Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Janji Bodong Revolusi Industri: Aplikasi AI Mulai Membantai Pekerja Kreatif Lokal

Muhammad Bagas Hafidz Hadi oleh Muhammad Bagas Hafidz Hadi
18 Mei 2026
A A
Janji Bodong Revolusi Industri: Aplikasi AI Mulai Membantai Pekerja Kreatif Lokal MOJOK.CO

Ilustrasi Janji Bodong Revolusi Industri: Aplikasi AI Mulai Membantai Pekerja Kreatif Lokal. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bagi pemilik modal dan klien pelit, AI adalah anugerah

Bagi para pemilik modal dan klien-klien pelit, kehadiran AI adalah sebuah anugerah tak terhingga. Dulu, ketika seorang freelancer menolak dibayar murah, si klien mungkin masih harus repot mencari freelancer lain yang lebih putus asa. Sekarang? Senjata mereka jauh lebih mematikan.

“Wah, kalau Masnya minta fee lima ratus ribu untuk satu tulisan, kemahalan. Mending saya suruh staf intern saya generate pakai ChatGPT, gratis!”

Apakah hasilnya seotentik tulisan manusia? Tentu saja tidak. Teks AI sering kali kaku, nir-emosi, dan berhalusinasi. Gambar AI sering kali memiliki anatomi jari yang mengerikan. 

Namun, mari kita jujur, mayoritas bos dan klien korporat tidak peduli pada “jiwa” atau “otentisitas” sebuah karya. Selama pesannya tersampaikan, harganya murah (bahkan nol rupiah), dan Key Performance Indicator (KPI) mingguan mereka tercapai, setan pun akan mereka pekerjakan. Estetika dan idealisme seni hanyalah urusan nomor sekian di hadapan efisiensi anggaran perusahaan.

Ironisnya, siapa yang mengajari mesin-mesin ini menjadi begitu pintar? Kita sendiri. Tulisan-tulisan kita, portofolio desain kita, dan jejak digital yang kita unggah dengan bangga di internet selama bertahun-tahun secara diam-diam disedot, dikunyah, dan dijadikan bahan bakar pelatihan (training data) oleh perusahaan teknologi raksasa. Kita secara tidak sadar telah melatih para algojo yang kini siap memenggal karier kita sendiri.

Sudah banyak aplikasi AI, pekerja kreatif tak lebih akan jadi mandor prompter

Tentu saja, selalu ada narasi positif yang mencoba menghibur para pekerja kreatif yang mulai panik ini. “AI tidak akan menggantikan manusia, tapi manusia yang menggunakan AI akan menggantikan manusia yang tidak menggunakan AI.” Kalimat motivasi ini sering kali dilemparkan oleh para tech-bro di LinkedIn.

Sekilas terdengar bijak, tapi sebenarnya sangat elitis. Realitasnya, tuntutan industri kini berubah wujud menjadi lebih eksploitatif. 

Alih-alih dihargai sebagai kreator, kita kini didemosi menjadi sekadar “mandor mesin” atau AI Prompter. Beban kerja dilipatgandakan (karena dianggap prosesnya sudah dibantu AI), sementara nilai ekonomi pekerjaannya justru didevaluasi. 

Belum sempat kita, para pekerja kreatif lokal, menikmati regulasi ketenagakerjaan yang layak dan upah yang manusiawi, posisi kita sudah keburu direbut oleh barisan kode biner.

Pada akhirnya, di tengah kecemasan eksistensial ini, mungkin kita harus merevisi ulang cita-cita masa depan. Jika pekerjaan yang mengandalkan otak dan kreativitas sudah dikuasai oleh kecerdasan buatan, mungkin satu-satunya cara bertahan hidup bagi manusia adalah kembali ke pekerjaan yang terlalu menjijikkan atau terlalu rumit secara fisik untuk dilakukan oleh robot. 

Jadi, sembari menghabiskan sisa es kopi susu yang es batunya sudah mencair semua ini, saya mulai berpikir serius. Mungkin setelah wisuda nanti, ketimbang menyebar CV ke agensi kreatif yang sewaktu-waktu bisa memecat saya demi langganan ChatGPT Plus, ada baiknya saya mulai belajar ilmu perpipaan atau cara menyedot WC. Sebab sejauh yang saya tahu, di Indonesia belum ada aplikasi AI atau robot yang bisa di-prompt untuk membersihkan septic tank yang mampet. Belum… 🙂

Penulis: Muhammad Bagas Hafidz
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala ‘Big Tech’ dan tulisan menarik lainnya di kanal Esai

 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 18 Mei 2026 oleh

Tags: AIaplikasi AIkerjaPekerja Kreatif
Muhammad Bagas Hafidz Hadi

Muhammad Bagas Hafidz Hadi

Alumnus Universitas Brawijaya, mendalami isu teknologi, games, agama, dan sejarah dalam perspektif sosiologi. Berusaha melihat cara kerja dunia dari berbagai perspektif dan mengolahnya menjadi ide untuk diri sendiri.

Artikel Terkait

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO
Esai

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026
Usaha les komputer di Bogor. MOJOK.CO
Urban

Tak Hasilkan Banyak Cuan dari Buka Usaha Les Komputer, tapi Merasa Bermakna Bisa Ajarkan Gen Alpha yang Masih Gaptek

30 Juni 2026
siswa sekolah.MOJOK.CO
Sekolahan

Sisi Lain AI yang Melemahkan Nalar Siswa: Kesulitan Calistung, Tak Bisa Membaca Jam, hingga Sulit Mengingat Materi Pelajaran

17 Juni 2026
Kita Sibuk Menertawakan Baby Boomer yang Tertipu AI, Padahal Gen Alpha Punya Masalah yang Lebih Berbahaya MOJOK.CO
Esai

Kita Sibuk Menertawakan Baby Boomer yang Tertipu AI, Padahal Gen Alpha Punya Masalah yang Lebih Berbahaya

12 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Merayakan Sofistikasi Djent ala Bless The Knights yang Keras Kepala.MOJOK.CO

Merayakan Sofistikasi Djent ala Bless The Knights yang Keras Kepala

13 Juli 2026
Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri.MOJOK.CO

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri

17 Juli 2026
Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.