Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kiat Atasi Malu saat Salah Menyapa Orang, Dikira Teman Ternyata Bukan

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
2 Agustus 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Biasanya sih bakal langsung bilang, “Maaf, Mas. Tadi saya kira teman saya. Hehe.” Lalu ngacir begitu saja tanpa dosa. Idih, cupu. Gitu aja nyerah.

Lagi di suatu tempat, kamu merasa melihat seseorang yang kamu kenal. Merasa itu teman lama, lalu kamu mendekat. Menepuk pundaknya dari belakang sambil memanggil namanya.

“Hai, Parno, ngapain ke sini?”

Orang ini lalu menengok ke belakang. Wajahnya bingung menatapmu.

Di saat wajah kalian bertemu, kamu segera sadar kalau kamu baru saja melakukan kekeliruan. Orang itu bukan Parno. Dan jelas orang yang kamu sapa itu beneran tidak kenal kamu. Mendadak kamu yang jadi parno.

Cerita lucu semacam ini sebenarnya tidak langka terjadi. Dalam siklus evolusi homo sapiens di muka bumi sebelum kedatangan Ya’juz Ma’juz nanti, konon setiap anak turun Adam akan mengalami kejadian kayak gini, paling tidak sekali dalam hidupnya. Kalau goblok banget ya bisa sampai berkali-kali.

Ketemu orang yang kamu kira teman tapi setelah kamu sapa ternyata bukan merupakan kecelakaan yang memalukan. Mungkin jadi cerita lucu setelahnya, tapi tetap saja saat terjadi, malunya bukan main. Lebih memalukan lagi kalau kamu tidak bisa mengendalikan langkah selanjutnya.

Reaksi wajah orang kita sapa jadi makin aneh, sedangkan kita terlihat lebih aneh lagi. Masih mending kalau orang yang kita sapa ini terdiam bingung, lha kalau ternyata ia mengira kamu tukang hipnotis? Bukan cuma harga diri, muka juga bisa ikut remuk.

Cara instan yang biasanya dilakukan adalah langsung melakukan klarifikasi.

“Maaf, Mas. Tadi saya kira teman saya. Hehe.”

Lalu ngacir begitu saja tanpa dosa.

Orang yang kita sapa bisa jadi bakal cengengesan sendiri. Maklum, ia pasti pernah mengalami kejadian serupa. Jadi, kejadian semacam ini akan dianggap sebagai karma sjaa.

Akan tetapi langkah klarifikasi itu biasa banget. Sama sekali nggak ada keren-kerennya. Masak iya udah capek-capek mendekat, lalu tepuk pundak, terus diakhiri, “Sori, Mas, salah orang.” Idih, cupu.

Nah, agar tetap keren saat kamu berada di keadaan tersebut, ada baiknya kamu ikuti tips berikut ini.

Iklan

1. Kerjain aja sekalian

Kamu sedang berhenti di lampu merah. Di depanmu kebetulan ada orang yang mengenakan jaket dan kamu sangat kenal jaket itu. Jaket khas punya temanmu. Lalu kamu menepuk pundaknya, “Woy, dari mana?”

Orang yang kamu tepuk pundaknya menengok ke belakang. Wajahnya menatap bingung. Ternyata bukan temenmu. Tenang, tenang, kamu nggak usah panik ketika itu terjadi. Tetap rileks saja.

“Maaf, siapa ya Mas?” orang ini pasti bakal tanya.

Tak usah banyak tingkah, langsung saja tembak dengan kalimat ini, “Ah, masak lupa sih.”

Ketika orang ini masih bingung dan penasaran, sambil mencoba mengingat lagi wajah teman-temannya, kamu tembak lagi dengan kalimat sakti berikutnya. “Coba, diinget lagi. Acaramu kemarin aku datang lho.”

Sumpah, itu orang akan semakin penasaran. Acara apa? Acara yang mana? Acara sama siapa? Orang ini siapa sih?

Lalu beberapa detik sebelum lampu hijau menyala, dengan percaya diri sebelum ngacir sejauh-jauhnya, tutup dengan kalimat ini, “Nanti kalau sampai rumah ingat-ingat lagi aku siapa. Udahan ya? Udah hijau nih.”

