Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Penjaskes

Cara Atasi Kulit Gatal di Teritori Selangkangan ala Santri

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
8 Desember 2018
A A
celana dalam pria dan sempak.MOJOK.CO

Ilustrasi celana dalam pria (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pondok Pesantren memang jadi lokasi sempurna untuk menularkan penyakit gatal. Akan tetapi bukan santri namanya, kalau nggak tahu cara mengatasinya.

Gatal dan santri merupakan dua kata yang bersinambungan satu sama lain. Jika selama ini kamu cuma tahu bahwa santri selalu erat dengan budaya antre, ngaji kitab kuning, atau sorogan maupun bandongan, maka kamu perlu tahu bahwa santri juga akrab dengan yang namanya gatal. Terutama jika kegatalan itu terjadi di teritori berbahaya seperti selangkangan.

Sebagai ekosistem manusia dengan tingkat populasi terpadat di jagat raya, Pondok Pesantren memang memungkinan terjadinya penularan penyakit yang sangat-sangat mudah menyebar. Bahkan jika ada satu kutu jatuh di kepala seorang santri dalam populasi ratusan manusia di pesantren, maka tidak sampai seminggu kutu itu akan berkembang biak melebihi persebaran hoax di dunia maya.

Apalagi selangkangan manusia memang didesain untuk menjadi area paling mudah lembab ketimbang siku-siku lain yang ada di anatomi tubuh manusia. Jika dibandingkan ketek misalnya, selangkangan lebih sering tertutup. Ya iya dong, kan aurat. Oleh sebab itu, wajar jika selangkangan jadi habitat sempurna untuk spora, bakteri-bakteri jahanam, sampai tungau.

Masalahnya, gatal-gatal di selangkangan ini tidak mudah untuk digaruk. Bukan gimana-gimana, nggaruknya sih gampang, tapi malunya itu lho yang bikin aktivitas ini dianggap menurunkan kredebilitas seorang santri sebagai manusia yang beradab. Padahal yang namanya gatal kan ya hawa-hawanya pengen digaruk ya kan?

Akan tetapi bukan santri namanya kalau tidak menemukan cara-cara mengatasi gatal di teritori berbahaya itu. Nah ini 4 di antaranya cara santri atasi gatal-gatal di selangkangan. Cekidot.

1. Menggunakan celana dalam sesaat setelah dijemur

Jika sinar ultraviolet dari matahari dianggap buruk bagi kulit, maka tidak untuk para santri yang selangkangannya gatal-gatal. Sinar matahari yang melimpah sangat berguna untuk memanaskan celana dalem atau sebut pakai nama kecilnya saja, yakni; sempak.

Caranya pun gampang. Cukup jemur sempak yang akan dikenakan dalam kurun waktu satu atau dua jam di panas terik matahari. Jika sudah cukup panas, lalu tanpa perlu ditiriskan, segera kenakan secepat yang kamu bisa. Dijamin rasanya bakal cekit-cekit gimana gitu. Apalagi kalau sempak yang dijemur sampai jadi kayak kerupuk saking keringnya.

Oh iya, menurut penelitian dari Lembaga Riset Kepulauan Faroe, jika hal ini dilakukan maka aktivitas menggaruk pun disinyalir bisa berkurang drastis sebanyak 80%.

Sayangnya, kelemahan metode ini adalah sempak bukan konduktor yang bagus untuk menyimpan panas. Jadi efek kejut yang bisa mengurangi rasa gatal cuma sebentar. Yah, paling lama juga 2-3 menit doang. Apalagi, kulit juga lama-lama akan terbiasa dengan panas sempak yang panas jadi rasa gatal akan muncul kembali.

2. Lakukan aktivitas menggaruk saat tidur

Jika dirasa menggaruk di ruang publik bukan pemandangan elok, maka kamu bisa melakukan aktivitas menggaruk saat tidur. Bukan apa-apa, aktivitas ini kan punya alibi dan pledoi yang sempurna ketika dilakukan.

Cukup bilang saja, “Hah? Masa sih aku nggaruk selangkangan tadi malam? Oh, itu aku ngelindur aja. Nggak sadar.”

Nah, untungnya dalam hukum agama ada tiga posisi ketika manusia tidak bisa dikenai hukum, yakni orang gila, orang lupa, dan orang nggak sadar.

3. Pakai Bedak Herocyn

Bedak Herocyn merupakan bedak ajaib bagi para santri untuk mengatasi kegatalannya. Cukup praktis untuk dibawa ke mana saja. Bahkan muat untuk dimasukkan ke saku celana (meski ya kelihatan sih kalau dikantongin).

Iklan

Bedak ini tentu tidak disarankan untuk dipakai bedak wajah, tapi memang dipakai untuk membantu mengurangi rasa gatal di kulit. Jika dioleskan ke daerah yang gatal, rasa semriwing ala balsam akan terasa, meski panasnya nggak nendang banget seperti kena knalpot.

Meski begitu, Bedak Herocyn cukup direkomendasikan dipakai. Tidak menyebabkan lecet seperti digaruk dan cukup aman untuk kulit. Bahkan konon dalam populasi santri, 8 dari 10 santri mengaku pernah memakai bedak ini di selangkangannya. Dan 2 orang sisanya bohong biar dikira sehat dan nggak pernah gatalan.

