Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Wajar sih Brimob Ngamuk sampai Nembak ke Udara kalau Ditagih Retribusi Wisata

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
22 Januari 2020
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Gerombolan Brimob mengamuk di tempat wisata Solupajang, Sulawesi Barat, karena urusan sepele. Ogah ditagih biaya masuk wisata sama petugas loket.

Belasan anggota Brimob ngamuk-ngamuk saat mendatangi tempat wisata Solupajang, Polewali, Mandar, Sulawesi Barat pada Senin (20/1). Beberapa anggota Brimob ini berpakaian komplet plus senapan laras panjang. Persis kayak udah mau perang.

Situasi makin mencekam karena ada beberapa oknum yang menembakkan senjata ke udara. Padahal area wisata itu sedang ramai dikunjungi oleh wisatawan yang juga terdiri dari anak-anak.

Aturan mengayomi bukan arogan seperti ini

Gimana masyarakat suru menghargai klo ke gini@DivHumas_Polri ?
pic.twitter.com/VBypMdrYsS

— B4NG_toyyib (@Bangtoyy1b) January 21, 2020

Bahkan sempat terekam, salah satu anggota Brimob yang mengacungkan senjata ke arah kerumunan warga.

Diduga karena Karcis ke Permandian, Oknum Polisi Brimob di Polman Bertindak Brutal ke Warga#BlokirAkunBangsat #calonmenantuidaman #IndonesianIdol https://t.co/QldGu4dmIY pic.twitter.com/5xThpPy7sD

— HMI BERGERAK (@hmibergerak_) January 20, 2020

Usut punya usut, amukan belasan anggota Brimob ini dipicu karena urusan sepele. Hal ini diawali dari salah satu anggota Brimob yang emosi karena ditagih iuran retribusi untuk masuk tempat wisata.

Si anggota Brimob ini kebetulan sedang liburan sama keluarganya. Ketika mau masuk ke tempat wisata Solupajang, petugas setempat menagih retribusi. Tak diduga, oknum Brimob ini marah-marah. Bahkan sampai melakukan pemukulan ke petugas tiket.

Memang berapa sih uang retribusi yang ditagih? Kok kayak masalah amat? Sampai 5 juta rupiah yak?

Nggak kok, cuma 5 ribu perak doang.

Mukegile.

Tentu saja ada netizen yang geram dengan situasi seperti ini. Terutama karena pemicu persoalan yang terkesan sepele banget. Cuma urusan duit 5 ribu doang.

Hadeh, dasar netizen nggak paham jiwa korsa kepolisian.

Pada dasarnya ini bukan pada soal duit 5 ribu perak. Lagian dengan gaji dan tunjangan yang layak dari anggota Brimob, uang segitu jelas kecil banget. Bisa jadi duit segitu adalah besaran duit yang biasa dimasukkan sang anggota ke kotak amal. Ini bukan soal besaran uang.

Iklan

Apa yang bikin emosi anggota Brimob yang sebenarnya baik dan tidak sombong itu bisa jadi adalah…

…cuma duit 5 ribu perak aja kok yaaa ditagih seeeeh?

Padahal kan anggota Brimob ini sudah bekerja keras melindungi warga sekitar dari kejahatan sehari-hari. Apa susahnya sih mengikhlaskan duit 5 ribu perak untuk seorang anggota keamanan? Nggak perlu sampai ditagih begitu dong. Kan jadi bikin malu.

Oleh karena itu, dalam kasus ini bukan pihak Brimob yang salah. Kesalahan jelas terletak pada masyarakat sipil. Terutama petugas tiket di tempat wisata Solupajang.

Udah jelas-jelas mereka sipil kok berani-beraninya minta duit ke polisi. Ini namanya zalim. Tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya. Bahkan bisa dibilang ini merupakan pemutarbalikan kebiasaan lama. Membalikkan catatan sejarah ghibah soal hubungan “damai” antara masyarakat dengan kepolisian.

Oleh karena itu, tindakan yang dilakukan belasan anggota Brimob ini memang tepat guna dan baik. Apalagi sampai mengerahkan bolo-bolo ke lokasi dengan menenteng senapan laras panjang dan nembak ke udara.

