Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Legenda Honda Supra X 125 Disaingi Sanex, Mocin yang Keberadaannya Kayak Siluman

Dyah Retna Palupi oleh Dyah Retna Palupi
14 September 2020
A A
Legenda Honda Supra X 125 Disaingi Sanex, Mocin yang Keberadaannya Kayak Siluman MOJOK.CO

Legenda Honda Supra X 125 Disaingi Sanex, Mocin yang Keberadaannya Kayak Siluman MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Honda Supra X 125 memang motor paling nyaman dan awet. Namun, legenda itu punya pesaing bernama Sanex, mocin yang kini sulit ditemukan.

Dalam hidup, kita tidak bisa mempertahankan semua hal. Usia, sakit, rusak, banyak hal yang menjadi penyebab. Salah satunya motor. Namun, di antara semua motor yang pernah saya coba, ada dua yang bisa dipertahankan lebih lama dibandingkan motor lainnya. Dua motor yang saya maksud adalah Honda Supra X 125 dan motor Cina bernama Sanex.

Dua motor ini sudah kayak pertapa. Usianya bisa panjang banget asal “hidupnya bener”. Baik Honda Supra X 125 dan Sanex juga cocok banget buat kamu dengan sifat hemat, cermat, dan bersahaja. Dari sisi bodi, konsumsi bahan bakar, dan ketangguhan mesin, keduanya tiada banding.

Buat saya yang berbadan mungil, dua motor yang kelihatan besar ini tetap enak buat dikendarai. Izinkan saya menjelaskan lebih lanjut.

Honda Supra X 125 adalah legenda tanah air dan masih bertahan hingga kini. Sudah 15 tahun ia hadir untuk masyarakat Indonesia. Predikat legenda tidak berlebihan bila disematkan padanya. Hingga 2020, kuda besi Honda itu terus berevolusi. Mulai dari sistem bahan bakar karburator hingga injeksi. Di tengah gempuran motor skutik (skuter matik), Supra X 125 ini tetap diminati.

Kenapa Honda Supra X 125 dicintai masyarakat Indonesia? Tentu saja karena ia memiliki banyak kelebihan di samping kekurangannya.

Kelebihannya, antara lain, desain body yang slim. Sejak 2017, Honda berinovasi dengan tampilan yang makin sporty. Pilihan warnanya pun makin beragam. Bobot Supra generasi pertama (2001-2005) cuma 99,4 kilogram, enak banget buat bermanuver di perkotaan, bahkan buat saya yang bertubuh mungil, hehehe….

Untuk generasi selanjutnya, Supra bahkan sudah memiliki bagasi penyimpanan helm dan menggunakan teknologi PGM-FI layaknya motor keluaran terbaru. Produk yang dinamai Honda Supra X 125 ini dibanderol Rp15 sampai 19 juta saja. Tidak terlalu mahal.

Nah, di balik kelebihan, ada kekurangannya. Kekurangan si Honda Supra X 125 paling terasa ada pada performa mesin saat dibawa ke jalanan menanjak, motor terasa berat. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh ukuran gir yang tergolong kecil.

Selain itu, rata-rata penggunanya mengeluhkan suara si Supra X ini agak kasar dan kurang nyaman saat pergantian dari gigi rendah ke gigi yang lebih tinggi, terutama dari gigi-1 ke gigi-2. Meskipun di tanjakan gigi-3 masih sanggup untuk naik, lincah, dan tidak goyang di tikungan saat kecepatan penuh, tapi agaknya suara kelotok-kelotok (mungkin karena bodinya didominasi plastik) cukup mengganggu.

Lampu depan (rata-rata) keluaran Honda juga tidak terlalu terang. Kita bisa menggantinya, namun berpotensi menguras daya listrik karena akan terus menyala.

Lokasi busi yang terlalu rendah juga menjadi kekurangan. Busi mudah basah jika melewati genangan air yang cukup tinggi. Ruang kaki pun tidak mempunyai tempat besar layaknya matik sehingga kurang cukup untuk menaruh barang di depan.

Tapi kalau soal keawetan, nggak ada lawan, sih. Paling Sanex itu yang justru bisa menandingi. Ya, motor Cina yang biasanya dipandang sebelah mata ini justru bisa menyaingi keawetan Honda Supra X 125.

Singkat cerita, saya menghabiskan masa kecil di sebuah kota kecil. Saat masih sekolah dasar, saya sering diantar Ayah menggunakan sepeda motor. Sepeda motor tersebut adalah keluaran Honda tahun 2000. Karena suatu hal, motor tersebut terpaksa dijual. Penggantinya Sanex seri Fiesta tipe SN100 yang dibanderol Rp5 juta kala itu.

Iklan

Mulai dari bodi, iritnya penggunaan bahan bakar, hingga awetnya mesin, Sanex ini bisa dikatakan 99 persen mirip Honda Supra. Sayangnya, Sanex sudah tidak lagi diproduksi. Bahkan ada yang bilang motor ini produk gagal. Maaf, saya tidak setuju dengan klaim itu.

