Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Tujuh Alasan Penulis Mojok adalah Pendamping Hidup yang Ideal

Inez Kriya oleh Inez Kriya
23 September 2015
A A
Tujuh Alasan Penulis Mojok adalah Pendamping Hidup yang Ideal

Tujuh Alasan Penulis Mojok adalah Pendamping Hidup yang Ideal

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kamu sudah tahu kan kalau situs ndableg ini sudah menerbitkan buku kumpulan tulisan terbaiknya? APA? BELUM?? Bedebah! Buruan beli, gih! Kalau kamu enggak berminat beli karena enggak rela jatah tabungan beli indomie jadi berkurang, hambok pinjam ke yang punya. 

Nah, berhubung saya sudah membaca sekitar separuh isi buku itu dengan lompat-lompat (sorry, saya memang tipe pemilih), saya pengen kasih situ sedikit kesimpulanmelalui pendekatan, uhuk, perasaan. Siapa tahu, ini siapa tahu loh, ya, setelah kamu baca artikel ini, niatmu untuk mbelani mie instan ber-MSG itu perlahan luntur. Percaya sama saya, kamu tak akan pernah menemukan pencerahan ala Windu Jusuf, atau pancaran sinar Agus Mulyadi,  juga wejangan Iqbal Aji Daryono pada semangkuk indomie panas. 

Oke, sekarang silakan kamu duduk manis, atau telentang imut juga boleh. Simak beberapa alasan berikut ini tentang mengapa para penulis di Mojok adalah calon pendamping hidup yang ideal.

Mbethik (Nakal)

Bagi yang sudah biasa menyatroni situs Mojok, pasti sudah hafal dengan jargon mereka: Nakal tapi Banyak Akal. Sejurus dengan jargon itu, para penulis Mojok pun punya sifat tengil dalam diri mereka masing-masing. Paling hobi ngutak-ngatik urusan yang sebenarnya bukan tanggungan mereka.

Coba saja lihat judul-judul dalam “Bagian I: Politik” dalam buku berjudul Surat Terbuka kepada Pemilih Jokowi Sedunia itu. Para penulisnya mana ada sih yang ajeg di kantor pemerintahan? Paling banter cuma demo di depan gedung DPR pas masih kumel zaman kuliahan dulu. Itu juga paling cuma buat modus ke aktivis perempuan, atau demi nasi bungkus gratis. Tapi ya biarlah, itu kan masa lalu, yang penting sekarang mereka ternyata masih bisa perhatian sama situasi negara.

Nah, coba ngana bayangkan, pemilih Jokowi sedunia saja diurusi, apalagi kamu yang cuma seorang jomblo tidak bermartabat?

Kritis

Mbethiko ergo kritisum. Karena penulis Mojok ini fitrahnya mbethik, maka mereka jadi kritis. Perhatikan artikel-artikel di “Bagian III: Sosial Budaya”. Ueeedyaaan! Apa saja isu sosial yang sedang heboh, tak luput dari kejelian saraf mbethik para penulisnya. Jangankan nikahan anak presiden, nikahan mantan saja dibahas. Belum lagi waktu AADC merajalela. Wuih… Rangga dan Cinta dikulik habis-habisan dari berbagai bidang keilmuan.

Jadi, sudahlah, ya, kalau kamu hidup bersama seorang penulis Mojok, bahkan pembagian tugas bersih-bersih rumah pun akan jadi topik diskusi yang hangat sebagaimana mestinya. Urat mereka sudah kritis dari sananya, sih!

Romantis

Kamu pasti enggak sadar deh kalau para penulis Mojok itu cenderung romantis? Coba perhatikan idola sebagian besar dari mereka: Kak Jonru yang rupawan. Dalam buku Mojok, ada banyak surat cinta buat beliau, lho. Isinya puitis, mendayu-dayu, penuh cinta kasih, sarat akan kekaguman dan dorongan semangat agar sosok dramatis tersebut senantiasa diberi kekuatan untuk terus berkiprah di dunia maya. Kalau ada Jonru, dunia serasa indah…

Dari poin itu dapat terlihat, para penulis Mojok bisa duduk akur dan berdampingan meskipun mereka berbagi perhatian yang sama akan satu orang. Sikap itu wujud poligami platonik paling romantis, kan?

Humoris

Iklan

Soal yang satu ini sih enggak perlu diragukan lagi. Penulis Mojok sepertinya memang terlahir dengan selera humor yang luar biasa. Coba resapi diksi-diksi pilihan mereka dalam setiap tulisannya. Perkara seserius agama, di “Bagian IV” buku itu, bisa diolah menjadi obrolan yang nyaman, tidak menggurui, tanpa berapi-api, bahkan bisa memancing gelak tawa. Saya sendiri sempat dilirik tajam sama mas-mas yang duduk di sebelah saya ketika menunggu giliran memperpanjang KTP gara-gara cekikikan membaca bab ini.

