• 26
    Shares

MOJOK.COSamsung memperkenalkan Galaxy A9, ponsel pertama di dunia yang menggunakan empat jenis lensa pada kamera utamanya. Seberapa pentingkah ponsel ini sampai harus lebay menggunakan empat kamera sekaligus?

Pabrikan smartphone selalu punya cara untuk memikat konsumennya. Ada yang berikhtiar dengan memperbesar kapasitas RAM, mempercantik bodi belakang dengan corak yang khas, meningkatkan resolusi kamera, sampai pada memperbanyak jumlah modul kameranya.

Sejak Apple mempopulerkan konfigurasi dua kamera belakang melalui iPhone 7 Plus, banyak pabrikan menyontek terinspirasi desain yang dibuat Apple ini. Meskipun secara teknis Huawei adalah pabrikan pertama yang memasang dobel kamera belakang pada smartphone-nya, yakni via Huawei P9, tetapi popularitas desain kamera ganda ini jauh lebih ciamik di tangan Apple.

Saat ini, tren kamera ganda hampir menjadi masa lalu setelah beberapa vendor mulai merilis smartphone dengan sistem tiga kamera belakang. Sebut saja Huawei P20 Pro, Huawei Mate 20 dan Mate 20 Pro, LG V40 ThinQ, dan Samsung Galaxy A7 yang telah ada di pasaran.

Konfigurasi dua dan tiga kamera yang dibuat pabrikan smartphone ditujukan untuk pengambilan mode gambar yang berbeda. Artinya, semakin banyak kameranya, maka semakin banyak pula variasi pengambilan gambar yang bisa dipakai. Inilah yang kemudian menguatkan Samsung untuk membuat Galaxy A9 (2018). Smartphone yang baru beberapa hari dirilis resmi di Indonesia ini mengusung empat modul kamera belakang sekaligus!

Samsung mengklaim Galaxy A9 sebagai smartphone pertama di dunia yang memiliki konfigurasi empat modul kamera belakang. Setidaknya mereka berharap tiga hal dari julukannya sebagai ‘yang pertama’ ini.

Pertama, liputan media yang masif atas pencapaian Samsung sebagai pabrikan pertama yang memasang empat kamera dalam satu smartphone. Kedua, mereka masih menabalkan diri sebagai inovator dalam industri smartphone. Ketiga, ehm, ada alasan untuk memasang harga yang cukup tinggi.

Empat modul kamera yang ada di belakang bodi Galaxy A9 masing-masing memiliki fungsi yang berbeda. Dimulai dari bagian atas, ada modul kamera dengan lensa beresolusi 8 MP, bukaan f/2.4. Kamera ini disebut Ultra Wide Camera, sebab difungsikan untuk mengambil pemotretan dengan sudut lebar.

Salah satu daya tarik lain dari ponsel ini adalah kemampuan wide-nya yang bisa menangkap jangkauan pandangan selebar 120 derajat, mendekati sudut pandang terluas pada mata manusia. Umumnya, ponsel-ponsel yang ada saat ini rata-rata hanya mampu menangkap sekitar 77 persen dari jangkauan pandangan.

Baca juga:  Samsung Galaxy S20 Series, Mewah Tapi Biasa Saja

Kemampuan tersebut membuat pengguna Galaxy A9 dapat membidik berbagai jenis moda foto dari lanskap, city scape, grup foto, dan sebagainya yang membutuhkan jangkauan lebih luas. Cukup dalam sekali jepretan saja, objek-objek yang ada di depan kamera bisa disajikan dalam satu bingkai. Sangat cocok untuk memotret momen-momen spesial yang melibatkan banyak orang dalam satu bingkai.

Kamera yang kedua adalah kamera telefoto dengan resolusi 10 MP dengan bukaan f/2.4. Kamera ini mampu memperbesar objek pemotretan hingga dua kali lipat melalui fitur optical zoom.

Kamera utama justru terletak pada posisi ketiga. Kamera utama ini memiliki resolusi 24 MP dengan bukaan f/1.4. Kamera jenis ini bisa dimanfaatkan saat ingin mengambil gambar yang jernih dan terang.

Modul kamera yang paling bawah adalah Depth Camera yang memiliki resolusi 5 MP dan bukaan f/2.2. Sesuai namanya modul kamera ini digunakan untuk mengambil foto dengan mode bokeh.

