Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Indahnya Pelantikan Jokowi, Lebih Sepi Tertib Dibanding 2014

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
21 Oktober 2019
A A
pelantikan jokowi 2019-2024 pelantikan jokowi 2014-2019 kabinet baru jokowi nama kabinet baru jokowi

pelantikan jokowi 2019-2024 pelantikan jokowi 2014-2019 kabinet baru jokowi nama kabinet baru jokowi

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih untuk periode 2019-2024, jauh berbeda dengan pelantikan Jokowi saat 2014. Sekarang, rakyat jadi tertib banget deh.

Ada perbedaan mencolok antara Pelantikan Presiden Jokowi pada 2014 dengan Pelantikan Presiden pada 2019. Salah satunya adalah soal sambutan masyarakat. Secara sekilas kita bisa melihat perbedaan itu dari meriahnya prosesi pelantikan pada 2014 dibandingkan dengan pelantikan pada 2019.

Pelantikan Jokowi dan Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wapres sendiri digelar hari Minggu (20/10) pukul 14.30 WIB. Selain seluruh anggota DPR dan DPD, hadir juga Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri, Presiden Keenam Susilo Bambang Yudhoyono, dan Calon Presiden 2019 Prabowo Subianto bersama Calon Wakil Presiden 2019 Sandiaga Uno.

Pada 2014 silam, kalau kamu masih ingat, masyarakat mempersiapkan kirab budaya yang sangat meriah. Setelah proses pelantikan, Jokowi dan Jusuf Kalla saat itu bukannya langsung menuju Istana, tapi malah diarak dengan kereta kencana menuju Bundaran HI. Acara begitu semarak dan menggambarkan betapa rakyat tidak berjarak dengan sang presiden saat itu.

Kesaksian dan kesedihan seorang (mantan?) pendukung JKW: dulu dan kini pic.twitter.com/VukdFTKWGg

— Ariel Heryanto (@ariel_heryanto) October 20, 2019

Kondisi yang berbeda muncul saat pelantikan 2019. Keadaan begitu tertib. Tak ada masyarakat yang ikut mengarak sang presiden. Bahkan jalanan benar-benar kosong kayak sedang ada Car Free Day (CFD). Bedanya mungkin cuma tak ada satu pun pedagang asongan yang mangkal.

Tentu saja kondisi seperti ini langsung digambarkan betapa Jokowi 2019 berbeda dengan Jokowi 2014. Kayak ada jarak begitu antara sang presiden dengan rakyatnya sendiri. Beberapa pihak menilai bahwa fenomena ini merupakan buntut dari aksi mahasiswa beberapa waktu sebelumnya.

Dari mulai aksi yang menyorot isu UU KPK sampai RKUHP, banyak pihak berharap besar kepada Presiden. Sayangnya, sampai acara pelantikan, Jokowi tetap belum mengeluarkan keputusan sesuai harapan para peserta aksi. Apalagi aksi represif aparat pada demo #ReformasiDikorupsi belum juga direspons dengan positif.

Padahal, keadaan yang tertib-tertib begini sebenarnya sangat bagus bagi Jokowi. Ini menunjukkan kalau beliau begitu kuat sebagai seorang pemimpin pemerintahan. Saking kuatnya, bahkan suara rakyat dari berbagai sisi pun jadi tak perlu untuk diakomodasi. Paling tidak kan sudah didengerin, perkara diturutin kan soal lain lagi. Iya kan?

Uniknya, dengan keadaaan sesepi itu, acara pelantikan Presiden Jokowi 2019 justru terjadi peningkatan keamanan. Pada 2014, sebanyak 25.000 aparat dikerahkan. Pada pelantikan yang sekarang, ada 30.000 aparat gabungan TNI dan Polri yang sudah mengawal sejak tiga hari sebelum pelantikan.

