Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

10 Alasan Bangkalan Madura Menjadi Kabupaten Tertinggal yang Membuat Warganya Marah dan Ingin Pergi

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
16 September 2024
A A
Suara Hati Orang Madura yang Didiskriminasi di Surabaya, Tapi Lebih Dihargai Orang Jogja.MOJOK.CO

Ilustrasi - Suara Hati Orang Madura yang Didiskriminasi di Surabaya, Tapi Lebih Dihargai Orang Jogja (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

#4 Tata kota Bangkalan Madura amburadul

Jika tinggal di Bangkalan, pasti kalian merasa betapa amburadulnya tata kota kabupaten ini. Dengan luas 1.260 kilometer, pusat administrasi dan ekonominya berada di ujung barat. Makanya kabupaten ini perkembangannya stagnan.

Bayangkan kalian tinggal di pojok kabupaten, kalian perlu menempuh 45 kilometer untuk sampai di pusat kabupatennya. Gila kan!

Ditambah lagi sejak adanya Jembatan Suramadu, tata kotanya semakin berantakan. Ujung barat yang jadi pusat ekonomi mulai mati. Orang-orang lebih memilih lewat jembatan daripada harus ke kota. Parahnya lagi, pemerintah tidak punya gebrakan untuk mengatasi amburadulnya tata kota ini.

#5 Banyak preman menyamar LSM

Preman di Bangkalan Madura ini tidak hanya ada di pasar dan jalanan saja. Di lembaga pendidikan, kesehatan, sosial, semua ada premannya. Mereka sering menakut-nakuti sebuah lembaga dengan menyamar sebagai LSM.

Contoh paling sering adalah mereka selalu mengancam sekolah-sekolah yang menjual buku bahan ajar. Padahal, sebenarnya, orang tua murid sudah setuju dan tidak masalah.

Namun, kalau buku ajarnya adalah produk LSM-nya sendiri, mereka tidak keberatan untuk ikutan jual. Makanya, jangan heran kalau pendidikan di sini nggak layak.

#6 Nepotisme tinggi

Saya kasih tahu, kabupaten ini hanya cocok untuk orang-orang yang mengandalkan orang dalam. Mengapa? Karena nepotisme di kabupaten ini sangat tinggi, terutama di lembaga pemerintah.

Jika tidak percaya, kalian cek saja sendiri. Pasti semuanya masih punya hubungan keluarga. Bapaknya jadi kepala, anaknya jadi sekretaris, ponakannya jadi bendahara, tetangganya jadi staf. Pokoknya, kantor-kantor itu milik sanak keluarga.

#7 Orang pintar tidak mendapat tempat di Bangkalan Madura

Karena nepotisme tinggi, kabupaten ini sepertinya tidak butuh orang-orang pintar. Makanya, saya heran kok ada orang yang masih bilang, “Percuma pintar, tapi nggak balik ke Bangkalan”. Woy, kabupaten ini terlalu ngandelin orang dalam untuk mereka yang punya keahlian.

Makanya, kalian anak muda yang pintar dan memiliki keahlian, segeralah tinggalkan kabupaten ini.

#8 Korupsi menjadi tradisi

Poinnya, pejabat di kabupaten ini lebih suka mementingkan diri mereka sendiri. Saking mementingkan diri sendiri, jabatan di Bangkalan Madura sering menjadi ladang korupsi. Mereka lupa kalau gaji mereka berasal dari rakyat.

Kalian tahu kasus-kasus korupsi di Bangkalan yang menjerat jajaran pejabat, bahkan bupatinya sendiri. Dua kali lagi. Hadeh!

#9 Jadi ladang proyek nggak jelas

Aspek lain dari korupsi, kabupaten ini semacam jadi ladang untuk mencairkan dana proyek saja. Sebab, beberapa proyek setelah dibangun, tidak jelas manfaatnya apa. Entah, proyeknya serius atau tidak.