4. Gunakan Setrika

Baiklah, saya tahu kamu bakal terkenyut mendapat fakta bahwa ada beberapa santri yang mengatasi rasa gatal dengan menggunakan setrika.

Jika kamu membayangkan setrika yang dipakai ini adalah setrika yang sama, seperti halnya setrika yang kamu pakai untuk melicinkan pakaian, maka saya jamin bayangan kamu itu… benar.

Tentu saja setrika yang dipakai tidak dalam kondisi panas full 100%, tapi barangkali cuma sekitar 30-40% saja. Untuk berjaga-jaga biasanya setrika akan dipanaskan dalam kondisi maksimal. Lalu setelah dirasa panasnya cukup, colokan dicabut dan ditunggu agak dingin sejenak.

Nah, ketika panas masih tersisa dalam lempeng besi setrika itulah, kamu bisa menempelkan ke area-area yang gatal. Tentu jangan lupa untuk memberi alas sarung atau celana terlebih dahulu. Bukan apa-apa, daripada kulitmu melepuh ya kan?

Masalahnya, penggunaan setrika di banyak pesantren dilarang. Sebab, setrika itu makan listrik yang terlalu besar. Bayangkan saja jika populasi seribu santri semua pakai setrika masing-masing? Ya bakal mati terus lah listriknya.

Oleh karena itu, aktivitas ini baru memungkinkan dilakukan saat kondisi sepi. Alias ketika bagian keamanan pondok sudah terlelap atau sedang tidak ada jadwal razia. Lalu jangan heran kalau ada sekelompok santri yang tiba-tiba bergerombol di deket colokan.

Yak betul, mereka semua antre untuk pinjam setrikanya.

Buat apa?

Ya buat melicinkan pakaian dong. Masa buat garukin selangkangan sih, kamu itu lho pikirannya aneh-aneh.

Terakhir diperbarui pada 8 Desember 2018 oleh

Tags: bedak herocynkulit gatalPondok Pesantrensantriselangkangan
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Wali Kota Agustina Wilujeng berharap pondok pesantren di Kota Semarang makin tertata usai Raperda disahkan MOJOK.CO
Kilas

Pengembangan 300+ Pondok Pesantren di Semarang agar Tak Tertinggal, Bukan Cuma Jadi Pusat Dakwah tapi Juga Pemberdayaan Sosial

31 Desember 2025
Hal-hal di Luar Nalar yang Dilakukan Gus Yayan untuk LKSA Daarul Muthola'ah dan Keluarga MOJOK.CO
Ragam

Hal-hal di Luar Nalar yang Dilakukan Gus Yayan untuk LKSA Daarul Muthola’ah dan Keluarga

25 November 2025
lksa darussalamah.MOJOK.CO
Ragam

Asrama Kecil di Kudus yang Menumbuhkan Mimpi Besar Anak-Anak

24 November 2025
Al Akrom: pondok pesantren sekaligus LKSA di tengah pedesaan Pati yang menempa anak-anak tak bertuntung jadi tahfiz Al Qur'an melek zaman MOJOK.CO
Ragam

Sebuah Tempat di Tengah Pedesaan Pati yang Menempa Anak-anak Jadi Penghafal Al-Qur’an nan Melek Zaman

24 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mudik ke desa pakai motor setelah bertahun-tahun merantau di kota seperti Jakarta jadi simbol perantau gagal MOJOK.CO

Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga

26 Februari 2026
Suzuki S-Presso Mobil Tidak Menarik, tapi Tetap Laku MOJOK.CO

Menjawab Misteri Suzuki S-Presso Tetap Laku: Padahal, Menurut Fitra Eri dan Om Mobi, S-Presso Adalah Mobil Paling Tidak Menarik

26 Februari 2026
KIP Kuliah di Jogja.MOJOK.CO

Ironi Penerima KIP Kuliah di Jogja: Uang Beasiswa Habis Buat Bayar Utang Keluarga, Rela Makan Rp20 Ribu per Hari Demi Tak Putus Kuliah

27 Februari 2026
Pakai hp android Samsung S26 terintimidasi user iPhone. Tapi tak berpaling karena Samsung lebih berguna dari iPhone yang hanya memperdaya pengguna MOJOK.CO

Pakai Samsung Terintimidasi User iPhone, Tak Berpaling karena Lebih Berguna dari iPhone yang Memperdaya Penggunanya

26 Februari 2026
Siksaan naik bus ekonomi Surabaya Semarang seperti Indonesia dan Sinar Mandiri MOJOK.CO

Siksaan di Bus Ekonomi Rute Surabaya Semarang bikin Frustrasi dan Kapok Naik Lagi: Murah tapi Harus Pasrah Jadi “Ikan Pindang” Sepanjang Jalan

22 Februari 2026
Sejahtera ekonomi di Negeri Jiran ketimbang jadi WNI. Tapi berat terima tawaran lepas paspor Indonesia untuk jadi WN Malaysia MOJOK.CO

WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!

21 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.