Masyarakat sepertinya tak perlu nyinyir dengan kondisi demikian. Lagian juga cuma nambah 5.000 personil doang ini kok. Terlebih beberapa waktu silam terjadi aksi penusukan kepada Menkopolhukam, Wiranto, di Banten. Maka wajar jika pemerintah jadi ekstra hati-hati. Dengan begitu, tampaknya tak perlu berlebihan ketika melihat meningkatnya kemananan acara pelantikan tersebut.

Indahnya lagi, meski tak ada sambutan dari masyarakat pemilih Jokowi, proses pelantikan ini juga tidak diramaikan dengan para pendukung Prabowo yang melakukan aksi. Padahal saat aksi Mei 2019 silam, ada cukup banyak masyarakat yang tumpah ruah di Jakarta menyuarakan protes hasil Pilpres 2019.

Melihat keadaan pelantikan Presiden 2019 yang sepi-sepi aja, hal ini bisa menunjukkan dua kemungkinan. Pertama, pendukung Prabowo udah nggak peduli lagi dengan politik. Kedua, mereka sudah menerima Prabowo gabung Jokowi.

Ini seperti menunjukkan bahwa pemerintah sekarang berhasil membawa stabilitas nasional dalam acara pelantikan. Keadaan begitu anyep, rakyat tak peduli, tapi di sisi lain situasi negara jadi terkesan stabil dan tertib.

Iklan

Lha iya dong, lihat saja kondisi jalanan yang dilewati rombongan presiden terpilih. Begitu bersih, tertata rapi, tak ada manusia kecuali aparat, bahkan—ini yang hebat—tak ada macet. Baru sehari jadi presiden saja keadaan langsung begitu indahnya. Warbiyasa.

Selamat ya, Pak Jokowi dan Abah Ma’ruf Amin. Semoga 5 tahun ke depan Indonesia bisa lebih baik, tidak hanya fokus kerja, kerja, kerja, tapi juga rangkul, rangkul, rangkul–jargon yang secara implisit tampaknya sedang dijalankan Pak Jokowi. Ya kita berdoa saja, semoga merangkulnya bukan cuma ke kubu Pak Prabowo, tapi juga ke semua rakyat Indonesia.

BACA JUGA Surat Terbuka untuk Pemilih Jokowi Sedunia atau artikel Ahmad Khadafi lainnya.

Terakhir diperbarui pada 21 Oktober 2019 oleh

Tags: jokowipelantikanpelantikan presiden
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO
Aktual

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini MOJOK.CO
Esai

3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini

26 Februari 2025
Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG
Video

Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG

18 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pendidikan karakter Sunan Ampel di Pesantren Ampeldenta Surabaya melalui halal food dan halal living MOJOK.CO

Rasa Sanga (6): Melalui Halal Food dan Halal Living, Sunan Ampel Membentuk Karakter Generasi Islam Berkualitas

13 Maret 2026
Evakuasi WNI saat terjadi konflik luar negeri MOJOK.CO

Saat Terjadi Konflik di Luar Negeri, Evakuasi WNI Tak Sesederhana Asal Pulang ke Negara Asal

16 Maret 2026
Ambisi beli mobil pribadi Toyota Avanza di usia 23 biar disegani. Berujung sumpek sendiri karena tetangga di desa cuma bisa iri-dengki dan seenaknya sendiri berekspektasi MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

15 Maret 2026
Ada kehangatan dan banyak pelajaran hidup di dalam kereta api (KA) ekonomi yang sulit didapatkan user KA eksekutif kalau terlalu eksklusif MOJOK.CO

Kehangatan dan Pelajaran Hidup di Kereta Api (KA) Ekonomi yang Sulit Ditemukan di KA Eksekutif

13 Maret 2026
Makanan Khas Jawa Timur Obat Rindu Kala Mudik ke Surabaya (Aly Reza/Mojok.co)

Makanan Khas Jawa Timur di Jogja yang Paling Bikin Perantau Surabaya Menderita: Kalau Nggak Niat Mending Nggak Usah Jualan, Bikin Kecewa

14 Maret 2026
Kerja di Jakarta, Purwokerto, KRL.MOJOK.CO

Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.