Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Bertahan Hidup ala Indie: Maklumat Irwan Bajang dan Bagustian

Wijaya Eka oleh Wijaya Eka
29 Oktober 2016
A A
Bertahan Hidup ala Indie: Maklumat Irwan Bajang dan Bagustian

Bertahan Hidup ala Indie: Maklumat Irwan Bajang dan Bagustian

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Jika harga cabai pagi ini adalah 45-50 ribu/kg, dan daging (tanpa jeroan) satu kilo di angka 95-115 ribu, maka satu di antara beberapa orang yang akan dengan girang pergi ke pasar adalah kawan saya Bajang. Tepatnya, The Gold Bajang (nama bekennya sejak muncul lini baru IBC Gold).

Bukan tanpa sebab, sebagai pemilik dari brand BantengNganga (pendatang baru di dunia citarasa dengan memilih sambal sebagai produk unggulan), fluktuasi harga cabe dan daging adalah perhatian utama. Mengingat itu perkara bahan dasar. Seperti apabila Anda adalah penerbit indie, harga kertas yang adalah kunci.

Suatu hari saat saya menginap di rumahnya, kami berdua menenggak Bacardi sambil mempertanyakan apa itu ‘indie’ dan apakah kami benar-benar sudah ‘indie’ sebagaimana dimaksud?

Jika bukan karena kutukan sekaligus betapa nikmatnya setiap hal yang kami kerjakan ini, mungkin masing-masing dari kami akan menjadi bagian dari antrian panjang mengisi formulir tes di Job Fair.

(Menjadi) ‘indie’ memang sulit membuat Anda ‘kaya’, apalagi ‘indie’ di buku. Keterbatasan ruang bagi produk (pangsa pasar) juga kebandelan memilih tema yang tidak hot di publik, akan membuat Anda lekas sadar betapa omzet fana, invoice abadi.

Hal paling logis untuk bertahan hidup dengan pilihan seperti itu, adalah membuat brand pada hal lain. Sehingga untung yang tak seberapa dari setiap brand yang Anda namakan ‘indie’ itu, akan terakumulasi setiap akhir bulan pada tanggal 25 ketika tutup buku.

Sialnya, Bajang berhasil memulai duluan dengan sambalnya itu.

Untuk pilihan nama yang spontan, kemasan yang menarik tanpa perlu cap ‘Halal MUI’ juga label produk dari BPOM sekaligus tidak masuk ke swalayan besar namun mampu menjual hingga 200 botol/bulan, maka pembuktian apalagi yang perlu dilakukan untuk melekatkan kategori ‘indie’ pada sambal yang membuat orang bolak balik ke wc itu?

Ini belum ide-ide liar lanjutan seperti agen Buku Digital Indie (Libro.id) hingga rencana Toko Alat Pancing Indie (akan dinamakan Hemingway Corner) yang akan membuat dompet ‘indie’ Bajang bisa jadi mayor.

Berbeda dengan tandemnya di IBC dulu, Kawan Bagustian popular sebagai CEO Sindikat Otak Keram (eh maaf) Kanan, web development yang juga ‘indie’ sejak dalam pikiran apalagi perbuatan.

Carikan saya seorang CEO yang bangun dari tidurnya langsung membuat meme dan status sapaan untuk brand-nya sendiri kecuali Bagustian? Mungkin ada, tapi ia paling mencolok.

Walau mengakui bahwa itu dilakukan oleh adminnya, kata-kata semisal Shohabat, Indomie, Mz (baca: Em-Zet) adalah sedikit kata kunci yang merupakan ciri kas Bagustian, ditambah tone kalimatnya yang, jika Anda temannya, Anda akan mengerti bahwa itu dirinya yang mengetik.

Jadi, Bagus adalah CEO sekaligus admin! Benar-benar indie. Hemat. Di samping itu, ia masih punya satu lagi brand kanal dagang yang menjual buku, CD, dan merch ‘indie’ bernama Woks Store dengan jargon: “Mampir? Kenapa Tidak!”

Apa yang dilakukan kawan Bagus tentu bukan instan, melainkan bawaan alam bawah sadar.

Iklan

Dulu saat menerbitkan puisinya, ia enggan masuk di toko dan memilih menjajakan sendiri dari kafe ke kafe, angkringan ke angkringan, kampus ke kampus. Sebagai pemusik untuk melagukan sendiri puisi-puisi yang dibuatnya itu, satu waktu ia juga mengonsep konser tunggalnya. Memilih tempat sekaligus membuat undangan sendiri. Mengambil soundsystem sendiri di mbak Ajeng–istri Kepala Suku.

Bahkan jika bukan karena betapa sayangnya kami padanya sebagai teman, ia hanya akan bernyanyi di panggung yang disiapkan sendiri sambil menggesekan senar gitarnya ke stand mic demi menimbulkan bunyi efek magis. Semua itu, tuan dan nona, hanya dilakukan oleh orang-orang bermental ‘indie’!

Demikian itulah dua kisah ‘indie’ yang perlu disimak sebelum Anda memilih hidup pada jalur yang sama. Bukan saja perlu kreaivitas, melainkan kenekatan dalam ide dan perbuatan. Jadi, jika ada info harga cabe dan daging yang lebih murah dari standar rata-rata pasar Kolombo, kirim info tersebut ke email [email protected]. Jangan lupa!

Terakhir diperbarui pada 13 Agustus 2021 oleh

Tags: BagustianindieIndie Book CornerIrwan BajangSindikat Otak Kanan
Wijaya Eka

Wijaya Eka

Artikel Terkait

Synchronize vs Pestapora, tentang Invisible Curator di Antara Indie Kopi Senja dan Dangdut Koplo MOJOK.CO
Esai

Synchronize vs Pestapora: Invisible Curator di Antara Indie Kopi Senja dan Dangdut Koplo

13 Oktober 2022
IKSAN SKUTER: SEDIKIT KURANG TERKENAL YANG SUDAH TERKENAL di Musik
Video

Iksan Skuter: Sedikit Kurang Terkenal yang Sudah Terkenal

12 November 2021
SILAMPUKAU: NGOBROL AMBYAR BERSAMA SILAMPUKAU
Video

Silampukau: Ngobrol Ambyar Bersama Silampukau

1 November 2021
Proyek Musik-musik Horaumum di Jogja: Mending Kolaboratif ketimbang Kompetitif
Liputan

Proyek Musik-musik Horaumum di Jogja: Mending Kolaboratif ketimbang Kompetitif

15 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dosen Profesi Nelangsa, Gaji Kalah sama Ngajar Anak SD (Unsplash)

Gelap Masa Depan Dosen, Lulusan S2 Jogja Mending Ngajar Anak SD di Surabaya yang Lebih Menjanjikan dari sisi Gaji

12 Januari 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026
Sewakan kos bebas ke teman sesama mahasiswa Malang yang ingin enak-enak tapi tak punya modal MOJOK.CO

Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim

14 Januari 2026
Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital: Harga RAM Makin Nggak Ngotak MOJOK.CO

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal

16 Januari 2026
Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas, Pemutar Ekonomi Bangsa MOJOK.CO

Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas Abadi yang Menolak Fitur Keselamatan demi Memutar Ekonomi Bangsa

13 Januari 2026
kekerasan kepada siswa.MOJOK.CO

Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 

15 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.