Soalnya warga sipil memang sudah seharusnya takut dan hormat terhadap anggota polisi. Apapun pangkatnya, apapun jabatannya, apapun tindakannya.

Soal tindakan seorang anggota kepolisian dinilai melenceng atau tidak, biarlah itu jadi urusan atasan mereka. Warga sipil, kere, tak punya masa depan, kayak kita-kita ini tak berhak sejengkal pun menilai baik-buruk seorang polisi.

Kalau menilai baik sih boleh-boleh aja, tapi kalau menilai jelek? Hm, ya mana boleeeh. Memangnya kamu siapa? Malaikat Roqib-Atid?

Di sisi lain, Kapolres Polewali Mandar, AKBP Muhammad Rifai mengungkapkan kalau situasi di tempat wisata Solupajang ini sudah kondusif dan damai.

“Baru saja sudah terjadi kesepakatan perdamaian yang dilakukan kedua pihak,” kata Pak Kapolres.

Tentu saja ini kabar yang menggembirakan dan membuat polisi dan Brimob semakin baik di mata masyarakat. Terutama karena masih bisa menahan emosi untuk tidak nembakin warga—padahal udah tinggal narik pelatuk doang lho itu.

Hal yang lebih bikin terenyuh adalah, anggota Brimob itu masih bisa bikin warga yang ditodong senapan bisa memaafkan begitu saja. Ikhlas dan tak ingin membesar-besarkan masalah ini. Benar-benar pengayom masyarakat yang baik.

Lagipula kalau masyarakat yang kena todong senapan itu tidak mau damai, memang mereka bisa apa?

BACA Polisi Setrum Luthfi dan Tendang Ananda Badudu saat Interogasi. Dipikir JRX Sekarang Kapolri Apa Gimana? atau artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 22 Januari 2020 oleh

Tags: brimobbrimob ngamukoknumPolisi
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

rkuhap, kuhap, polisi.Mojok.co
Mendalam

Catatan Kritis KUHAP (Baru) yang Melahirkan Polisi Tanpa Rem Hukum, Mengapa Berbahaya bagi Sipil?

19 November 2025
Ortu kuras tabungan buat anak jadi polisi malah kena tipu. Sempat bikin stres tapi kini bersyukur tak jadi sasaran amuk tetangga MOJOK.CO
Ragam

Ortu Kuras Tabungan buat Anak Jadi Polisi malah Kena Tipu “Intel”, Awalnya Stres tapi Kini Bersyukur

6 September 2025
Polisi gelontorkan uang banyak untuk gas air mata yang digunakan dalam demo. MOJOK.CO
Aktual

Saat Duit Rakyat Hanya Dipakai buat Membeli Gas Air Mata Kadaluwarsa oleh Polisi

31 Agustus 2025
PoliceTube Adalah Ide Brilian Kepolisian yang Patut Diapresiasi! Mojok.co
Pojokan

PoliceTube Adalah Ide Brilian Kepolisian yang Patut Diapresiasi!

26 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beri tip ke driver ojol. MOJOK.CO

Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau

28 April 2026
Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik MOJOK.CO

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY

26 April 2026
Omong kosong berkebun untuk slow living di desa. Punya kebun di desa justru menderita karena tanaman dirampok warga MOJOK.CO

Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki

23 April 2026
Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 undang pecinta sepeda dari seluruh negeri hingga internasional MOJOK.CO

Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara

28 April 2026
Jurusan kuliah di perguruan tinggi yang kerap disepelekan tapi jangan dihapus karena relevan. Ada ilmu komunikasi, sejarah, dakwah, dan manajemen MOJOK.CO

4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun

27 April 2026
Merintis Jastip ala Mahasiswa Flores Cuan Jutaan Tiap Bulan MOJOK.CO

Belajar dari Mahasiswa Flores yang Merantau di Jogja Merintis Usaha Jastip Kecil-kecilan Hingga Untung Jutaan Rupiah Setiap Bulan

23 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.