Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Hal-hal Menyeramkan yang Bisa Terjadi Ketika Kamu Sedang Boker

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
28 Oktober 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kamar mandi merupakan tempat yang biasa menyimpan kisah-kisah seram, apalagi ketika kamu sedang boker. Di sinilah hal-hal kecil akan jadi peristiwa paling prinsipil dalam hidupmu.

Boker merupakan aktivitas yang menyenangkan karena menimbulkan sensasi kenikmatan yang tiada duanya. Bahkan dalam beberapa aspek, boker menjadi lebih nikmat ketimbang capres pilihan kita jadi presiden atau lulus ujian skripsi di semester pamungkas.

Apalagi kalau aktivitas itu dilakukan saat kebelet sudah di ujung. Gambaran firdaus dengan 7 bidadarinya pun seolah sudah tidak terlihat menggiurkan lagi. Sebab surga yang sesungguhnya ya kloset alias WC, meski dalam situasi tersebut ada yang nawari, “pilih harta, tahta, atau wanita, Mas?”

Walau begitu, dalam beberapa momen sering ada peristiwa-peristiwa menyeramkan saat aktivitas intim dan nikmat tersebut terjadi. Ketika dengan tekun sedang berkonsentrasi menikmati gerak laju proses pembuangan alamiah tersebut, mendadak ada saja hal-hal fundamental yang membuat kita lupa sama sekali dengan peristiwa-peristiwa besar di luar dinding ruang kloset.

Yakin sudah, kesulitan mengerjakan sulitnya Tes CPNS terasa seperti remah-remah kalau kamu menghadapi situasi-situasi menyeramkan saat boker sebagai berikut:

Gayung Tiba-tiba Hilang secara Misterius

Tingkat seramnya gayung yang tiba-tiba hilang ini benar-benar bikin bulu kuduk berdiri. Bukan apa-apa, saat kita sudah merasa lega dengan segala racun di dalam tubuh bisa keluar, lalu aktivitas istinja’ (bersuci) mau dilakukan. Tangan kita akan refleks mencari-cari sesuatu di dalam bak mandi.

Tangan sudah meraba-raba ke segala ujung bak mandi bahkan kadang sampai nyelam-nyelam segala, ternyata elemen penting dalam epilog kisah kepising itu sirna. Segala kenikmatan yang tadi dilakukan seolah-olah tercerai-berai bak serpihan-serpihan besi pertarungan Transformer.

Rasanya sakit sekali dikhianati oleh keadaan yang penuh dengan kemalangan tersebut. Pertanyaan-pertanyaan kontemplatif pun mendadak muncul. Ya Tuhan, dosa apa saya berada dalam kehinaan ini, sudah boker kok nggak ada gayungnya?

Air Lenyap Entah Kenapa, eh, Ke mana

Ternyata ketimbang hilangnya gayung di dalam bak mandi, ketiadaan air jauh terasa lebih menyeramkan lagi. Jika gayung hilang secara misterius lalu kebetulan kita duduk di kloset duduk itu masih mending. Sebab, biasanya kloset duduk menyediakan selang air untuk nyemprotin yang sudah ternoda.

Akan tetapi, lenyapnya sumber air dalam kloset jauh lebih menyeramkan. Meski di dalam kloset ada tisu toilet misalnya, tapi ada berapa banyak sih dari kita yang terbiasa membersihkan pantat sendiri dengan tisu? Rasanya cebok tanpa air itu seperti makan belum pakai nasi. Kurang afdol.

Di saat begitulah kita lalu memahami betapa menyedihkannya kehidupan saudara-saudara kita yang kekurangan air. Air yang buat mereka minum saja susah, kita yang cuma kehilangan kesempatan buat cebok merasa sia-sia. Lalu kita akan dengan sabar menunggu di sana untuk jangka waktu yang tidak bisa kita tentukan sendiri. Hidup benar-benar berantakan karena kita menunggu sesuatu yang tak pasti.

Jadwal ketemu klien hancur, rapat perusahaan berantakan, pacar yang sudah menunggu marah-marah, kuliah di-DO, lalu di saat itulah kita menyadari betapa pentingnya air bagi kehidupan yang penuh kepalsuan ini.