Bersama tulisan bujang-bujang Mojok, segala deritamu pasti akan sirna, sebab hubungan yang sempurna itu kerap diwarnai canda tawa. Aduh, apalah Adek tanpamu, Mz…

Eksis

Sejak lahir setahun lalu, situs Mojok sukses mengantarkan para penulisnya pada ketenaran. Entah akibat kejombloan jangka panjangnya, atau karena kontroversi yang timbul akibat telaah nakal mereka. Pokoknya penulis Mojok itu populer. Artikelnya kerap dibagikan oleh ribuan warga dunia maya. Kebayang kan, gimana rasanya kalau kamu bisa akrab dengan salah satu penulis Mojok lalu teman-temanmu mendelik kaget, “Kamu kok bisa kenal sama dia?!” Wuidddiiiiihhhh…

Elegan

Yang paling saya suka dari para penulis Mojok nan ciamik ini, betapa mereka tak mudah keblinger dengan perhatian yang mereka dapat. Bukunya sudah beredar pun, mereka nggak heboh selfie di toko buku mana-mana yang memajang jilidan bersampul merah itu. Saya juga belum dengar ada salah satu di antara mereka yang beringas menawarkan tanda tangan gratis kepada para pembeli tanpa diminta (atau jangan-jangan sudah terjadi saat tulisan ini dibuat?). Para penulis ini tidak megalomaniak. Mereka punya karisma yang khas. Jadi, kamu tidak perlu khawatir mereka akan norak ala OKB—Orang Keren Baru—saat diajak jalan berdua.

Penulis Mojok dijamin bisa rendah hati, termasuk dalam mencintaimu…

Setia

Ini kesimpulan nekat yang saya buat. Musababnya, ada beberapa penulis Mojok yang meskipun dihujat atau ditekan atau didesak atau ditolak artikelnya, tapi tetap saja terus berkontribusi. Sampai-sampai namanya sendiri dijadikan kata kunci atau topik bahasan oleh penulis lainnya. Kalau bukan setia, itu apa namanya? Jadi, kalau seorang penulis Mojok sudah kesengsem denganmu, kesetiaannya pasti bisa diuji, deh. Sepahit-pahitnya, kalau kalian sedang saling ngambek, palingan doi akan menjadikan kamu inspirasi tulisan berikutnya.

Kurang ehem apa lagi, coba?

Terakhir diperbarui pada 11 Agustus 2021 oleh

Tags: jombloMojokPenulis Mojok
Inez Kriya

Inez Kriya

Artikel Terkait

5 liputan terpopuler Mojok 2025. Cerita para sarjana S1 hingga lulusan S2 yang hadapi realitas menjadi pengangguran MOJOK.CO
Liputan

5 Liputan Terpopuler Mojok Sepanjang 2025: Saat Realita Dunia Kerja Menampar Para Sarjana dan Lulusan S2

1 Januari 2026
5 Esai Terpopuler Mojok 2025 (Mojok.co/Ega Fansuri)
Esai

5 Esai Terpopuler Mojok 2025: Sebuah Rekaman Zaman dan Keresahan Lintas Generasi

1 Januari 2026
Purwokerto Tidak Istimewa, tapi Nyaman Melebihi Jogja MOJOK.CO
Esai

Pandji Benar. Purwokerto Memang Tidak Istimewa, Tapi Lebih Nyaman Ketimbang Jogja

21 Juni 2024
Jejak Angkringan Dari Masa ke Masa, Jadi Andalan Warga Jogja, Solo, hingga Klaten
Video

Jejak Angkringan Dari Masa ke Masa, Jadi Andalan Warga Jogja, Solo, hingga Klaten

16 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah PTN Surabaya pertama kali makan di restoran All You Can Eat (AYCE): norak, mabuk daging, hingga sedih karena hanya beri kenikmatan sesaat MOJOK.CO

Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

6 Februari 2026
Dat, pemuda dengan 3 gelar universitas putuskan tinggalkan kota demi bangun bisnis budidaya jamur di perdesaan MOJOK.CO

Cabut dari Kota Tinggalkan Perusahaan demi Budidaya Jamur di Perdesaan, Beberapa Hari Raup Jutaan

4 Februari 2026
Hidup setelah resign dan menikah. MOJOK.CO

Dihujat ‘Salah Pilih Suami’ usai Menikah karena Terlanjur Resign dari Pramugari, Kini Jadi Pedagang Kopi Keliling

3 Februari 2026
Umur 23 tahun belum mencapai apa-apa: dicap gagal dan tertinggal, tapi tertinggal ternyata bisa dinikmati dan tak buruk-buruk amat MOJOK.CO

Umur 23 Belum Mencapai Apa-apa: Dicap Gagal dan Tertinggal, Tapi Tertinggal Ternyata Bisa Dinikmati karena Tak Buruk-buruk Amat

2 Februari 2026
bpjs kesehatan.MOJOK.CO

Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif

5 Februari 2026
Rekomendasi penginapan di Lasem, Rembang. MOJOK.CO

Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal

6 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.