Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Wacana UU Perlindungan Ulama Tak Cuma Berguna untuk Habib Rizieq

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
19 November 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO ­– PKS mewacanakan Undang-undang Perlindungan Ulama. Sebuah undang-undang yang bisa melindungi ulama-ulama seperti Habib Rizieq.

Di tengah-tengah gonjang-ganjing kepulangan Habib Rizieq Shihab dari Arab Saudi ke Indonesia, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), mewacanakan untuk membentuk Undang-undang Perlindungan Ulama, Tokoh Agama, dan Simbol-simbol Agama.

Tidak cuma itu, menurut Sohibul Iman, Presiden PKS, UU Perlindungan Ulama ini kalau perlu dimasukkan ke program legislasi nasional. Bahkan tanpa tedeng aling-aling, Sohibul juga ikut membicarakan persoalan yang dialami Habib Rizieq Shihab.

Itu lho, polemik pencekalan Pemerintahan Arab Saudi atas nama Habib Rizieq Shihab. Sampai bikin yang bersangkutan nggak bisa keluar dari Saudi. Artinya, nggak bisa balik ke Indonesia lagi.

“Ya kalau masalah kepulangan Habib Rizieq saya kira ini, ya, merupakan konsekuensi logis dari perlindungan ulama tadi,” kata Sohibul Iman.

Tentu saja usulan ini sempat memunculkan sentimen negatif. Apalagi kalau melihat soal penggunaan diksi “ulama” yang konotasi umumnya lebih mengarah ke pemuka agama Islam saja. Oleh karena itu, Sohibul Iman menegaskan bahwa wacana UU Perlindungan Ulama ini tidak mencakup satu agama saja, melainkan semua agama.

“Nanti ini, tentu, jadi agenda tersendiri dan tentu saja kami semua berkomitmen bahwa tokoh-tokoh agama apapun harus mendapat perlindungan dari negara, termasuk Habib Rizieq,” tambahnya.

Melihat ini, tentu saja menarik kalau memang benar yang diperjuangkan bukan tokoh agama Islam saja, melainkan juga tokoh-tokoh agama lain. Lebih menarik lagi kalau bagaimana dengan tokoh aliran kepecayaan di Nusantara? Apakah mereka juga akan mendapat perlindungan serupa?

Sebelum jauh berandai-andai dengan wacana UU Perlindungan Ulama dari PKS ini, dalam tokoh Islam sendiri, masing-masing golongan sering punya ulama unggulan sendiri-sendiri. Hal ini sudah pasti bakal menciptakan keruwetan baru kalau wacana UU ini jadi dibahas lebih serius.

Apalagi definisi ulama yang disepakati pun rancu. Kalau Habib Rizieq dianggap ulama, ya hal itu bisa dipahami. Ya maklum, pengikutnya kan sampai berjuta-juta.

Tapi bagaimana kalau dengan ulama yang berbeda haluan politik dengan PKS? Apakah juga bakal didefinisikan sebagai ulama juga? Nah, ini yang mesti dilihat ke depannya.

Lebih gayeng lagi, definisi ulama yang pernah dipakai PKS mengalami perluasan makna saat kampanye Pilpres 2019 kemarin. Seperti ketika Sandiaga Uno pernah disebut oleh Sohibul Iman sebagai “santri” sampai disebut Hidayat Nur Wahid sebagai “ulama”. Wedyan.

“Saya bisa katakan saudara Sandiaga Uno sebagai sosok santri di era post-islamisme,” kata Sohibul Iman saat periode mendekati kampanye Pilpres 2019.

Lalu, seperti tak ingin ketinggalan, Wakil Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid juga memberi pemaknaan mutakhir soal “ulama” di Indonesia.

Iklan

“Menurut saya sih Pak Sandi itu ya ulama. Dari kacamata tadi. Perilaku, ya perilaku yang juga sangat ulama,” kata Hidayat Nur Wahid saat itu.

Apalagi Hidayat Nur Wahid meluruskan kalau pemaknaan ulama itu tak hanya terkait pada bidang agama saja, melainkan juga ilmu-ilmu lain.