Pintu Lupa Dikunci

Sudah nyaman dengan aktivitas pertapaan penuh kenikmatan, semua akan terlihat menyeramkan kalau kita mendadak sadar bahwa pintu kamar mandi belum dikunci. Kalau belum mengeluarkan apa-apa sih mungkin kita masih bisa saja melakukan jalan kepiting untuk mengamankan harta kita, lah tapi kalau kesadaran pintu belum dikunci muncul saat cerita sudah mencapai klimaks bagaimana?

Yakin sudah, kenikmatan yang terpotong di posisi klimaks itu tidak ada enak-enaknya sama sekali. Lebih-lebih jika jangkauan tangan kita tidak sampai ke pintu. Hidup rasanya jadi tersiksa. Hal yang bisa dilakukan hanya ada dua, siap-siap teriak, “ADA ORANGNYA, MAS!” atau mendorong ember atau apapun untuk jadi ganjel pintu.

Iklan

Namun ketimbang lupa mengunci pintu kamar mandi, akan lebih seram lagi kalau memang kunci pintunya rusak dan tidak bisa dipakai lagi. Sumpah, boker sambil menahan pintu pakai tangan adalah aktivitas yang benar-benar menguras energi positif.

Apalagi kalau itu dilakukan di toilet gerbong kereta.

Baru Masuk WC Sudah Ada yang Berenang

Jika saja ada voting untuk Tuhan apa saja tipe-tipe orang yang pantas masuk neraka, maka jelas salah satu orang yang harus masuk adalah orang yang setelah boker tidak menyentor sampahnya dengan baik dan benar.

Orang jenis ini benar-benar merusak potensi kenikmatan boker. Sudah buru-buru masuk kamar mandi, sudah bikin kuda-kuda kokoh, ternyata kita sudah ditunggu sesuatu yang berenang di sana. Bau yang tadi tidak tercium karena terlalu bersemangat mendadak menyerbak di udara.

Mendadak usus kita melakukan gerak peristaltik kebalik. Semua yang sudah ada di ujung tadi tiba-tiba naik lagi ke perut. Hasrat untuk boker mendadak hilang. Lalu teriak dengan sekeras-keras:

“Woy, BNGZT, siapa ini yang boker nggak disentor!”

Terakhir diperbarui pada 28 Oktober 2018 oleh

Tags: bidadaribokerCpnsfirdausgayungmenyeramkanpilpresseramWC
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Ribetnya lolos seleksi CPNS dan jadi PNS/ASN di desa: dibayangi standar hidup sukses yang merepotkan MOJOK.CO
Urban

Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi

8 April 2026
Ikuti paksaan orang tua kuliah jurusan paling dicari (Teknik Sipil) di sebuah PTN Semarang biar jadi PNS. Lulus malah jadi sopir hingga bikin ibu kecewa MOJOK.CO
Edumojok

Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

7 April 2026
Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran” MOJOK.CO
Urban

Tiga Kali Gagal Seleksi CPNS, Pas Sudah Diterima Jadi ASN Malah Tersiksa karena Makan “Gaji Buta”

7 April 2026
Ribetnya lolos seleksi CPNS dan jadi PNS/ASN di desa: dibayangi standar hidup sukses yang merepotkan MOJOK.CO
Sehari-hari

Derita Jadi PNS atau ASN di Desa: Awalnya Bisa Sombong Status Sosial, Tapi Berujung Ribet karena “Diporoti” dan Dikira Bisa Jadi Ordal

1 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ribetnya urusan sama pesilat. Rivalitas perguruan pencak silat seperti PSHT dan PSHW (SH Winongo) bikin masalah sepele jadi alasan rusuh MOJOK.CO

Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

7 April 2026
kuliah s2.MOJOK.CO

Penyesalan Lanjut S2 Cuma karena Pelarian dan FOMO: Nganggur dan Dicap Overqualified, Sudah Kerja pun Gaji Setara Lulusan SMA

5 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026
Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon” MOJOK.CO

Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon”

2 April 2026
Tinggalkan Jakarta demi punya rumah desa untuk slow living, berujung kena mental karena ulah tetangga MOJOK.CO

Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga

7 April 2026
Susahnya cari kerja sebagai fresh graduate Unair. MOJOK.CO

Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak

7 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.