Sanex bukan produk gagal. Buktinya, motor ini umurnya lebih tua dari adik saya paling kecil (usianya lebih dari 15 tahun). Perawatan yang dilakukan ayah saya standar saja. Ganti oli dan servis secara rutin. Kalau butuh onderdil pun nggak perlu pusing. Bisa pakai dari Honda Supra X 125 atau Honda Karisma. Saya kurang tahu pasti alasannya kok bisa cocok. Satu hal yang pasti, perawatan Sanex ini gampang sekali.

Perawatannya yang tidak jauh beda dengan Honda Supra X 125 membuatnya bisa awet lama banget. Bahkan sampai sekarang, motor ini masih dipakai secara rutin sama Ayah. Ya memang, beliau lebih sering pakai Honda bEAt atau Yamaha Mio. Namun, untuk jarak dekat Sanex masih enak banget buat dipakai.

Satu lagi keunggulan dari Sanex adalah bodi yang nggak terlalu besar. Kenyamanan dan mudahnya dikendarai, sebetulnya, bisa jadi pilihan menarik buat para cewek. Terutama yang malas naik motor manual karena ukurannya yang terlalu besar.

Sayangnya, kamu yang tertarik cuma bisa mendengar kisahnya saja. Selain sudah jarang yang punya sekennya, jejaknya di dunia digital pun sulit dicari. Sampai-sampai saya merasa ini motor siluman saking susahnya dicari. Antara saya saja yang kurang teliti mencari atau memang Sanex ini sudah jadi semacam mitos di tengah masyarakat.

Honda Supra X 125 boleh jadi motor paling nyaman dan awet. Namun, pernah ada sebuah motor, keluaran Cina yang sering diremehkan itu, yang performanya tidak kalah. Sanex, pada titik tertentu, sudah jadi motor legendaris bagi mereka yang pernah mengendarainya.

BACA JUGA Honda Beat Memang Lambang Kemiskinan dan Saksi Bisu Diputusin Pacar dan ulasan motor legendaris lainnya di rubrik OTOMOJOK.

Terakhir diperbarui pada 15 September 2020 oleh

Tags: Honda Supra X 125motor cinaMotor Hondarekomendasi motorsanexSupra
Dyah Retna Palupi

Dyah Retna Palupi

Lahir di Wonosobo 2 Oktober 1993, Dyah Retna Palupi sudah mulai menulis sejak SMP. Lulusan Fakultas Bahasa dan Seni UNY, kini berprofesi sebagai pengajar dan penulis lepas.

Artikel Terkait

Honda Scoopy, Motor Busuk yang Bikin Konsumen Setia Kecewa (Wikimedia Commons)
Pojokan

Karena Cinta dan Setia, Rela Membeli 11 Motor Honda tapi Berakhir Kecewa karena Honda Scoopy Hanya Jual Tampang tapi Mesinnya Menyedihkan

25 Februari 2026
Jangan Remehkan Supra X 125, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang Mojok.co
Pojokan

Jangan Remehkan Supra X 125 Lawas, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang

25 Februari 2026
Honda Supra X 125
Sehari-hari

Maunya Motor Matic, tapi Terpaksa Pakai Supra buat Kuliah di Fakultas “Elite” di UGM demi Menyenangkan Ayah

24 Februari 2026
Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa MOJOK.CO
Sehari-hari

Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa

24 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026
Peserta beasiswa LPDP bukan afirmasi tidak diafirmasi

Derita Orang Biasa yang Ingin Daftar LPDP: Dipukul Mundur karena Program Salah Sasaran, padahal Sudah Susah Berjuang

21 Februari 2026
Upaya 1 tahun Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kerja untuk warga, apa hasilnya? MOJOK.CO

Upaya 1 Tahun Pemkot Semarang Bekerja untuk Warga di Tengah Ragam Tantangan dan Keterbatasan, Apa Hasilnya?

23 Februari 2026
KA Airlangga, KA Taksaka, Pengalaman 22 Jam Naik Kereta Api Membelah Pulau Jawa MOJOK.CO

Pengalaman Nekat 24 Jam Naik Kereta Api Jogja-Jakarta, Cuma Habis Rp80 Ribuan tapi Berujung Meriang dan Dihina “Miskin”

19 Februari 2026
Perempuan Jawa Timur kerja di luar negeri rata-rata menjadi ART dan perawat lansia (Caregiver) di Taiwan karena mudah dan gaji besar MOJOK.CO

Susah Payah Kerja di Taiwan: Gaji Rp13 Juta tapi Hampir Gila, Keluarga Tak Pernah Peduli Kabar tapi Cuma Peras Uang

24 Februari 2026
Pemuda Jakarta kerja di Jepang untuk bayar utang keluarga. MOJOK.CO

Gila-gilaan Kerja di Jepang tapi Tak Bisa Menikmati Upah Besar, sebab Saya Generasi Sandwich yang Harus Tebus Utang Keluarga

26 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.