Jika dijumlahkan sebetulnya ada lima modul kamera yang dibenamkan Samsung pada Galaxy A9 ini. Sebab di bagian depan, masih ada satu lagi modul kamera dengan resolusi 24 MP. Sebagaimana biasa, besaran resolusi kamera depan ini bisa dipergunakan sebagai gimmick marketing agar A9 pun bisa menyasar ke pengguna smartphone selfie.

Mengapa harus menggunakan empat jenis lensa untuk kamera belakangnya? Apakah ini termasuk lebay?

Samsung menilai bahwa meskipun kebutuhan untuk menghasilkan kualitas foto terbaik bisa dilakukan dengan aplikasi perangkat lunak, tetapi hasilnya tetap saja berbeda. Dari segi pengalaman, orang yang sudah cukup familiar dengan dunia fotografi, memainkan pengaturan lensa untuk menghasilkan foto yang ciamik lebih asyik ketimbang harus mengatur hasil jepretan melalui aplikasi.

Melihat spesifikasi kamera di atas, Galaxy A9 benar-benar ingin mengandalkan sektor fotografi. Apalagi Samsung termasuk vendor yang sejak lama serius soal kualitas fotografi untuk setiap jenis smartphone yang diciptakan. Melalui Galaxy S9, Samsung berharap penggunanya bisa menyalurkan kreativitas dalam memotret secara lebih maksimal.

Samsung Galaxy A9

Soal dapur pacu, Galaxy A9 termasuk ke dalam jenis smartphone kelas menengah atas. Tidak seperti yang sudah-sudah, Galaxy A9 sama sekali tak dibekali chipset yang sama dengan Galaxy A7. Biasanya ponsel keluaran Samsung selalu getol menggunakan chipset Exynos, chipset yang menjadi ciri khas ponsel-ponsel keluaran Samsung. Kali ini Galaxy A9 dibekali chipset berjenis Snapdragon 660. Jenis chipset yang juga digunakan pada ponsel Realme, Vivo V11 Pro, dan Xiaomi Mi A2.

Baca juga:  iPad Pro 2018 atau Samsung Galaxy Tab S4, Memilih Tablet Terbaik Sesuai Kebutuhan

Prosesor ini merupakan kombinasi antara dua inti quad-core yang masing-masing memiliki kecepatan 2,2 GHz dan 1,8 GHz. Sementara itu, Adreno 512 menjadi GPU yang terpasang di dalam chipset tersebut.

Galaxy A9 ditunjang dengan RAM 6 GB dan ada lagi opsi yang lebih besar, yakni RAM 8 GB. Keduanya ditunjang dengan memori internal yang di atas rata-rata ponsel saat ini, yakni 128 GB. Namun untuk pasar Indonesia, Samsung hanya merilis varian RAM 6 GB.

Untuk menunjang aktivitas sehari-hari, Galaxy A9 menggunakan jenis baterai Li-Ion berkapasitas 3.800 mAh, sedikit lebih tinggi ketimbang Galaxy A7 yang masih mempunyai besaran daya 3.300 mAh. Samsung berani mengklaim waktu talk-time Galaxy A9 bisa mencapai 23 jam.

Dari segi tampilan, smartphone Samsung memang kerap sukar dilawan. Sebab mereka punya in-house pabrikan panel AMOLED yang banyak dipakai juga oleh pabrikan lain. Galaxy A9 memakai panel berjenis Super-AMOLED dengan bentang layar seluas 6,3 inci Ukuran tersebut sedikit terpotong akibat ada ujung layar yang sedikit membulat, sehingga ukuran efektifnya ‘hanya’ 6,2 inci saja.

Galaxy A9 bisa dibilang memiliki dukungan yang cukup lengkap untuk mendaku diri sebagai ponsel kategori kelas menengah atas. Misalnya ada dukungan fitur seperti NFC, USB Type-C, video UHD 4K dalam frame 30 fps, serta fitur pengunci folder Samsung Knox.

Ada tiga pilihan warna yang tersedia untuk Galaxy A9, yaitu Lemonade Blue, Bubblegum Pink, dan Caviar Black. Uniknya, penutup bagian belakang perangkat ini menampilkan efek gradasi seperti corak warna pelangi yang jarang dimiliki oleh ponsel-ponsel lain. Terlihat berbeda dan tetap sedap dipandang.

Soal harga, Samsung memberikan banderol untuk Galaxy A9 sebesar Rp 7,999 juta. Harga yang sesuai dengan budget kelas menengah atas yang belum kesampaian membeli Samsung seri S. Mereka adalah kaum yang menganggap kalau beli Xiaomi terlalu murah, sementara kalau beli iPhone X kemahalan. Yang jelas, kalau kelewat murah, bukan Samsung namanya.