Walau serupa dengan trik penipu via telepon, cara kayak gini dijamin bikin kamu tetap cool.

2. Menyapa sosok misterius

Lagi. Setting tempatnya di lampu merah. Sama seperti kasus sebelumnya, kamu menyapa orang yang kamu kira teman padahal bukan. Tetap tenang, nggak usah panik, nggak usah gemetaran. Santai.

Saat orang itu masih bingung memperhatikan wajahmu, kamu tembak saja dengan kalimat ini, “Maaf, Mas, aku lagi menyapa sosok yang kamu boncengin itu.”

Padahal orang yang kamu sapa itu tidak sedang membonceng siapa-siapa. Jelas orang itu tidak bakal memperhatikan kamu, tapi akan segera melihat ke jok belakang. Seluruh perhatiannya tidak akan mencoba bertanya-tanya kamu siapa lagi, melainkan berpikir, “Mampus, aku diikutin jin apa ya?”

Di saat itu, jika ingin semakin mantap, kasih lagi kalimat ini. “Wah, Mbak yang dibonceng rambutnya panjang amat dah. Nggak takut nyangkut di roda, Mbak?”

Cara seperti ini juga dijamin ampuh mengalihkan malu karena salah sapa. Tapi kalau saya yang diginiin, lillahitaala orang yang ngerjain saya itu bakal saya pukul habis-habisan.

3. Pura-pura kesurupan

Tips ini sangat direkomendasikan kalau kamu malas jadi sosok yang harus menjelaskan macam-macam ke orang yang kamu sapa. Tidak perlu menunggu orang ini tanya “Anda siapa ya?”, saat ia menengok dan kamu sadar ia bukan orang yang kamu kenal, langsung saja kamu pura-pura kesurupan.

Salah satu keuntungan dari tips satu ini adalah bukan kamu yang harus ngacir, tapi orang yang kamu sapa. Tentu saja beserta orang-orang di sekitarnya. Bahkan keuntungan lainnya, kamu nggak perlu menjelaskan juga kalau tadi kamu salah orang. Orang kesurupan kok mau dimintai keterangan, kamu kesurupan ya?

Terakhir diperbarui pada 2 Agustus 2019 oleh

Tags: cerita lucusapa temantips
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Mengelola Rasa Marah untuk Hidup yang Lebih Bahagia | Semenjana Eps. 11
Video

Mengelola Rasa Marah untuk Hidup yang Lebih Bahagia | Semenjana Eps. 11

14 April 2025
Tips dan Trik agar Toko Kelontong Bisa Makin Cuan dari Pelaku Toko Kelontong di Sleman: Kalau Mau Berhasil, Tiru Indomaret!
Liputan

Tips dan Trik agar Toko Kelontong Bisa Makin Cuan dari Pelaku Toko Kelontong di Sleman: Kalau Mau Berhasil, Tiru Indomaret!

5 Mei 2024
Cara tidak terjerat pinjol Mojok.co
Ekonomi

OJK: Cermati Tips Ini Agar Tidak Terjerat Pinjol 

17 November 2022
Radang tenggorokan mojok.co
Kesehatan

7 Obat Alami Radang Tenggorokan yang Bisa Dicoba di Rumah

14 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

merantau, karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO

Kebahagiaan Semu Gaji 5 Juta di Jakarta: Dianggap “Sultan” di Desa, Padahal Kelaparan dan Menderita di Kota

15 Maret 2026
Makanan Khas Jawa Timur Obat Rindu Kala Mudik ke Surabaya (Aly Reza/Mojok.co)

Makanan Khas Jawa Timur di Jogja yang Paling Bikin Perantau Surabaya Menderita: Kalau Nggak Niat Mending Nggak Usah Jualan, Bikin Kecewa

14 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
Ambisi jadi PNS di usia 25 demi hidup sejahtera. Malah menderita karena perkara gadai SK MOJOK.CO

Jadi PNS Tak Bahagia Malah Menderita, Dipaksa Keluarga Gadai SK Demi Puaskan Tetangga dan Hal-hal Tak Guna

16 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Kerja di Jakarta, Purwokerto, KRL.MOJOK.CO

Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.