam Kembang Kuning Surabaya. MOJOK.CO
Ragam

Menjemput Rezeki di Antara Pusara Kembang Kuning Surabaya

1 November 2024
Cerita ‘Anjelo’ di Jaksel: Dapat 4 Juta Semalam Hasil Antar-Jemput PSK, Tapi Dituduh jadi Simpanan Tante-tante oleh Tetangga.MOJOK.CO
Ragam

Desa Dukuhseti di Pati Pernah Jadi Kampung Pelacuran dan Simpanan Pejabat, Dulu Perempuan Diibaratkan Sepetak Sawah

13 Juni 2024
musala sarkem Jogja.MOJOK.CO
Catatan

Musala di Tengah Sarkem Jogja, Takmirnya Rela Jadi Makmum “Anak Kecil” dan Saksi Pekerja Prostitusi Mengaji

13 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rooftop kos kerap jadi tempat blangkrah, tapi jadi ruang healing terbaik bagi anak kos overthinking MOJOK.CO

Tinggal di Kos dengan Rooftop, Meski Kemproh tapi Jadi Tempat Healing Terbaik dari Tekanan Hidup yang Bisa bikin Gila

3 Juni 2026
Peluncuran program pendidikan koperasi (perkoperasian) untuk sekolah-sekolah yang dipelopori Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) MOJOK.CO

Jawa Tengah Bikin Pendidikan Koperasi di Sekolah: Bekal Kewirausahaan dan Alternatif Lapangan Kerja untuk Gen Z-Gen Alpha

5 Juni 2026
Tren kalcer dan monopoli olahraga bikin gowes (bersepeda) jadi terlalu ambisius MOJOK.CO

Tren Kalcer dan Monopoli Olahraga bikin Gowes Jadi Terlalu Ambisius, Mau Sekadar Bersepeda tapi Malu Dicap Cupu

3 Juni 2026
Dompet digital selamatkan pedagang UMKM. MOJOK.CO

4 Kiat Pedagang Es Campur dan Roti Kukus yang Tetap Laris di Tengah Situasi Pelik

3 Juni 2026
Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule.MOJOK.CO

Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule

4 Juni 2026
ilustrasi sepeda klaten.MOJOK.CO

Belajar Makna “Paseduluran” dari Penjual Onthel Lawas yang Sudah Tiga Dekade Hidup dari Pit Kebo

2 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.