“Ulama itu tidak terkait dengan keahlian ilmu agama Islam. Satu tentang ilmu sejarah, yaitu dalam Surat As-Syuro dan Surat Al-Fatir itu justru science, scientist,” tambahnya saat itu.

Artinya, jika definisi ulama yang dipakai seluas ini, seseorang yang dianggap ‘alim (baca: berilmu) di bidang di luar ahli agama bisa masuk kategori ulama. Dengan begitu, tentu saja, semua orang bakal bisa dilindungi dong?

Hal ini jelas bakal jadi angin segar dari munculnya RKUHP yang isinya dikit-dikit bikin warga negara bisa berpotensi kena kriminalisasi. Dengan adanya wacana UU Perlindungan Ulama, kita semua bisa berlindung di sana.

Duh, duh, nggak nyangka, ternyata PKS memang yang memerhatikan rakyat sampai sebegitunya. Keren deh.

Meski begitu, ada yang jauh lebih diuntungkan kalau misalnya wacana UU Perlindungan Ulama ini jadi beneran dibahas.

Sebab kalau Sandiaga Uno saja bisa masuk pada kategori ulama dan punya potensi untuk dilindungi dengan adanya wacana UU ini, tentu saja kader-kadernya PKS bakal lebih dilindungi lagi.

Ya iya dong, kan hampir semua kader PKS ini ahli dalam soal ilmu agama. Dari pucuk pimpinan sampai di arus bawah lho. Lah gimana? Partai ini kan isinya ulama semua. Sudah berilmu, umara (pemimpin), ahli agama lagi. Jadi, jelas harus diprioritaskan untuk dilindungi lebih dulu.

Ya kan Pak Sohibul? Eh.

BACA JUGA HIDAYAT NUR WAHID SEBUT SANDIAGA “ULAMA” atau tulisan Ahmad Khadafi lainnya.

Terakhir diperbarui pada 19 November 2019 oleh

Tags: ArabHabib RizieqPKSulamaUU perlindungan ulama
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Wacana Koalisi PDIP dan PKS di Putaran Kedua Pilpres, Siapkah Lawan Kubu Prabowo?
Video

Wacana Koalisi PDIP dan PKS di Putaran Kedua Pilpres, Siapkah Lawan Kubu Prabowo?

20 Januari 2024
AR Baswedan: Sang Kurir Kemerdekaan RI dan Kisah Peranakan Arab Melawan Kolonialisme
Video

AR Baswedan: Sang Kurir Kemerdekaan RI dan Kisah Peranakan Arab Melawan Kolonialisme

26 Mei 2023
kasus kdrt mojok.co
Kotak Suara

Anggota DPR dari PKS Terseret Kasus KDRT, Sudah Mundur, Gimana Kelanjutan Kasusnya?

26 Mei 2023
khonsa taqiya caleg muda pks mojok.co
Podium

Khonsa Taqiya, Mahasiswa UNY yang Nyaleg lewat PKS: ‘Jika Politik Itu Kotor, Harus Dibersihkan, Bukan Ditinggalkan’

19 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tunggu Aku Sukses Nanti.MOJOK.CO

“Tunggu Aku Sukses Nanti”: Mari Bertaruh, Kita Semua Memiliki Tante Yuli di Dunia Nyata

4 April 2026
Ambisi beli mobil sebelum usia 30. Setelah terbeli Suzuki Ertiga tetap tidak bisa senangkan orang tua dan jadi pembelian sia-sia MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia

3 April 2026
Aksi topeng ayam di Fore Coffee Jogja. MOJOK.CO

Di Balik Aksi Topeng Ayam Depan Fore Coffee Jogja: Menagih Janji Hak Ayam Petelur untuk Meraih Kebebasan

2 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran

Saya Kapok Naik Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak

1 April 2026
Ribetnya lolos seleksi CPNS dan jadi PNS/ASN di desa: dibayangi standar hidup sukses yang merepotkan MOJOK.CO

Derita Jadi PNS atau ASN di Desa: Awalnya Bisa Sombong Status Sosial, Tapi Berujung Ribet karena “Diporoti” dan Dikira Bisa Jadi Ordal

1 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.