Misalnya, proyek Sentra IKM yang menelan Rp70 miliar. Sampai sekarang masih terlihat kosong. Bahkan, pemerintah harus maksa-maksa bikin acara di sini supaya ramai. Bukti kalau proyeknya hanya sekedar proyek.

Iklan

Lalu, Tanean Suramadu yang menelan sampai Rp100 miliar lebih. Sudah bertahun-tahun sampai sekarang saya masih bingung fungsinya apa.

#10 Tidak ada yang peduli sama Bangkalan Madura

Jangan lagi mencari alasan bahwa kamu bisa mengubah kabupaten ini. Saya katakan, tidak akan bisa. Karena nyatanya, dari jajaran pejabat publik, pegawai pemerintah, semuanya tidak ada yang peduli dengan Bangkalan Madura.

Makanya, orang-orang pintar di sini banyak yang memilih pindah keluar. Sebab, tak mungkin juga satu orang pintar melawan ratusan pejabat hasil orang dalam.

Saya rasa, itulah alasan-alasan mengapa meninggalkan kabupaten ini adalah hal yang paling rasional, terutama untuk anak muda yang memiliki keahlian. Tapi, bukan berarti tak ada alasan untuk tetap tinggal di kabupaten ini ya. Alasannya tetap ada kok, yakni pejabat pemerintahnya mau berubah. Kalau tidak berubah, ya lebih baik pindah, lah!

Penulis: Abdur Rohman

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Jangankan Pendatang, Saya Warga Bangkalan Madura Aja Kapok Hidup di Kabupaten Tertinggal Ini dan kritikan kepada pemerintah lainnya di rubrik ESAI. 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 17 September 2024 oleh

Tags: bangkalanbangkalan maduraJawa TimurJembatan SuramaduKabupaten BangkalanMaduraSurabayasuramadu
Abdur Rohman

Abdur Rohman

Warga sipil Bangkalan yang fobia sama ketidakadilan.

Artikel Terkait

Makanan Khas Jawa Timur Obat Rindu Kala Mudik ke Surabaya (Aly Reza/Mojok.co)
Pojokan

Makanan Khas Jawa Timur di Jogja yang Paling Bikin Perantau Surabaya Menderita: Kalau Nggak Niat Mending Nggak Usah Jualan, Bikin Kecewa

14 Maret 2026
Naik Travel dari Jogja ke Surabaya Penuh Derita, Nyawa Terancam (Unsplash)
Pojokan

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Niatnya Ingin Tenang Berakhir Penuh Derita dan Nyawa Terancam

13 Maret 2026
Kereta api ekonomi (KA) Ambarawa Ekspres menjadi saksi "kegilaan" Bonek di rute Grobogan - Stasiun Pasarturi demi Persebaya Surabaya di Stadion GBT MOJOK.CO
Urban

KA Ambarawa Ekspres Andalan Bonek Tempuh “Jalan Kegilaan” di Rute Grobogan – Pasarturi, Demi Ziarah ke Rumah Kedua

6 Maret 2026
Ilustrasi Honda Vario Sumber Derita dan Bikin Gila di Jalanan Surabaya (Wikimedia Commons)
Pojokan

Honda Vario Adalah Motor yang Paling Menderita di Surabaya: Mesin Loyo Itu Sengsara Dihajar Jalan Rusak

6 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan Mojok.co

Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan

15 Maret 2026
Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

16 Maret 2026
Orang Jawa desa pertama kali coba menu aneh (gulai tunjang) di warung makan nasi padang (naspad). Lidah menjerit dan langsung merasa goblok MOJOK.CO

Orang Jawa Desa Nyoba “Menu Aneh” Warung Nasi Padang, Lidah Menjerit dan Langsung Merasa Goblok Seketika

15 Maret 2026
mudik gratis Lebaran dari Pertamina. MOJOK.CO

Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya

19 Maret 2026
Rela utang bank buat beli mobil keluarga Suzuki Ertiga demi puaskan mertua. Ujungnya ribet dan sia-sia karena ekspektasi. MOJOK.CO

Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia

21 Maret 2026
Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.